Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Benarkah Sunscreen dengan SPF Tinggi Jaminan Perlindungan Maksimal?

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Rabu, 27 Mei 2026 21:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Mirror reflection of woman with skincare cream, spa lotion or dermatology ointment for melasma or acne treatment. Bathroom facial routine, healthcare and face of girl apply cosmetics beauty product
Ilustrasi wanita yang menggunakan sunscreen. Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages.
Jakarta -

Cuaca panas dan tingginya indeks sinar ultraviolet (UV) di Indonesia membuat tabir surya (sunscreen) menjadi produk yang wajib digunakan setiap hari. Namun, banyak wanita masih terjebak dalam miskonsepsi bahwa semakin tinggi nilai SPF sebuah produk, maka perlindungannya akan otomatis menjadi yang terbaik tanpa perlu diaplikasikan ulang.

Co-founder Eva Mulia Clinic, dr. EddyWidjaja, menjelaskan bahwa karakter kulit masyarakat Indonesia sebenarnya memiliki ketahanan alami yang cukup baik terhadap matahari berdasarkan skala Fitzpatrick, yaitu sistem klasifikasi ilmiah untuk mengelompokkan warna kulit manusia dan reaksinya terhadap paparan sinar matahari. Kendati demikian, perlindungan tambahan seperti pakaian tertutup dan penggunaan tabir surya yang tepat tetap menjadi langkah proteksi yang mutlak diperlukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indonesia kan ini UV indeksnya lumayan tinggi ya. Tapi bagusnya kondisi kulit kita itu ada skala Fitzpatrick, di mana masyarakat Indonesia kuat untuk sinar matahari. Tapi tetap kita bilang hindari sebisanya, apalagi sekarang yang katanya heat stroke begitu. Langkah perlindungannya: pakai baju yang menutupi dan pakai sunscreen yang bagus," ungkap dr. Eddy Widjaja saat grand launching Eva Mulia Priority di Tebet, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

Memahami Cara Kerja SPF dan Pentingnya Re-apply

Banyak orang salah kaprah mengenai fungsi angka pada SPF (Sun Protection Factor). Menurut dr. Eddy, SPF tidak serta-merta menunjukkan seberapa kuat benteng perlindungannya, melainkan seberapa lama produk tersebut dapat memperpanjang waktu kulit bertahan di bawah paparan matahari sebelum akhirnya terbakar (sunburn).

"SPF itu sebenarnya kalau cuma untuk aktivitas biasa, bukan olahraga lari atau apa, SPF tingkat standar saya rasa sudah lumayan. Bedanya, kalau saya kena matahari langsung tanpa perlindungan dalam waktu singkat bisa langsung merah. Tapi kalau pakai SPF, itu akan memperpanjang waktu kulit sampai bisa kebakar," jelas dr. Eddy.

Lebih lanjut, dr. Eddy menekankan bahwa mengandalkan satu kali pemakaian sunscreen di pagi hari tidak akan efektif melindungi kulit hingga sore hari, terlebih bagi individu yang aktif bergerak di luar ruangan.

"Memang satu kali apply, sunscreen nggak hilang? Jadi sebenarnya nilai SPF-nya berapa pun, yang terpenting adalah asal dilakukan re-apply yang bergantung pada kebutuhan kamu juga. Bukan berarti SPF tinggi proteksinya paling bagus. Karena kalau pakai SPF tinggi tapi tidak di-reapply, ya itu sudah tidak efektif juga," tambahnya.

Tanda Sunscreen Tidak Cocok dan Solusi Praktis Saat Makeup

Menemukan produk tabir surya yang tepat memang membutuhkan kecocokan personal. Formula yang terlalu berat kerap kali memicu masalah baru pada wajah. Jika kulit mulai menunjukkan reaksi negatif, itu adalah alarm bahwa produk tersebut harus segera diganti.

"Nggak setiap sunscreen cocok untuk setiap orang. Kadang-kadang kalau terlalu berat bisa timbul jerawat. Tanda sunscreen tidak cocok itu cirinya orangnya merasa perih, merah, muncul jerawat, hingga iritasi. Beda-beda tiap individu," ucap dr. Eddy.

Bagi wanita yang sering menggunakan riasan wajah (makeup), aktivitas mengaplikasikan ulang tabir surya setiap beberapa jam kerap menjadi tantangan tersendiri. Namun, dr. Eddy memberikan tips praktis agar kulit tetap terlindungi tanpa harus merusak penampilan.

"Kalau memang susah untuk reapply karena pakai makeup, sekarang bisa pakai produk jenis spray dengan teknologi nano, jadi tidak begitu merusak riasan. Memang paling bagus dibersihkan dulu, tapi kalau repot, cukup dibersihkan pakai tisu biasa sampai keringatnya terhapus, terus langsung reapply lagi. Itu cukup. Tapi nanti pas pulang ke rumah, wajah harus dibersihkan secara benar-benar bersih," pungkasnya.

(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads