Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Cuma 62 Kalori, Buah Segar Ini Terbukti Bantu Lindungi Kulit dari Sinar UV

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Sabtu, 23 Mei 2026 19:35 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Asian office women skin damage from sun UV city air pollution concept
Foto: iStock
Jakarta -

Paparan sinar matahari sulit, bahkan hampir mustahil dihindari, apalagi bagi orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Sunscreen pun menjadi andalan untuk melindungi kulit.

Selain perlindungan dari luar, proteksi dari dalam juga penting. Penelitian terbaru menemukan bahwa perlindungan kulit ternyata juga bisa dibantu dari dalam tubuh -dengan camilan sederhana yang hanya mengandung sekitar 62 kalori per sajian. Apa itu?

Sebuah studi kecil menunjukkan bahwa konsumsi anggur berpotensi membantu memperkuat pertahanan alami kulit terhadap kerusakan akibat sinar matahari, bahkan sampai ke tingkat genetik. Penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Western New England University (WNEU) melibatkan 29 responden yang terlebih dahulu menjalani pola makan khusus selama dua minggu untuk menghilangkan faktor makanan yang bisa memengaruhi hasil penelitian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah itu, para peserta diminta mengonsumsi campuran bubuk anggur beku kering (freeze-dried grape powder) dan air sebanyak dua kali sehari selama dua minggu berikutnya. Jumlah tersebut setara dengan sekitar tiga porsi anggur segar per hari.

Sebelum dan sesudah intervensi dilakukan, peneliti mengambil sampel jaringan kulit dari dua area tubuh peserta. Satu sampel berasal dari kulit yang terkena paparan sinar ultraviolet (UV) dosis rendah, sementara sampel lainnya berasal dari area pinggul yang terlindungi dari paparan UV.

ADVERTISEMENT

Sinar UV sendiri mampu menembus kulit dan merusak DNA sel. Efek jangka pendeknya bisa berupa kulit terbakar matahari (sunburn), sedangkan dampak jangka panjang mencakup penuaan dini hingga peningkatan risiko kanker kulit.

Dari 29 responden, hanya empat orang yang menghasilkan sampel jaringan berkualitas tinggi untuk dianalisis. Seluruhnya merupakan perempuan dengan tipe kulit yang cenderung mudah terbakar matahari.

Fresh grapeFresh grape Foto: iStock

Hasil analisis menemukan bahwa konsumsi anggur berkaitan dengan penurunan kadar malondialdehyde pada kulit yang terpapar UV. Malondialdehyde merupakan penanda stres oksidatif, yaitu kondisi saat sinar UV memicu kerusakan membran sel.

Proses ini diketahui dapat mempercepat penuaan kulit dengan cara merusak kolagen, DNA, dan melemahkan lapisan pelindung kulit. Peneliti juga menemukan perubahan aktivitas gen yang berhubungan dengan fungsi pelindung kulit (skin barrier).

Peningkatan terjadi pada proses keratinisasi dan kornifikasi, dua mekanisme penting yang membantu membentuk lapisan pelindung terluar kulit terhadap kerusakan lingkungan, cedera, serta dehidrasi. Secara keseluruhan, temuan tersebut mengindikasikan bahwa anggur mungkin membantu kulit merespons paparan UV dengan mengaktifkan gen-gen yang berkaitan dengan kulit yang lebih kuat dan tahan banting.

"Kami kini yakin bahwa anggur bertindak sebagai superfood dan memicu respons nutrigenomik pada manusia," ujar Dr. John Pezzuto, salah satu penulis studi sekaligus profesor dan dekan College of Pharmacy and Health Sciences di WNEU, seperti dilansir New York Post.

Ia menambahkan, "Perubahan ekspresi gen menunjukkan adanya peningkatan kesehatan kulit."

Menurut Dr. John, manfaatnya kemungkinan tidak hanya terbatas pada kulit.

"Selain kulit, hampir dapat dipastikan bahwa konsumsi anggur juga memengaruhi gen pada jaringan tubuh lain seperti hati, otot, ginjal, bahkan otak," jelasnya.

Meski terdengar menjanjikan, bukan berarti kamu bisa langsung mengganti sunscreen dengan semangkuk buah anggur. Penelitian ini berfokus pada perubahan tingkat sel dan genetik, bukan perlindungan langsung terhadap sunburn dalam kehidupan sehari-hari.

Hasilnya pun menunjukkan variasi yang cukup besar antarpartisipan, sehingga riset lebih lanjut masih dibutuhkan. Para ahli tetap menekankan pentingnya perlindungan standar terhadap sinar matahari.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan penggunaan sunscreen broad spectrum dengan SPF minimal 15 setiap hari dan mengaplikasikannya ulang setidaknya setiap dua jam, terutama setelah berenang atau berkeringat. Selain sunscreen, perlindungan tambahan seperti mengenakan pakaian tertutup, menggunakan payung anti-UV, serta menghindari paparan matahari langsung pada jam puncak-sekitar pukul 10 pagi hingga 2 siang-juga tetap penting dilakukan.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads