Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Bintang Mukbang Tzuyang Makan Segunung Malah Makin Kurus, Ini Penyebabnya

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Sabtu, 27 Des 2025 17:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Tzuyang, ratu mukbang asal Korea Selatan
Tzuyang. Foto: Instagram tzuyang70
Jakarta -

Nama Tzuyang dikenal sebagai salah satu bintang mukbang paling populer. YouTuber asal Korea Selatan ini kerap membuat publik takjub karena mampu menghabiskan makanan dalam porsi yang jauh melebihi batas normal.

Mulai dari mie instan puluhan bungkus hingga daging dalam jumlah kilogram, semuanya dilahap dengan santai. Namun di balik nafsu makannya yang sangat besar, Tzuyang mengaku memiliki masalah metabolisme. Tubuhnya tetap kurus, bahkan semakin menyusut, meski makan dalam jumlah besar.

Dalam sebuah episode acara varietas JTBC Science Students' Counseling Club - Solving It Bit by Bit yang tayang pada 24 Desember, Tzuyang secara terbuka menceritakan kondisinya. Ia mengaku selalu merasa lapar, hingga rasa lapar itu kerap mengganggu aktivitas sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aku selalu lapar sampai rasanya mengganggu hidup. Setiap kali lapar, aku sering bertanya-tanya, apa benar tidak apa-apa kalau aku terus makan?" ujar Tzuyang, seperti dikutip dari KBizoom.

Masalah ini, menurutnya, sudah ia rasakan sejak masih duduk di bangku sekolah dan sempat menimbulkan stres berat. Wanita 29 tahun ini bahkan kesulitan mengikuti pelajaran dengan normal.

ADVERTISEMENT

"Aku sering keluar kelas hanya untuk makan. Kadang aku mencoba mengisi perut dengan air," kenangnya.

Ada masa di mana aktivitas makan lebih mendominasi hidupnya dibandingkan belajar atau menjalani hobi lain. Dengan kemampuan makannya yang ekstrem, biaya makan pun menjadi pengeluaran terbesar dalam hidupnya.

Mukbang 30.000 Kalori Sehari, Dokter Ungkap Alasan Tzuyang Tetap KurusMukbang 30.000 Kalori Sehari, Dokter Ungkap Alasan Tzuyang Tetap Kurus. Foto: Instagram tzuyang70

"Biaya makan adalah pengeluaran nomor satu. Kalau digabung antara syuting, pesan antar, makan di luar, dan mentraktir orang sekitar, bisa dengan mudah lebih dari 10 juta won (sekitar Rp 116 juta) per bulan," ungkapnya.
"Untuk satu sesi mukbang saja bisa menghabiskan 3 juta won (34,8 juta), dan di beberapa bulan tertentu aku menghabiskan puluhan juta won hanya untuk makanan," curhatnya.

Meski sering makan dalam jumlah besar, Tzuyang mengatakan bahwa berat badannya terus menurun.

"Dulu aku masih punya pipi chubby, tapi sekarang berat badanku justru terus turun," katanya.

Para ahli yang hadir di acara tersebut menilai kondisi Tzuyang bukan sekadar soal makan berlebihan. Pakar rekayasa otak, Choi Myung-hwan, menjelaskan bahwa rasa kenyang sebenarnya terbagi menjadi dua jenis.

"Ada kenyang secara fisik dan kenyang secara kimiawi. Tzuyang tampaknya bisa merasakan kenyang secara fisik, tetapi hampir tidak merasakan kenyang secara kimiawi," jelasnya.

Pernyataan ini diamini oleh Tzuyang sendiri. Dia mengaku tak pernah benar-benar merasa puas walaupun sudah makan makanan manis dalam jumlah banyak.

"Sebanyak apa pun makanan manis yang aku makan, aku tidak pernah merasa benar-benar kenyang," ujarnya.

Sementara itu, pakar kimia Jang Hong-je menambahkan bahwa tipe tubuh Tzuyang kemungkinan membuat lambungnya mudah mengembang tanpa memberi tekanan besar pada tubuh.

"Makanan tampaknya cepat berpindah ke usus setelah ia makan, sehingga tubuhnya terus berada dalam kondisi siap makan lagi," jelas Jang.

Hasil pemeriksaan medis juga menunjukkan bahwa ukuran lambung Tzuyang sedikit lebih besar dari rata-rata, sementara aktivitas ususnya tergolong sangat aktif. Rahasia lain di balik berat badan Tzuyang yang tetap berada di angka sekitar 44 kilogram ternyata terletak pada pergerakan usus yang lebih aktif.

"Aku sangat sering ke kamar mandi dan banyak BAB," katanya. Dia bahkan mengingat pernah harus ke toilet berkali-kali saat berada di rest area jalan tol.

Para ahli menyimpulkan bahwa tubuh Tzuyang memiliki keseimbangan antara asupan dan pengeluaran. Inilah yang menjelaskan mengapa berat badannya bisa tetap stabil-bahkan cenderung turun-meski ia makan dalam jumlah yang bagi kebanyakan orang terasa mustahil.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads