8 Alasan Gagal Turun Berat Badan Padahal Sudah Diet Keto
Kamu sedang menjalani diet keto tapi gagal turun berat badan? Apa penyebabnya? Mungkin dipengaruhi oleh berbagai faktor di bawah ini.
Diet keto atau ketogenic diet telah menjadi salah satu metode penurunan berat badan yang sangat populer dalam beberapa tahun terakhir. Mengandalkan prinsip rendah karbohidrat dan tinggi lemak, diet ini dipercaya mampu mendorong tubuh masuk ke dalam kondisi ketosis, yaitu keadaan metabolik di mana tubuh membakar lemak sebagai sumber energi utama bukan glukosa dari karbohidrat.
Secara teori, diet keto dapat mempercepat penurunan berat badan serta meningkatkan kontrol gula darah dan kesehatan jantung. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit orang yang justru gagal menurunkan berat badan meskipun sudah menjalani diet keto selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fenomena ini tentu membuat banyak orang bertanya-tanya, apa yang salah? Faktanya, keberhasilan diet keto sangat bergantung pada cara penerapannya.
Tanpa pemahaman dan disiplin yang tepat, berbagai kesalahan umum bisa menggagalkan hasil yang diharapkan. Berikut deretan alasan mengapa berat badan tidak kunjung turun meski sudah menjalani diet keto.
Ini dia beberapa alasan kamu gagal turun berat badan padahal sudah diet keto, seperti dikutip dari Health Line.
1. Asupan Karbohidrat Masih Terlalu Tinggi
Salah satu penyebab utama gagalnya diet keto adalah konsumsi karbohidrat yang masih melebihi batas. Untuk mencapai ketosis, asupan karbohidrat harus dikurangi drastis, biasanya hanya sekitar 30 sampai 50 gram per hari atau sekitar 5% sampai 10% dari total kalori harian.
Hal ini sangat kontras dengan rekomendasi diet standar yang menyebutkan bahwa 45% sampai 65% kalori berasal dari karbohidrat. Akhirnya orang secara tidak sadar tetap mengonsumsi karbohidrat tersembunyi dari makanan olahan atau bumbu tertentu yang membuat tubuh gagal masuk ke kondisi ketosis.
2. Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Olahan
Meskipun banyak produk makanan olahan yang berlabel 'keto-friendly', bukan berarti semua makanan tersebut baik untuk diet. Snack bar, makanan beku, atau camilan kemasan lainnya sering kali tinggi kalori, rendah nutrisi, dan bisa mengganggu penurunan berat badan.
Fokuslah pada makanan utuh seperti telur, daging tanpa hormon, ikan, alpukat, dan sayuran nontepung.
3. Kelebihan Kalori Harian
Lemak memang membuat kenyang lebih lama tapi juga mengandung kalori tinggi. Konsumsi berlebihan makanan tinggi lemak, seperti keju, kacang, dan minyak dapat membuat total kalori harian tetap tinggi.
Jika tidak disertai defisit kalori, berat badan bisa stagnan bahkan meningkat meski pola makannya sudah keto. Cobalah memperhatikan ukuran porsi, meningkatkan aktivitas fisik, dan mengonsumsi camilan secukupnya di antara waktu makan yang bisa membantu menciptakan defisit kalori untuk menurunkan berat badan.
4. Ada Masalah Medis yang Belum Diketahui
Beberapa kondisi medis seperti hipotiroidisme, polycystic ovarian syndrome (PCOS), depresi, hingga resistensi insulin dapat memperlambat atau menghentikan proses penurunan berat badan. Jika sudah menjalani diet dengan benar tapi berat badan tidak juga turun, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
5. Ekspektasi Penurunan Berat Badan Terlalu Tinggi
Banyak orang berharap bisa kehilangan berat badan secara drastis dalam waktu singkat. Padahal penurunan berat badan yang sehat adalah sekitar 0,5 hingga 1 kg per minggu.
Bila disertai olahraga angkat beban, berat badan mungkin stagnan karena adanya peningkatan massa otot. Selain timbangan, ukur juga lingkar tubuh untuk melihat perkembangan secara keseluruhan.
6. Terlalu Sering Konsumsi Camilan Tinggi Kalori
Kebiasaan ngemil memang sulit dihindari, terutama jika dilakukan dengan alasan 'masih keto kok'. Camilan seperti keju, kacang, atau fat bomb yang tinggi lemak bisa dengan mudah menambah kalori harian..
7. Stres dan Kurang Tidur
Kondisi stres kronis memicu peningkatan hormon kortisol yang dapat menyebabkan tubuh menyimpan lemak, khususnya di area perut. Selain itu, kurang tidur juga bisa mengganggu hormon pengatur nafsu makan seperti leptin dan ghrelin yang menyebabkan rasa lapar berlebihan.
Mengelola stres dengan meditasi, olahraga ringan, dan tidur cukup sangat penting dalam program penurunan berat badan. Kurangi pula penggunaan gadget untuk mengatasi stres dan kurang tidur.
8. Kurangnya Aktivitas Fisik
Diet saja tidak cukup. Olahraga membantu membakar kalori lebih banyak dan meningkatkan massa otot yang berdampak pada peningkatan metabolisme basal.
Tidak harus latihan berat, cukup dengan jalan kaki, bersepeda, atau yoga secara rutin 3 sampai 4 kali seminggu sudah bisa membantu mempercepat hasil diet keto.
Diet keto bisa menjadi metode yang efektif untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan asalkan dijalankan dengan benar. Menyadari kesalahan umum di atas bisa membantu mengidentifikasi hambatan dalam proses diet dan memperbaikinya lebih cepat.
Fokuslah pada pola makan seimbang, tidur cukup, aktif bergerak, dan hindari stres berlebihan agar hasil diet keto bisa maksimal dan berkelanjutan.
(hst/hst)
Fashion
Ingin Tampil Feminin dan Lebih Stylish dengan Bawahan Rok? Cek Koleksi Menariknya di Sini!
Fashion
Pilihan Aksesori Simpel yang Bikin Gaya Kamu Terlihat Lebih Keren
Fashion
Cari Dompet Kulit Awet Biar Bisa Dipakai Lama? Produk dari ROUNN Ini Bisa Jadi Jawabannya
Health & Beauty
Dua Serum PDRN Favorit Banyak Orang, Fokus Regenerasi dan Hidrasi Kulit!
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
Tak Hanya Minyak Berlebih, Ini Penyebab Jerawat di Wajah
Kenali Jenis-Jenis Jerawat dan Cara Merawatnya dengan Tepat
7 Foto Giorgino Abraham-Yasmin Napper, 4 Tahun Pacaran Beda Agama Kini Putus
Ramalan Zodiak Taurus 2026: Perlahan Bangkit, Perubahan Besar Menanti
Ditangkap Bersama, Kisah Pacaran 20 Tahun Presiden Venezuela & Istri Disorot
Shin Min Ah Jadi Wajah Baru Louis Vuitton, Susul Gong Yoo & Jun Ji Hyun











































