Pertama di Indonesia, Camilan Sehat Kekinian dari Jamur dan Beras Merah
Pandemi COVID-19 'memaksa' para pelaku UMKM memutar otak demi bertahan di tengah keterbatasan. Hikmahnya, upaya tersebut malah membuahkan inovasi produk yang belum pernah ada, seperti kudapan sehat berbahan alami.
Erwin Jogisaputra seperti mengalami mimpi buruk pada awal 2020 tatkala toko-toko berhenti beroperasi karena aturan pembatasan aktivitas di luar rumah sebagai dampak dari penyebaran virus Corona.
Sejak merintis usaha produksi rengginang pada 2016, pria asal Bandung, Jawa Barat, ini lebih mengandalkan penjualan secara fisik. Produknya yang bermerek Ppuff! dijual di sejumlah toko yang tersebar di pulau Jawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awal COVID-19, kami terpukul banget. Banyak distributor yang meretur produk kami," kenang Erwin, juara 3 Pengusaha Muda BRIlLian (PMB) 2022, saat dihubungi Wolipop baru-baru ini.
Meski sedikit terbantu lewat penjualan secara daring, Erwin merasa jualan rengginang tidak relevan dengan kebutuhan pasar kala itu. Pandemi membuat masyarakat semakin sadar pentingnya melakoni gaya hidup sehat sehingga ia termotivasi untuk meracik sesuatu yang menyehatkan.
Ilustrasi jamur. (Foto: iStock/Getty Images) |
Kebetulan Erwin memiliki rekanan para petani jamur di suatu daerah di Jawa Tengah. Ternyata, para petani tersebut juga sedang berjuang menghabiskan stok panen sebelum membusuk.
Singkat cerita, ia dibantu kakaknya yang seorang ahli pangan mengolah jamur tiram tersebut dengan beras merah sehingga menghasilkan camilan sehat.
"Pertama di Indonesia, ada snack sehat yang terbuat dari jamur dan beras merah," klaim Erwin yang berbasis di Bandung ini.
Selain bahan bakunya menang berkhasiat untuk kesehatan, cara pengolahannya pun melalui proses pemanggangan, tidak digoreng. Kudapan keluaran Ppuff! juga tanpa MSG atau biasa disebut mecin, dan hanya mengandung 40 kalori untuk satu penyajian.
Ia mengaku produk tersebut mendapat respons positif secara komersial meski awalnya harus gencar mengedukasi pasar tentang camilan sehat. Konsumen usia 21 hingga 30-an menjadi target utamanya.
Camilan sehat berbahan jamur dari Ppuff!, UMKM besutan Erwin Jogisaputra. (Foto: Dok. Erwin Jogisaputra) |
"Untuk saat ini, pasar terbesar kami berada di Jakarta dan Bali. Mungkin karena di sana lebih sadar healthy lifestyle yah," ungkap alumnus jurusan teknologi informasi sebuah universitas di Australia ini.
SuperShrooms, demikian Erwin menamai camilan olahannya, kini sudah memilki lima rasa. Satu bungkus ukuran 50 gram dijual seharga Rp 30.000. Ppuff! juga memiliki WonderGrain yang terbuat dari gandum dan biji-bijian serelia yang kaya nutrisi.
Ekspansi
Erwin berencana mengekspansi produknya dengan bahan baku alami lain seperti sorgum, salah satu komoditas terbaik dari Bali. "Ada rencana mau meluncurkan camilan sehat vegan yang high-protein. Sepertinya makanan vegan jarang yang kaya protein," kata pria kelahiran 1992 ini.
Belakangan, Erwin juga melihat peluang untuk memasarkan jangkauan ekspornya. Setelah Australia, negara berikutnya adalah Jepang dan Korea Selatan. Belum lama ini, ia menyambangi Seoul dan bertemu Duta Besar RI untuk Korea Selatan Gandi Sulistiyanto lewat jalur Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dari Kementerian Perdagangan untuk menjajaki potensi ekspor di Negeri Ginseng.
Erwin bertemu Duta Besar RI untuk Korea Selatan Gandi Sulistiyanto (tengah) di Seoul belum lama ini. (Foto: Dok. Erwin Jogisaputra) |
Ia mengaku, pencapaian tersebut tak lepas dari keikutsertaannya di ajang PMB dalam rangkaian BRILianpreneur 2022 yang digelar oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Selama hampir empat bulan, ia mengikuti berbagai kelas pembekalan yang mengasah kemampuan berbisnis.
"Di situ, kami juga belajar tentang pentingnya pemasaran secara digital, serta strateginya. Kami diajari bahwa jualan offline boleh, tapi jalur online juga jangan kendor," kata Erwin yang mengaku penjualannya meningkat hingga 40 persen setelah mengikuti BRILianpreneur 2022.
Erwin Jogisaputra di ajang Pengusaha Muda BRILian 2022. (Foto: Dok. Erwin Jogisaputra) |
Sejak itu, Erwin getol mempromosikan Ppuff! lewat media sosial. Ia bahkan memilih sebuah tim yang khusus membuat konten-konten jualan, baik hard selling maupun soft selling. "Kadang unggahan berkonsep meme juga perlu supaya followers nggak bosan, dan membuat engagement lebih menarik," tambah Erwin.
(dtg/dtg)
Fashion
Ingin Tampil Feminin dan Lebih Stylish dengan Bawahan Rok? Cek Koleksi Menariknya di Sini!
Fashion
Pilihan Aksesori Simpel yang Bikin Gaya Kamu Terlihat Lebih Keren
Fashion
Cari Dompet Kulit Awet Biar Bisa Dipakai Lama? Produk dari ROUNN Ini Bisa Jadi Jawabannya
Health & Beauty
Dua Serum PDRN Favorit Banyak Orang, Fokus Regenerasi dan Hidrasi Kulit!
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
Tak Hanya Minyak Berlebih, Ini Penyebab Jerawat di Wajah
Kenali Jenis-Jenis Jerawat dan Cara Merawatnya dengan Tepat
Tren 'Ozempic Body' Makin Ekstrem, Kini Beralih ke Pengangkatan Tulang Rusuk
7 Potret Ratu Kecantikan yang Kerja Paruh Waktu Jadi SPG Dior
TikTok Viral Verificator
Nyesek! Viral Curhat Wanita Setia 7 Tahun, Temani dari Nol Gagal ke Pelaminan
Ramalan Zodiak 6 Januari: Cancer Jangan Terburu-buru, Virgo Lebih Tegas
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia















































