ADVERTISEMENT

Wanita Korban Erupsi Gunung Api Buka Topeng Setelah 2 Tahun, Begini Wajahnya

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop Selasa, 24 Jan 2023 19:30 WIB
Stephanie Coral Browitt Stephanie Coral Browitt. Foto: Instagram/@stephaniecoral96
Jakarta -

Liburan bersama keluarga telah mengubah hidup Stephanie Coral Browitt untuk selama-lamanya. Jadi penyintas bencana alam, ia harus hidup dengan luka bakar permanen di wajah dan tubuhnya.

Pada 2019, Stephanie dan seluruh keluarganya berlibur ke Selandia Baru. Ia bersama ayah dan adiknya mengunjungi White Island, gunung berapi kerucut yang merupakan paling aktif di negara tersebut. Sementara sang ibu memilih untuk menikmati keindahan alam di perahu.

Tak berapa lama, dia mendengar seseorang berteriak dan menyuruh orang-orang untuk berlari, tepat sebelum erupsi terjadi. Saat kejadian, Stephanie merasa seperti terombang-ambing gelombang.

"Terasa seperti gelombang, membawa tubuhmu ke antah berantah," kata Stephanie dalam sebuah wawancara, seperti dikutip dari Brightside.

Saat gunung api White Island erupsi, ada 47 orang, termasuk Stephanie dan ayah serta adiknya, yang sedang berada di pulau tersebut. Peristiwa itu menewaskan 22 orang sementara Stephanie bersama para korban yang selamat dievakuasi menggunakan helikopter untuk dilarikan ke rumah sakit.

Sayanngya, adiknya Krystal tidak ditemukan dan sang ayah meminta tim penyelamat untuk membawa Stephanie terlebih dahulu. Meskipun berhasil juga dievakuasi, ayah Stephanie meninggal dunia di rumah sakit setelah beberapa minggu dirawat.

Stephanie Coral BrowittStephanie Coral Browitt. Foto: Instagram/@stephaniecoral96

Stephanie sendiri sempat koma selama 2 minggu karena menderita luka bakar 70% pada tubuhnya, termasuk wajah. Wanita asal Australia ini menghabiskan waktu berbulan-bulan di rumah sakit untuk menjalani berbagai prosedur dan operasi demi menyembuhkan luka bakar tingkat tiga.

Setelah keluar dari rumah sakit, wanita 26 tahun ini masih harus menjalani pengobatan secara rutin, termasuk memakai topeng kompresi yang menutupi sebagian besar wajahnya. Dia juga mengenakan pakaian pelindung di beberapa bagian tubuh untuk membantu regenerasi kulit.

Stephanie membagikan perjalanannya untuk sembuh di media sosial dan sukses menarik perhatian netizen TikTok serta Instagram. Video serta foto-fotonya menggerakkan hati jutaan netizen yang mendoakan kesembuhannya.

Konten Stephanie tidak hanya menceritakan kisah pilunya sebagai penyintas erupsi gunung berapi yang harus kehilangan dua anggota keluarganya sekaligus. Tapi dia juga menyelipkan pesan-pesan positif dan dukungan untuk korban yang mengalami nasib sama sepertinya.

Stephanie Coral BrowittStephanie Coral Browitt. Foto: Instagram/@stephaniecoral96

Kini setelah lebih dari dua tahun menutupi wajahnya denggan topeng kompresi, Stephanie akhirnya bisa memperlihatkan parasnya ke publik maupun jagad maya. Selama 30 bulan harus selalu memakai topeng, ia sudah siap 'terbuka' kepada para follower-nya.

"Saya mungkin tidak akan pernah bisa benar-benar puas (dengan penampilan sekarang) karena dari lubuk hati yang dalam saya sungguh merindukan wajah saya yang dulu," tuturnya.

Stephanie Coral BrowittStephanie Coral Browitt. Foto: Instagram/@stephaniecoral96

Tahapan Stephanie untuk bisa sembuh total pun masih panjang. Serangkaian pengobatan dan perawatan tetap harus dijalani dan selama itu pula dia akan terus membagikan pengalamannya ke dunia.



Simak Video "Moorissa Tjokro: Berpikir Kritis Jadi Keterampilan yang Wajib Diasah"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)