Johnson & Johnson Dihukum Bayar Rp 628 M Terkait 2 Wanita Kena Kanker Ovarium
Bedak bayi milik Johnson & Johnson kembali menjadi sorotan setelah putusan pengadilan di Los Angeles, AS, memenangkan gugatan dua wanita tentang efek buruk produk tersebut. Penggunaan bedak bayi berbahan talc itu dikaitkan sebagai penyebab kanker ovarium.
Dalam putusan yang dibacakan baru-baru ini, majelis juri memerintahkan perusahaan kesehatan asal Amerika Serikat tersebut membayar ganti rugi sebesar US$40 juta atau sekitar Rp 628 miliar.
Kasus ini merupakan bagian dari sengketa hukum panjang yang menyoroti klaim bahwa bahan talc dalam Johnson's Baby Powder dan Shower to Shower berpotensi meningkatkan risiko kanker ovarium serta mesothelioma, jenis kanker langka yang menyerang paru-paru dan organ lain. Johnson & Johnson menyatakan akan mengajukan banding, termasuk keputusan terkait tanggung jawab hukum dan besaran ganti rugi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perkara terbaru ini, juri memberikan US$18 juta (sekitar Rp 282,6 miliar) kepada Monica Kent, serta US$22 juta (sekitar Rp345,4 miliar) kepada Deborah Schultz dan suaminya.
"Yang mereka lakukan hanyalah setia menggunakan produk Johnson & Johnson selama hampir 50 tahun," ujar Daniel Robinson, pengacara para penggugat dari firma hukum Robinson Calcagnie, Newport Beach, California, seperti dikutip dari New York Post.
"Namun kesetiaan itu ternyata berjalan satu arah," tambahnya.
Pihak Johnson & Johnson menegaskan bahwa perusahaan telah memenangkan 16 dari 17 kasus kanker ovarium yang sebelumnya disidangkan. Erik Haas, Wakil Presiden Litigasi Global Johnson & Johnson, mengatakan pihaknya optimis hasil banding akan kembali menguntungkan perusahaan.
"Putusan juri ini bertentangan dengan puluhan tahun evaluasi ilmiah independen yang menyimpulkan bahwa talc aman, tidak mengandung asbes, dan tidak menyebabkan kanker," kata Erik dalam pernyataan resminya.
Johnson & Johnson sendiri menghentikan penjualan bedak berbahan talc secara global pada 2023. Sebelumnya, pada 2020, perusahaan telah mengganti kandungan talc dengan tepung jagung (cornstarch) untuk produk bedak bayi yang dijual di sebagian besar wilayah Amerika Utara, menyusul turunnya penjualan.
Kasus ini juga menambah daftar putusan besar terhadap perusahaan yang telah berdiri sejak 1886 tersebut. Pada Oktober lalu, juri California memerintahkan Johnson & Johnson membayar US$966 juta atau sekitar Rp15,1 triliun kepada keluarga seorang perempuan yang meninggal akibat mesothelioma.
Keluarga korban mengklaim kanker tersebut dipicu oleh penggunaan bedak bayi Johnson & Johnson yang terkontaminasi asbes.
Sementara itu, pada April lalu, seorang hakim pengadilan di Amerika Serikat menolak rencana Johnson & Johnson untuk membayar US$9 miliar (sekitar Rp141,3 triliun) guna menyelesaikan ribuan gugatan terkait kanker ovarium dan kanker ginekologi lainnya yang dikaitkan dengan produk berbahan talc.
Putusan demi putusan ini terus memicu perdebatan global soal keamanan produk talc, transparansi industri, serta pentingnya perlindungan konsumen. Terutama konsumen wanita yang selama puluhan tahun menggunakan produk tersebut sebagai bagian dari rutinitas harian.
(hst/hst)
Kesehatan
Mau Bikin Kopi Susu Gula Aren, Tapi Pakai Stevia? Emang Bisa?
Olahraga
Outfit Sporty Wanita yang Adem dan Melindungi, Cocok untuk Aktivitas Jogging atau Jalan Santai
Olahraga
Tetap Stylish dengan 4 Pelengkap Outfit Lari untuk Pria yang Bikin Nyaman Sekaligus Percaya Diri
Home & Living
Sering Lesehan dan Cepat Pegal? Kamu Perlu Pakai Alas Duduk yang Tepat
Tak Selalu 10.000 Langkah, Ini Patokan Jalan Kaki yang Lebih Sehat
Ini Solusi Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah Saat Cuaca Tak Menentu
Hati-hati, Sering Tidur dengan Lampu Terang Tingkatkan Risiko Sakit Jantung
6 Buah Tinggi Protein yang Bisa Jadi Camilan Sehat untuk Diet
Ini 3 Cara Memasak Telur yang Paling Sehat
Gaya Asri Welas di Pemotretan Bareng 3 Anak, Seksi Bergaun Strapless
Transformasi Idol KPop 15 Tahun Terlihat Dewasa dari Usianya, Diduga Oplas
Seungri Diduga Bikin Burning Sun 2.0 di Kamboja Usai Bebas dari Penjara
Ramalan Shio 2026
Ramalan Shio Ular 2026: Rezeki Melimpah, Asmara Kurang Stabil











































