ADVERTISEMENT

Kenali Ciri Burnout yang Bisa Picu Depresi, Apakah Kamu Sedang Mengalaminya?

Vina Oktiani - wolipop Jumat, 16 Sep 2022 10:00 WIB
Anxiety disorder menopause woman, stressful depressed, panic attack person with mental health illness, headache and migraine sitting with back against wall on the floor in domestic home Foto: Getty Images/iStockphoto/Chinnapong
Jakarta -

Kamu mungkin sudah pernah mendengar istilah burnout sebelumnya. Namun apakah kamu sudah benar-benar mengerti arti burnout dan apa saja ciri-cirinya? Bisa jadi tanpa kamu sadari kamu termasuk dalam ciri-ciri orang yang sedang burnout.

Menurut Novie Ocktaviane Mufti, M.Psi., Psikolog, yang merupakan seorang psikolog klinis, burnout merupakan istilah dari mental lelah. Baik lelah secara fisik, emosional, maupun mental.

Melalui kulwap Wolipop bertajuk 'Bangkit dari Mental Lelah' pada Selasa (13/9/2022), Novie menjelaskan mengenai burnout. Walaupun memiliki gejala dan kelakuan yang mirip dengan depresi namun burnout dan depresi adalah hal yang berbeda.

"Burnout dengan depresi ini berbeda begitu. Dimana burnout ini seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya gitu ya, ini terkait dengan adanya stress yang berkepanjangan yang berkaitan dengan peran-peran tertentu. Tetapi kalau depresi ini biasanya memang terjadi karena sesuatu hal yang lebih kompleks dan dalam jangka waktu yang lebih panjang," terang Novie.

Berbeda dari burnout, depresi biasanya diakibatkan oleh hal-hal yang lebih mendalam. Seseorang yang depresi biasanya akan kehilangan gairah untuk merasa bahagia. Walaupun burnout dan depresi berbeda, namun burnout yang dibiarkan secara terus menerus rupanya dapat menyebabkan depresi.

Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui ciri-ciri burnot agar bisa terhindar dari kondisi tersebut. Berikut ini beberapa ciri-cirinya menurut Novie:

1. Muncul sikap sinis terhadap apa yang sedang dilakukan.

2. Merasa tidak bisa melakukan pekerjaan yang sedang dilakukan dengan baik lagi.

3. Mudah marah atau mudah terpancing emosi.

4. Ada keinginan untuk menarik diri dari apa yang sedang dikerjakan saat ini.

5. Muncul reaksi pada fisik: kelelahan yang parah, insomnia, terganggunya konsentrasi, muncul kecemasan, imunitas tubuh menurun, kurangnya nafsu makan.

6. Kehilangan rasa enjoy dalam melakukan apa yang sedang dikerjakan.

7. Merasa pesimis dan terisolasi.

8. Penurunan produktivitas dan konsentrasi dalam melakukan pekerjaan.

Burnout sendiri bisa terjadi karena beberapa alasan. Seperti stress yang berulang atau berkepanjangan, konflik dalam diri, merasa tidak punya kendali atas apa yang dilakukan dan tidak mendapat dukungan untuk melakukan hal-hal yang sedang dikerjakan.

Setelah melihat ciri-ciri tersebut, apakah ada yang saat ini sedang kamu alami? Jika iya maka tak perlu takut karena menurut Novie kondisi burnout bisa disembuhkan dengan beberapa cara.

Menurut psikolog Novie hal pertama yang perlu dilakukan saat merasa burnout adalah menemukan akar masalah yang menyebabkan kondisi tersebut. Bisa jadi karena terlalu banyak pekerjaaan, tidak memperoleh penghargaan yang sesuai, merasa ada ketidakadilan, dan sebagainya.

Setelah mengetahui akar permasalahan dari burnout yang kamu alami, maka kamu bisa mulai melakukan beberapa hal di bawah ini.

- Menetapkan tujuan.
- Mulai memperhatikan 'sinyal tubuh' ketika sedang merasa kelelahan baik lelah secara fisik maupun psikologis.
- Kesadaran bahwa diri memiliki dampak terhadap orang lain.
- Pikirkan masa depan atau lihat ke depan.
- Membuat perubahan atau putuskan keputusan besar.
- Delegasikan tugas ke orang lain.
- Atur waktu untuk melakukan hal yang lain.
- Berolahraga.
- Beri jeda diantara tugas-tugas besar.
- Stop dulu sebentar, dengarkan diri, beri ruang untuk istirahat, panggil kembali tujuan besar yang kamu punya.
-Sesuaikan kembali ego dan ekspetasi.



Simak Video "Gaya Seksi Rachel Vennya saat Rayakan Ultah ke-27 Jadi Kontroversi "
[Gambas:Video 20detik]
(vio/vio)