Setahun Mengalami Gejala COVID-19, Rambut Penyanyi Ini Rontok Parah

Hestianingsih - wolipop Sabtu, 01 Jan 2022 14:30 WIB
NEWARK, NEW JERSEY - AUGUST 26: Ava Max attends the 2019 MTV Video Music Awards at Prudential Center on August 26, 2019 in Newark, New Jersey. (Photo by Dimitrios Kambouris/Getty Images) Penyanyi Ava Max. Foto: Dimitrios Kambouris/Getty Images
Jakarta -

Gejala penyakit COVID-19 bisa bertahan hingga mingguan bahkan berbulan-bulan setelah pasien dinyatakan sembuh. Hal itu pula yang dirasakan penyanyi Ava Max. Dia bahkan masih merasakan efeknya setahun kemudian.

Ava Max diketahui tertular virus Corona pada 2020. Tapi hingga saat ini 27 tahun tersebut masih merasakan keluhan terkait gejala COVID-19.

Salah satu gejala yang paling terasa adalah kerontokan rambut. Pelantun lagu 'Sweet but Psycho' ini mengungkap rambutnya rontok parah selama proses pemulihan dari COVID-19.

Hingga kini rambutnya masih belum kembali ke kondisi semula, meskipun sudah mulai ada pertumbuhan sedikit demi sedikit.

"Anak rambut sudah mulai bermunculan. Sangat sangat senang juga rambutku akhirnya tumbuh lagi. Aku kehilangan banyak rambut saat sakit COVID-19 tahun lalu!!" tulis Ava Max di Instagram Story.

American Academy of Dermatology menyatakan bahwa benar kerontokan rambut merupakan salah satu efek dari infeksi virus Corona, meskipun kasusnya terbilang jarang. Rambut yang rontok parah sebagai akibat dari demam tinggi saat tubuh terinfeksi virus yang sudah jadi pandemi ini.

Kerontokan rambut umumnya mulai terjadi 2-3 bulan setelah seseorang mengalami panas tinggi. Kondisi ini bisa berlanjut hingga sembilan bulan bahkan lebih, sebelum akhirnya sel-sel rambut mulai memperbaiki diri dan menumbuhkan kembali helaian seperti sedia kala.



Simak Video "Karier Cemerlang Anak Ojol di Organisasi Kesehatan Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)