Kisah Unik Wanita RI Melahirkan di Korea, Ungkap Kebaikan Warga Lokal

Tim Haibunda - wolipop Minggu, 14 Nov 2021 12:00 WIB
Prawindu Prima dan Keluarga di Korea Prawindu Prima. Foto: Instagram @prawinduprima
Jakarta -

Merantau di negeri orang, terlebih menikah dengan pria yang berbeda warga negara membuat Prawindu Prima harus beradaptasi dengan budaya dan lingkungan di tempat rantau. Windu, sapaan akrabnya, adalah Warga Negara Indonesia (WNI). Ia sudah hampir delapan tahun menikah dengan pria Korea, Kim Alexander.

Dari pernikahannya, Windu dan Kim kini dikaruniai dua anak, Sveta dan Dima. Tinggal di Korea, rupanya Windu punya pengalaman unik ketika mengasuh anaknya. Seperti anak keduanya, Dima, yang belum lama ini lahir.


Dalam konten terbarunya di kanal YouTube-nyaLight and Bright, Windu menceritakan bahwa di Korea, terdapat kebiasaan yang mana, orang tua sebaiknya tidak membawa keluar bayinya dari rumah sebelum sang bayi berusia 100 hari.

Bagaimana cerita lebih lengkap soal kebiasaan tak boleh membawa bayi keluar rumah sebelum 100 hari, di Korea? Dalam wawancara dengan HaiBunda, Windu memberikan penjelasannya.

Windu mengungkap, di Korea sendiri, 100 hari pertama itu adalah masa-masa paling sulit, rawan bagi bayi. Bisa sakit, kedinginan, atau kena pilek. Makanya, biasanya orang-orang Korea tak memperbolehkan bayi-bayinya keluar sebelum 100 hari.


"Jadi kayak.. di sini pun, saya misalnya ya karena harus jemput anak ke sekolah gitu, jadi mau enggak mau saya keluar bawa adik juga. Itu juga papasan sama tetangga, tetangga bilang 'Aduh anaknya hari ini kan hujan, sudah anaknya dibawa ke rumah kita saja. Ngapain ikut ke sekolah,'" kata Windu kepada HaiBunda,Selasa (9/11/2021).

"Jadi memang, alhamdulillah di sini pada baik-baik. Jadi pagi pun, Sveta akhirnya ikut tetangga sebelah, jadi diantar sama tetangga sebelah," tuturnya.

Kenapa ada budaya seperti itu, menurut Windu, karena orang Korea khawatir dengan kesehatan bayi. Bagi mereka, pada 100 hari pertama adalah waktu yang benar-benar rawan untuk bayi, gampang sakit. Sehingga, mereka menjaga sebaik mungkin agar bayi tidak bertemu dengan banyak orang dahulu.

"Termasuk di Korea kan ada yellow dust ya.Yellow dust itu kayak, partikelnya kecil banget dan ini dari China. Jadinya ini tuh suka masuk ke paru-paru. Jadi buat orang tuh sakit tenggorokan, bisa juga kayak pneumonia juga," kata Windu.

Walaupun bayi berusia belum 100 hari tak dibolehkan keluar, namun untuk urusan yang bersifat penting seperti imunisasi atau ke rumah sakit maka dikecualikan.

"Cuma kalau di luar itu suka diomelin sama nenek-nenek kakek-kakek di sini. Ini umurnya berapa bayinya? Kok sudah dibawa keluar, jadi merekanya yang lebih khawatir. Cepat-cepat masuk! Jadi karena memang mereka khawatir saja sih," ujarnya.

Windu juga mengaku beruntung bisa memiliki tetangga yang baik dan penolong. Dalam urusan mengasuh anak pun, Windu sering dibantu. Baca kelanjutannya cerita Windu dengan KLIK DI SINI.



Simak Video "Klarifikasi Pemerintah Korsel yang Disebut Tak Biayai BTS ke New York"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)