Bangun Pagi Sejam Lebih Awal Bisa Bikin Kamu Lebih Bahagia, Ini Alasannya

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 30 Jul 2021 19:30 WIB
young woman in modern apartment opening window curtains after wake up Foto: Dok. iStock
Jakarta -

Menghadapi masa yang tidak menentu seperti sekarang memang tidak mudah. Karenanya, semakin banyak orang yang kesehatan mentalnya terpengaruh selama pandemi COVID-19. Untuk menghindari stres berlebihan dan meningkatkan mood, ada satu cara mudah yang bisa dicoba yaitu bangun sejam lebih awal. Menurut penelitian, hal tersebut terbukti dapat membuat orang lebih bahagia.

Selama masa pandemi sulit untuk melepas penat dengan bebas sedangkan tekanan yang dihadapi juga bertambah. Untuk mengatasinya, kamu perlu pandai-pandai mengatur pola hidup yang lebih seimbang, termasuk menghindari bangun terlalu siang. Sebuah studi mengungkap jika bangun lebih awal bisa membangkitkan semangat bahkan mengurangi risiko depresi.

Penelitian tersebut dilakukan oleh tiga kampus sekaligus, University of Colorado Boulder, Broad Institute MIT dan University of Harvard kepada 840 partisipan. Menganalisa kesehatan mental, cukup mengejutkan bahwa kebiasaan tidur ternyata bisa mengubah mood seseorang. Dikatakan jika dengan bangun lebih awal satu jam bisa menurunkan risiko depresi berat sebanyak 23%. Apa alasannya?

Studi yang dipublikasi di jurnal JAMA Psychiatry itu mengungkap ada beberapa alasan yang bisa jadi penyebabnya. Pertama, orang yang bangun lebih pagi umumnya punya jadwal yang lebih stabil. Mereka punya lebih banyak waktu istirahat di tengah pekerjaan. Sedangkan orang yang bangun lebih siang bisa jadi lebih terburu-buru untuk mengejar 'jam sosial'. Hal itu membuat perasaan jadi tidak nyaman, terisolasi, dan depresi.

Alasan kedua adalah orang yang bangun pagi mendapatkan lebih banyak paparan sinar matahari. Tak banyak disadari hal tersebut bisa meningkatkan kesehatan emosional.

"Kita sudah tahu ada hubungan adalah waktu tidur dan mood tapi pertanyaan yang sering kita dapatkan dari para dokter adalah seberapa pagi kita perlu berubah untuk melihat hasilnya? Kami menemukan bahwa bahkan bangun satu jam lebih pagi terbukti mengurangi risiko depresi secara signifikan," kata penulis studi CĂ©line Vetter.

Sayangnya tak semua orang bisa dengan mudah bangun pagi dan itu bukan sepenuhnya salah mereka. Setiap individu memang bisa punya kebiasaan tidur yang berbeda, salah satunya karena keturunan yang agak sulit diubah. Meski tak bisa bangun lebih awal, pastikan kamu tidur secara berkualitas yang juga penting dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan. Kurang tidur diketahui bisa membuat mood memburuk dan dapat berpengaruh pada depresi.

Tapi jika benar-benar ingin mengubah pola tidur, hal itu bisa diusahakan dengan mencoba bangun di waktu yang sama selama dua minggu. Jauhkan alarm agar kamu terpaksa berjalan untuk mematikannya juga redupkan lampu kamar tiga jam sebelum waktu istirahat.

(ami/ami)