Bolehkah Suntik Vaksin COVID-19 Saat Haid? Ini Penjelasan dari Dokter

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 24 Jul 2021 10:00 WIB
Doctors wearing PPE uniforms white gloves are inoculating the arm muscles to prevent COVID 19. Foto: Getty Images/iStockphoto/Worayuth Kamonsuwan
Jakarta -

Walau sangat direkomendasikan pakar kesehatan, sebagian orang masih ragu untuk menerima vaksin COVID-19. Pemberian vaksin saat haid pun menjadi kekhawatiran tersendiri bagi beberapa wanita karena ditakutkan dapat memicu efek samping yang tidak inginkan. Daripada terpengaruh oleh 'informasi' di media sosial, ada baiknya mencari tahu pengaruh vaksin saat haid dari ahlinya.

Pada beberapa kasus, pemberian vaksin Corona memang bisa menyebabkan reaksi tertentu terlebih saat kondisi tubuh sedang tidak fit. Lalu bagaimana ketika seorang wanita tengah menstruasi? Siklus bulanan itu dikenal sering membuat kondisi tubuh dan emosional terasa berbeda sehingga wajar jika ada yang mempertanyakan pengaruhnya. Tapi perlukah menghindari atau menyesuaikan jadwal vaksin dengan siklus menstruasi?

Sebelum melihat apakah penyuntikan vaksin saat haid ada pengaruhnya, perlu diketahui apa yang terjadi pada seorang wanita ketika tengah menstruasi. Siklus pendarahan tersebut biasanya memang datang dengan perubahan hormon yang sering kali mempengaruhi mood, menimbulkan nyeri, dan tanda-tanda lain yang bisa berbeda pada setiap wanita.

Hal itu terjadi karena meningkatkan hormon progesteron dan estrogen yang sering membuat wanita mengalami gejala-gejala yang dikenal sebagai PMS. Meski begitu, PMS dan siklus menstruasi tidak mempengaruhi imunitas. Karenanya, kamu tidak perlu khawatir jika efek samping vaksin bisa jadi lebih parah karena dilakukan saat datang bulan. Vaksin saat haid pun bukan sesuatu yang perlu ditakutkan.

Vaksin aman dilakukan saat haid tapi dokter mengatakan jika hal itu bisa saja berpengaruh pada pendarahannya. Dilansir Times of India, Dr. Aruna Muralidhar mengatakan jika vaksin yang disuntikkan untuk meningkat imunitas dapat membuat menstruasi seorang wanita jadi lebih sedikit atau lebih banyak.

Dalam beberapa kasus ditemukan pula yang menstruasinya jadi tertunda atau lebih cepat. Adapun wanita yang sekaligus mengonsumsi pil KB mendapati mereka mengeluarkan darah lebih banyak dari biasanya. Meski begitu, jumlah kasus seperti itu sangat sedikit dan hanya terjadi pada satu atau dua siklus saja.

Selain bisa dikarenakan vaksin saat haid, masa sulit selama pandemi Corona juga bisa menjadi penyebab perubahan siklus menstruasi. Seperti diketahui, belakangan semakin banyak orang merasa stres dan cemas sehingga membuat 'tamu bulanan' datang tidak seperti biasanya. Namun kembali ditekankan bahwa tidak ada hubungan antara menstruasi dan vaksinasi yang bisa membuat kondisi tubuh jadi tidak sehat.

Karena itu, dokter menyarankan agar wanita tetap menerima vaksin saat haid. Vaksin COVID-19 terbaik adalah yang bisa didapatkan lebih cepat sehingga dianjurkan untuk segera menerimanya.

(ami/ami)