Pakar: Terapi Kesehatan Mental Bisa dengan Nonton Drama Korea

R Chairini Putong - wolipop Senin, 12 Jul 2021 19:00 WIB
Poster Reply 1988 Reply 1988. Foto: tvN
Jakarta -

Seorang therapist berdarah Korea-Amerika Serikat memanfaatkan drama Korea untuk menjaga kesehatan mental pasiennya. Pakar lain mengungkap bahwa drama Korea dapat mengubah persepsi seseorang tentang kesehatan mental. Seperti apa pengaruh drama Korea terhadap kesehatan mental?

Tanpa disadari, pecinta drama Korea telah menggunakan drama Korea sebagai terapi kesehatan mental untuk mengalihkan pikiran yang bercabang. Drama Korea dapat membawa penonton pada dimensi yang berbeda dan menjadi hiburan di masa-masa sulit seperti pandemi yang berkepanjangan.

Sejumlah drama Korea pun mengangkat isu kesehatan mental untuk meningkatkan kesadaran penontonnya. Van Ta Park PhD, MPH adalah profesor yang mengajar di University of California, San Fransisco. Ia mengadakan dua penelitian dengan menggunakan drama Korea untuk membahas isu kesehatan mental.

Pada 2020, Park melakukan penelitian dengan judul "Hasil Menjanjikan dari Penggunaan Drama Korea untuk Membahas Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku tentang Perundungan di Sekolah dan Kesehatan Mental di antara Mahasiswa Perguruan Tinggi Asia-Amerika."

Profesor Park menggunakan drama Korea School 2013 yang dibintangi Jang Nara, Choi Daniel, Lee Jong Suk, dan Kim Woo Bin untuk mengetahui apakah pengetahuan dan sikap mahasiswa Asia-Amerika terhadap bullying dapat meningkat setelah menonton drama Korea tersebut.

Menurutnya, partisipan yang mengerti bahasa Korea akan lebih mudah terhubung dengan drama Korea School 2013. Hal itu berpotensi menjadi terapi kesehatan mental dalam waktu singkat, meskipun tak dapat menggantikan terapi dengan menemui dokter.

"Mereka dapat mengaitkannya dan itu pasti memiliki potensi untuk menjadi terapi, bahkan hanya dalam waktu singkat. Ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan terapi perilaku kognitif atau antidepresan, atau menemui dokter," ungkap Park, seperti dilansir dari Forbes.

Park kemudian mengadakan workshop untuk penelitian keduanya yang berjudul "Menggunakan Drama Korea sebagai Alat Pembelajaran Kesehatan Mental Presisi untuk Orang Asia-Amerika." Ia meminta partisipan untuk menonton beberapa drama Korea termasuk It's Okay That's Love yang dibintangi Jo In Sung dan Gong Hyo Jin.

It's Okay That's LoveJo In Sung dan Gong Hyo Jin dalam drama Korea It's Okay That's Love Foto: dok. Netflix

Partisipan menonton adegan di mana salah seorang karakter diserang karena memiliki gangguan kesehatan mental. Banyak partisipan mengungkap mereka tidak akan mengetahui orang itu memiliki gangguan mental, dan akan membuat asumsi seperti orang-orang dalam drama Korea It's Okay That's Love.

"Aku mendapat banyak feedback dengan adegan itu, banyak orang yang bilang 'Aku tidak pernah tahu.' Mereka membuat asumsi yang sama, memiliki kesalahpahaman yang sama jika mereka melihatnya secara langsung," cerita Park.

Setelah penelitian, partisipan membagikan perjuangan mereka untuk menjaga kesehatan mental. Dari hasil penelitian Park, terungkap bahwa drama Korea dapat mengubah persepsi tentang kesehatan mental sehingga mereka mengetahui langkah selanjutnya yaitu dengan mencari bantuan therapist.

Therapist Gunakan Drama Korea sebagai Terapi

Jeanie Y. Chang, LMFT CMHIMP, CCTP adalah therapist pernikahan dan keluarga yang memanfaatkan drama Korea dalam pekerjaannya. Ia menolak budaya Korea dari orang tuanya saat beranjak dewasa. Namun, akhirnya menerima warisan budayanya dan menggunakan drama Korea untuk terapi kesehatan mental.

Chang akan meminta pasiennya menonton sebuah adegan drama Korea sebagai PR. Menurut sang therapist, drama Korea dapat menjembatani perbedaan antar tiap budaya. Pasiennya dapat mengerti apa yang ia maksud setelah menonton drama Korea.

"'Silakan tonton adegan ini, ini adalah PR kalian' dan bahkan jika mereka belum menonton drama Korea-nya, mereka dapat menonton adegan itu, dan akan datang kembali kepadaku dan berkata 'Oke, aku sekarang dapat membayangkan apa yang kau maksud'," ungkap Chang.

Reply 1988Keluarga Deok Sun dalam drama Korea Reply 1988 Foto: dok. tvN

Chang telah menggunakan sejumlah drama Korea sebagai terapi kesehatan mental. Misalnya, Reply 1988 yang dibintangi Park Bo Gum, Ryu Jun Yeol, dan Hyeri yang menggambarkan masalah dalam hubungan keluarga. Reply 1988 dapat membantu orang tua yang bingung dengan cara berkomunikasi pada anaknya.

"Aku akan mengatakan, misalnya, dalam Reply 1988 ada sebuah adegan yang sangat bagus. Kamu dapat melihat dalam adegan tersebut bahwa para anak biasanya tak bermaksud untuk tidak menghormatimu," sambung sang therapist.

Di luar pekerjaannya, Chang juga aktif di channel YouTube Noona's Noonchi. Ia mendalami drama Korea dari perspektif kesehatan mental dan berkolaborasi dengan mahasiswa berdarah Korea-Amerika yang diajarnya. Noonchi dalam bahasa Korea dapat diterjemahkan sebagai "ukuran mata yang tajam" dan diartikan Chang sebagai kemampuan untuk membaca ruangan.

Chang menggunakan apresiasinya terhadap drama Korea dan 'keterampilan' Noonchi-nya sebagai therapist untuk menggambarkan hal yang mengganggu pasien. Ia akan mencarikan adegan yang tepat dan membantu menjaga kesehatan mental mereka.



Simak Video "Dampak Body Shaming Terhadap Mental"
[Gambas:Video 20detik]
(rcp/rcp)