Vagina Gatal Padahal Sudah Bersih? Ini Penyebab yang Sering Tak Disadari
Meskipun sudah merasa bersih, vagina tetap bisa terasa gatal dan hal ini tentu bukan tanpa sebab. Selain rasa gatal, sebagian perempuan juga dapat merasakan sensasi terbakar yang cukup mengganggu.
Kondisi gatal pada area kewanitaan ini paling sering disebabkan oleh infeksi jamur dan bacterial vaginosis (BV). Selain dua penyebab tersebut, dermatitis kontak dan infeksi menular seksual juga dapat memicu rasa gatal pada vagina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dermatitis kontak biasanya terjadi karena kulit tidak cocok dengan produk tertentu, seperti deterjen, pelembut pakaian, sabun, tisu khusus kewanitaan, hingga pembalut. Karena itu, sebaiknya pilih produk yang lebih lembut, minim bahan tambahan, atau berbahan organik. Sedangkan infeksi menular seksual perlu diperiksa secara klinis agar dapat ditangani dengan tepat oleh tenaga medis.
Ginekolog yang berbasis di Amerika, Maral Malekzadeh, juga menjelaskan beberapa faktor lain yang dapat memicu rasa gatal pada area vagina, di antaranya:
1. Diabetes
Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat memicu infeksi jamur pada vagina sehingga menimbulkan rasa gatal. Urine dengan kandungan glukosa tinggi juga bisa menjadi lingkungan yang baik bagi jamur untuk berkembang.
2. Penggunaan antibiotik
Seperti dikutip dari Womans World, menurut Dr. Malekzadeh, antibiotik dapat mengganggu keseimbangan flora normal di vagina. Bakteri baik seperti lactobacillus dapat ikut berkurang akibat penggunaan antibiotik, sehingga jamur lebih mudah tumbuh dan menyebabkan rasa gatal.
3. Gangguan sistem imun
Sistem kekebalan tubuh yang menurun tidak hanya membuat seseorang lebih mudah terkena pilek atau infeksi virus lainnya. Kondisi ini juga dapat memengaruhi keseimbangan pH vagina, sehingga meningkatkan risiko infeksi jamur.
4. Kontrasepsi hormonal
Beberapa jenis kontrasepsi hormonal dapat menurunkan kadar estrogen. Pada sebagian perempuan, kondisi ini dapat memicu munculnya infeksi jamur yang menyebabkan rasa gatal.
Cara Mencegah Rasa Gatal Pada Vagina
Foto: Getty Images/iStockphoto/Dziurek
Pakaian yang basah sebaiknya segera diganti agar tidak memicu infeksi. Gunakan sabun tanpa pewangi dan cukup bersihkan bagian luar vagina saja. Membersihkan bagian dalam vagina justru dapat mengganggu keseimbangan pH alaminya. Selain itu, pilih pakaian dalam yang mampu menyerap keringat dan tidak terlalu ketat.
Perempuan yang mendekati masa menopause juga lebih berisiko mengalami gatal di area kewanitaan. Hal ini terjadi karena kadar estrogen yang menurun sehingga pH vagina meningkat. Namun kondisi ini tetap perlu diperiksa secara klinis untuk memastikan penyebabnya.
Jika rasa gatal disertai sensasi terbakar atau muncul gejala lain yang tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.













































