Alat Diet Mengandung Magnet, Dipasang di Gigi Supaya Tak Bisa Makan Banyak

Hestianingsih - wolipop Kamis, 08 Jul 2021 10:41 WIB
Alat Diet Mengandung Magnet. Alat Diet Mengandung Magnet. Foto: Dok. University of Otago
Jakarta -

Susah diet karena tidak bisa menahan nafsu makan? Sejumlah ilmuwan asal Inggris mengembangkan alat yang bisa membantu kamu mengontrol hasrat makan.

Alat unik yang diciptakan ilmuwan dari University of Otago ini menggunakan magnet yang disematkan pada gigi dan diklaim menjadi yang pertama di dunia. Para ilmuwan menargetkan alat tersebut bisa membantu mengatasi masalah obesitas secara global.

DentalSlim Diet Control, begitu alat tersebut diberi nama, terbuat dari stainless steel. Alat dipasang pada gigi geraham atas dan bawah serta dilengkapi 'pengunci' yang terbuat dari magnet.

Begitu dipasang, pemakainya hanya bisa membuka mulut selebar 2 mm sehingga tidak bisa makan banyak atau dalam porsi maupun ukuran yang besar. Namun mereka masih bisa beraktivitas normal seperti bicara dan bernapas.

Alat Diet Mengandung Magnet.Alat Diet Mengandung Magnet. Foto: Dok. University of Otago

Namun para ilmuwan menegaskan kalau alat ini tidak diperuntukkan untuk digunakan dalam jangka panjang, tapi hanya dalam kondisi tertentu. Misalnya saja pasien yang harus mengontrol asupan makan sebelum operasi atau sedang dalam program penurunan berat badan yang membutuhkan pengawasan dokter.

"Untuk meluruskan, tujuan diciptakannya alat ini bukan untuk penurunan jangka panjang atau pendek, tapi lebih untuk membantu pasien yang harus operasi dan yang belum bisa operasi sampai mereka berhasil mengurangi berat badan," terang University of Otago, seperti dikutip dari World of Buzz.

Alat magnet ini juga tidak untuk dipakai selamanya, melainkan hanya dua sampai tiga minggu. Itu pun juga harus di bawah pengawasan dokter nutrisi.

Alat Diet Mengandung Magnet.Alat Diet Mengandung Magnet. Foto: Dok. University of Otago

"Setelah dua atau tiga minggu magnetnya bisa dilepas dan alatnya dicopot. Kemudian pasien harus menjalani diet ketat dan perawatan. Alat ini digunakan sebagai pendekatan untuk membantu penurunan berat badan yang dikontrol oleh ahli diet," jelasnya lagi.

Berdasarkan uji coba, partisipan yang menggunakan alat ini selama dua minggu bisa menurunkan berat badan hingga 6,3 kg. Mereka juga lebih termotivasi untuk melanjutkan program diet guna mencapai target yang diinginkan.

"Halangan terbesar dalam proses penurunan berat badan adalah disiplinn dan alat ini membantu para pelaku diet lebih disiplin menjalani diet rendah kalori untuk periode waktu tertentu. Alat ini benar-benar bisa memulai proses diet ketat," ujar ketua penelitian dari University of Otago Health Sciences Professor Paul Brunton.

(hst/hst)