Heboh Willow Smith Terapi Penguapan Miss V, Pakar Kesehatan Sebut Berbahaya

Kiki Oktaviani - wolipop Kamis, 17 Jun 2021 11:37 WIB
Willow Smith perawatan penguapan kelamin Foto: dok. Red Table Talk
Jakarta -

Willow Smith beserta ibunya Jada Pinkett Smith, dan neneknya Adrienne melakukan terapi penguapan miss V yang disiarkan di talk show mereka Red Table Talk. Penampilan mereka jadi heboh dan kontroversi, lantaran terapi penguapan alat kelamin masih menjadi perdebatan.

Sejumlah dokter kandungan mengungkapkan bahwa melakukan penguapan alat kelamin berbahaya. Meski terapi ini sudah dilakukan sejak zaman dahulu kala, namun menurut Sherry Ross, seorang obgyn tidak merekomendasikannya.

"Wanita maya dan tabib tradisional telah melakukan penguapan vagina selama berabad-abad. Ini pada dasarnya mengepul vulva, area genital luar untuk membersihkan folikel rambut, membuka kelenjar keringat seperti yang kamu lakukan di wajah," ujar Sherry, seperti dikutip Yahoo Life.

Di Indonesia sendiri penguapan organ intim sering disebut dengan istilah ratus. Meski niatnya baik untuk merawat bagian intim, namun sebenarnya terapi tersebut tidak diperlukan.

Seperti yang telah diungkap oleh banyak ahli, vagina adalah organ yang dapat membersihkan diri. Menggunakan douche, pembersih vagina, atau melakukan penguapan justu berpotensi berbahaya.

"Vagina ada di dalam, dan tidak ingin mengganggu area sensitif itu karena semua bakteri baik bisa menjaga kebersihan lingkungan, seperti tugas air mata kita. Ini adalah cara vagina memiliki mekanisme pembersihan sendiri. Penguapan yang agresif dapat menganggu keseimbangan pH," jelas dr. Sherry.

Mengubah pH vagina dapat menyebabkan infeksi jamur atau bakteri, yang mana akan sulit untuk diobati. Selain itu, menggunakan air yang terlalu panas dapat menyebabkan luka bakar yang parah.

Dalam artikel 2018 dari Journal of Obstetrics and Gynecology Canada, para ahli mengungkap kasus seorang wanita yang dirawat di rumah sakit dengan luka bakar tingkat dua di vulvanya setelah dua hari berturut-turut melakukan terapi penguapan organ intim.

Senada dengan dr. Sherry, ahli kandungan lainnya Dr. Jen Gunter menyuarakan agar wanita tidak melakukan terapi penguapan yang juga dilakukan oleh Gwyneth Paltrow itu. Dr. Jen mengungkapkan bahwa ini menjadi bagian dari patriarki, di mana wanita dianggap kotor.

"Pada zaman Hippocrates mereka dulu berpikir bahwa rahim mengembara di tubuh, menyebabkan kekacauan, dan kamu akan dibujuk agar rahim kembali ke tempatnya dengan meletakkan ramuan harum di antara kedua kaki. Ini adalah hal yang sama (dengan penguapan vagina yang jadi tren). Dalam banyak budaya, kepercayaan inilah yang menganggap rahim itu beracun. Saya tidak percaya sekarang disajikan sebagai pemberdayaan perempuan. Itu feminisme yang buruk. Dan itu ilmu yang buruk," tegas Dr. Jen.



Simak Video "Jerit Perajin Dibalik Keindahan Kain Ulos Khas Batak"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)