Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

6 Tren Diet yang Viral dan Populer Sepanjang 2025

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Senin, 29 Des 2025 19:04 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi Diet
Foto: iStockphoto/Getty Images/P Stock
Jakarta -

Sepanjang 2025, tren diet menjadi salah satu topik gaya hidup yang paling banyak diperbincangkan. Dari TikTok hingga Instagram, berbagai pola makan populer bermunculan dan viral, memengaruhi cara orang memilih makanan sehari-hari.

Tak lagi soal menurunkan berat badan, tren diet 2025 berkembang menjadi bagian dari gaya hidup yang menekankan keseimbangan nutrisi, kesehatan pencernaan, hingga energi tubuh untuk aktivitas harian. Beragam tren diet yang populer sepanjang 2025 ini pun menjadi cerminan bagaimana gaya hidup sehat dipahami oleh para health enthusiast. Seperti apa?

1. Fibermaxxing

Ilustrasi sumber seratIlustrasi sumber serat. Foto: Shutterstock

Tren ini mendorong orang untuk secara sadar meningkatkan konsumsi serat jauh di atas angka minimum, dengan paduan buah, sayur, biji-bijian, dan legum untuk kesehatan pencernaan dan rasa kenyang yang lebih lama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyak kreator konten membagikan menu tinggi serat yang diklaim membantu pencernaan, menjaga kadar gula darah, serta membuat kenyang lebih lama. Fibermaxxing pun dipuji karena dianggap lebih ramah tubuh dibanding diet ekstrem yang terlalu membatasi asupan makanan.

2. Diet Tinggi Protein

Ilustrasi protein hewaniIlustrasi protein hewani. Foto: Getty Images/iStockphoto/Aamulya

Diet tinggi protein tetap menjadi primadona di 2025. Mulai dari menu harian, camilan, hingga minuman fungsional, protein hadir di mana-mana. Tren ini didorong oleh meningkatnya minat pada pembentukan otot, metabolisme yang lebih stabil, serta pengaruh gaya hidup aktif dan olahraga. Tak sedikit pula yang mengaitkannya dengan pola makan pendukung penurunan berat badan yang lebih berkelanjutan.

3. Plant-Based dan Veganuary

Vegan healthy balanced diet concept. Vegetarian buddha bowl with blank notebook and measuring tape. hickpeas, broccoli, pepper, tomato, spinach, arugula and avocado in plate on white background. Top view

Foto: Getty Images/iStockphoto/KucherAV

Gaya hidup plant-based kembali mendapat sorotan, terutama lewat kampanye Veganuary yang semakin luas gaungnya. Banyak orang mencoba pola makan nabati sebagai resolusi awal tahun, lalu melanjutkannya karena manfaat kesehatan dan alasan keberlanjutan lingkungan. Di 2025, plant-based tak lagi dianggap ekstrem, melainkan salah satu opsi gaya hidup sehat yang fleksibel.

4. Keto 2.0

ketogenic diet with nutrition diagram,  low carb,  high fat healthy weight loss meal plan

Foto: Getty Images/SewcreamStudio

Diet keto masih bertahan, namun dengan konsep baru. Keto 2.0 hadir lebih ramah nutrisi dengan menekankan lemak sehat, protein berkualitas, serta sayuran rendah karbohidrat. Pendekatan ini dianggap lebih realistis untuk jangka panjang dibandingkan versi keto sebelumnya yang hanya fokus dengan asupan protein dan lemak.

5. Intermittent Fasting

Diet Intermittent Fasting

Foto: Getty Images/Ana Lopez Fernandez

Puasa berselang atau intermittent fasting masih menjadi pilihan favorit karena fleksibel dan mudah diadaptasi dengan rutinitas harian. Konten "what I eat in a day" dengan pola makan berbasis jendela makan terus bermunculan, meski para ahli kerap mengingatkan pentingnya menyesuaikan metode puasa dengan kondisi tubuh masing-masing.

6. Diet Anti-Inflamasi

Ilustrasi salmon

Foto: Getty Images/Maria Tebryaeva

Pola makan anti-inflamasi semakin banyak dilirik, terutama oleh mereka yang fokus pada kesehatan jangka panjang. Diet ini menonjolkan konsumsi ikan berlemak, sayuran berwarna, rempah-rempah, kacang-kacangan, dan buah beri. Diet anti-inflamasi dipandang sebagai pendekatan preventif terhadap berbagai masalah kesehatan kronis.
(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads