Duh! Staf RS Curi Kartu Pasien COVID-19 yang Meninggal untuk Beli Camilan

Hestianingsih - wolipop Jumat, 11 Jun 2021 17:05 WIB
Back view of nurse caregiver support walking with elderly woman outdoor Ilustrasi staf rumah sakit. Foto: iStock
Birmingham -

Seorang staf rumah sakit melakukan aksi tak terpuji yang membuat dia dijatuhi hukuman penjara. Staf bernama Ayesha Basharat itu menggunakan kartu kredit salah satu pasien COVID-19 yang baru meninggal dunia untuk beli camilan.

Pada 24 Januari 2021, seorang pasien meninggal dunia setelah dirawat di Heartlands Hospital, Birmingham, Inggris. Pasien berjenis kelamin wanita tersebut berpulang di usia 83 tahun.

Sekitar 17 menit setelah dokter menyatakan pasien meninggal, Ayesha tertangkap kamera membeli enam bungkus camilan lewat vending machine rumah sakit. Beberapa saat kemudian dia kembali melakukan pembelian.

Empat hari setelahnya, wanita 23 tahun ini lagi-lagi membeli camilan sebanyak dua kali lewat vending machine yang sama. Namun transaksi terakhirnya gagal dan saat itu juga dia langsung diamankan polisi.

Usut punya usut, ternyata Ayesha mengambil kartu pasien yang telah meninggal tersebut dan menggunakannya untuk beli camilan. Saat ditangkap pun dia masih memegang kartu yang bukan miliknya itu.

Wanita yang tinggal di Farm Road, Birmingham, itu sempat membantah kalau dia telah mengambil kartu pembayaran pasien. Ayesha mengaku menemukannya di lantai dan tidak sengaja tertukar dengan kartunya sendiri saat membayar.

Namun di persidangan terungkap bahwa kartu pembayaran Ayesha dan mendiang pasien itu berbeda warna. Ia pun dituduh telah mengabaikan protokol rumah sakit tentang aturan barang-barang pribadi pasien yang hilang.

Seperti dikutip dari Mirror, saat sidang pada Rabu (9/6/2021) di Pengadilan Birmingham, Ayesha akhirnya mengakui perbuatannya. Dia menyatakan memang mencuri kartu pasien tersebut dan melakukan penipuan.

Ayesha dijatuhi hukuman lima bulan penjara namun tidak ditahan. Hukumannya ditangguhkan hingga 18 bulan ke depan.

"Ayesha Basharat langsung kami berhentikan ketika insiden ini terungkap dan kami melakukan semua langkah yang kami bisa untuk mendukung keluarga pasien," ujar juru bicara University Hospitals Birmingham NHS Foundation Trust.

Dia melanjutkan, "Peristiwa ini sangat memalukan dan jelas-jelas telah menurunkan standar dari integritas tinggi yang kami harapkan dari semua pekerja medis nasional."

(hst/hst)