Hobi Lari, Melanie Putria Bagi Tips Pilih Waktu Olahraga saat Puasa

Daniel Ngantung - wolipop Senin, 03 Mei 2021 19:30 WIB
Mature fitness woman tie shoelaces on road. Cheerful runner sitting on floor on city streets with mobile and earphones wearing sport shoes. Active latin woman tying shoe lace before running. Tips piiih waktu olahraga saat puasa (Foto: iStock)
Jakarta -

Bagi Puteri Indonesia 2002 Melanie Putria, olahraga lari seperti sudah mendarah daging di tubuhnya. Menjalani ibadah puasa pun tak menghalangi Melanie untuk melakoni olahraga favoritnya tersebut.

Menurut perempuan yang rutin mengikuti kompetisi lari baik nasional maupun internasional ini, olahraga tetap perlu selama bulan Ramadhan demi menjaga stamina saat berpuasa.

Untuk jenis olahraga, kata Melanie, bisa disesuaikan sesuai selera dan kemampuan. Pemilihan waktu juga perlu menjadi pertimbangan.

Melanie PutriaMelanie Putria (Foto: daniel ngantung/wolipop)

"Kalau aku biasanya ada tiga pilihan waktu: habis imsak, jelang magrib atau setelah buka puasa," kata perempuan 39 tahun itu kepada Wolipop detikcom saat acara pembukaan toko baru adidas di Pondok Indah Mall 3 belum lama ini.

Berikut tips olahraga sesuai waktu pilihan saat berpuasa dari Melanie Putria:

1. Habis Imsak

Kelebihan dari berolahraga pada waktu ini adalah tubuh masih segar karena baru mendapat asupan energi dari santapan sahur. "(Tapi) kalau olahraga jam 5 pagi, otomatis aku nggak bisa yang full intensity. Karena waktu puasa masih panjang banget sampai bedug magrib," kata Melanie.

Biasanya pada waktu ini, ia memilih olahraga yang ringan seperti latihan penguatan. Contohnya, plank, crunch atau squat. "Durasi 30 menit cukup," tambahnya.

2. Jelang Magrib

Menurut Melanie, pemilihan waktu ini juga memiliki benefit dan kekurangan tersendiri terutama bagi para runner.

"Latihan bisa medium intensity dan durasi bisa lebih panjang karena pas lagi capek-capeknya mau menjelang waktu berbuka," katanya.

Hanya saja, lanjut Melania, olahraga tidak boleh terlalu berat. Kalau lari, pace yang ideal berada di sekitaran tujuh. "Mengingat gula darah sudah rendah banget setelah puasa full. Sisa tenagalah yang dipakai," kata ibu satu anak ini. Alhasil, para pelari sulit mendapatkan boost performance atau keuntungan untuk meningkatkan kecepatan bila memilih waktu ini.

Runner athlete running on forest trail. woman fitness jogging workout wellness concept.Ilustrasi olahraga lari (Foto: thinkstock)

3. Setelah Buka Puasa

Pemilihan waktu ini terbilang ideal karena tubuh sudah mendapat asupan energi saat berbuka sehingga olahraga bisa lebih maksimal.

"Buka puasa, ngebatalin dengan minum teh manis, makan pisang dan kurma sudah cukup. Lalu lari, high intensity dan full power. Selesai lari, bisa makan besar," ujar Melanie Putria.

Masing-masing pribadi tentu memiliki preferensi waktu yang sesuai dengan kenyamanannya. Hal yang terpenting, kata Melanie Putria, kita perlu mengenali kemampuan dan sejauh mana batasan aktivitas fisik yang dapat dibebankan pada tubuh saat berpuasa.

(dtg/dtg)