Dokter Tertular COVID-19 Meninggal Tak Dapat Ventilator di RS Tempatnya Kerja

Hestianingsih - wolipop Rabu, 28 Apr 2021 14:06 WIB
A doctor walks in a disinfection tunnel outside an ambulance dedicated to COVID-19 patients in the Clinic for Infectious Diseases during the ongoing Coronavirus pandemic, in Pristina, Kosovo, Monday, Sept. 21, 2020. (AP Photo/Visar Kryeziu) Ilustrasi ventilator. Foto: AP/Visar Kryeziu
Uttar Pradesh -

Kisah sedih terjadi pada dokter yang menangani kasus COVID-19 di India. Seorang dokter berusia 85 tahun meninggal dunia setelah tertular virus Corona dan tidak mendapatkan perawatan yang memadai.

JK Mishra, seorang dokter senior, sudah bekerja di rumah sakit Swarup Rani Nehru selama 50 tahun. Dia merupakan salah satu tenaga medis yang menghadapi krisis gelombang dua tsunami COVID-19 yang melanda India.

Dokter asal Uttar Pradesh ini mengalami gejala COVID-19 pada 13 April 2021. Setelah didiagnosa dan dinyatakan positif, tiga hari kemudian dia dilarikan ke rumah sakit tempatnya bekerja untuk mendapatkan perawatan.

Seperti dilaporkan India Times, kondisinya terus mengalami perburukan, dan dokter yang merawatnya menyarankan pemasangan ventilator. Namun dari 100 fasilitas ventilator yang ada di rumah sakit, semuanya sudah terpakai, akibat membludaknya pasien COVID-19.

Pihak rumah sakit pun berusaha mencari ventilator di tempat lain namun hasilnya nihil. Mesin untuk membantu pernapasan ini jadi barang langka di seluruh kota.

Tak juga mendapatkan fasilitas ventilator, nyawa JK Mishra tak terselamatkan. Dia menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit, di depan istri tercinta.

JK Mishra merupakan satu dari total 200 ribu lebih warga India yang meninggal akibat COVID-19. Dalam 24 jam terakhir, dilaporkan lebih dari 3.000 orang meninggal.

Seperti dilansir AFP, data resmi yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan India pada Rabu (28/4/2021) mencatat ada 3.293 kematian. Angka ini merupakan angka kematian Corona tertinggi di India dalam sehari.

Uttar Pradesh sendiri, merupakan kota kedua yang paling merasakan dampak dari 'tsunami' gelombang kedua COVID-19 di India. Peningkatan kasus di sana membuat infrastruktur kesehatan hampir kolaps. Para pasien harus berlomba-lomba mencari tempat tidur rumah sakit, tabung oksigen serta obat-obatan.

(hst/hst)