Kabar Baik, Ibu yang Divaksin COVID-19 Bisa Beri Antibodi ke Bayi Lewat ASI

Hestianingsih - wolipop Minggu, 11 Apr 2021 11:00 WIB
Portrait of a loving mother in sofa breastfeeding baby girl. Newborn child fed with breast milk by mom. Ilustrasi ibu menyusui. Foto: iStock
Jakarta -

Kabar baik bagi para ibu menyusui yang khawatir dengan kesehatan bayinya di kala pandemi virus Corona. Sebuah studi menunjukkan bayi bisa mendapatkan antibodi COVID-19 dari air susu ibunya.

Para peneliti gabungan dari sejumlah universitas di Amerika Serikat menemukan bahwa ibu yang sudah mendapat vaksin atau memiliki antibodi terhadap virus COVID-19 bisa menurunkannya kepada bayi melalui ASI mereka. Hasil ini didapat setelah mereka menganalisa lebih dari 30 sample ASI dari 18 wanita yang pernah didiagnosa positif virus Corona.

"Hasil studi awal ini menunjukkan bahwa air susu dari ibu yang pernah terinfeksi COVID-19 mengandung antibodi yang spesifik dan aktif melawan virus, dan mereka tidak menularkan virus lewat susu. Ini kabar yang luar biasa!" tulis Bridget Young, penulis penelitian yang merupakan asisten profesor di University of Rochester Medical Center, seperti dilansir People.

Penelitian ini mendukung studi sebelumnya yang dilakukan ahli imunologi dari Icahn School of Medicini, Mount Sinai, bulan lalu. Dalam penelitiannya, imunolog Rebecca Powell juga menemukan hasil yang serupa.

Rebecca bersama tim nya menganalisa beberapa sample dari wanita yang telah menerima vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna. Dari sample-sample tersebut, para peneliti menemukan adanya level antibodi IgA yang tinggi. Antibodi ini biasa ditemukan dalam ASI dan bisa membantu melindungi bayi dari penyakit yang menyerang sistem pernapasan, salah satunya COVID-19.

Level antibodi pada ASI pun akan meningkat, segera setelah ibu menerima vaksin dosis kedua. Penemuan ini tentu bisa membuat para ibu lebih lega. Sebab hingga kini belum dilakukan uji coba keamanan suntik vaksin pada bayi atau anak-anak di bawah usia 12 tahun. Jadi menyusui bisa jadi alternatif pencegahan terhadap virus.

Namun perlu digarisbawahi bahwa perlindungan yang diturunkan ibu kepada bayinya melalui ASI hanya bersifat sementara dan tidak seefektif pemberian vaksin langsung. Oleh karena itu ibu menyusui tetap harus waspada dan mengikuti protokol kesehatan COVID-19.

"Ini tidak sama dengan bayi yang divaksinasi. Setelah Anda berhenti menyusui maka tidak ada lagi perlindungan," tegas Dr Antti Seppo, salah satu peneliti yang juga terlibat dalam studi tersebut.

(hst/hst)