25 Tahun Hidup Sebagai Wanita, Warga China Ini Baru Tahu Ia Ternyata Laki-laki

Hestianingsih - wolipop Minggu, 14 Mar 2021 07:12 WIB
ilustrasi wanita sedih Foto: Getty Images/iStockphoto/Suphansa Subruayying
Jakarta -

Seorang wanita di China kaget bukan kepalang. Puluhan tahun menjalani hidup layaknya perempuan, dirinya baru tahu kalau ternyata, ia terlahir sebagai laki-laki.

Peristiwa ini terjadi di China Selatan ketika wanita berusia 25 tahun memeriksakan pergelangan kakinya yang cedera ke dokter. Hasil rontgen memperlihatkan bahwa tulangnya tidak berkembang sejak ia melewati masa pubertas. Lebih mengejutkannya lagi, struktur tulangnya tidak seperti wanita pada umumnya.

Dokter pun melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mendapati bahwa Pingping, bukan nama sebenarnya, adalah seorang pria. Tes genetik menunjukkan bahwa kariotipe (pengambilan foto kromosom) menunjukkan kode 46,XY, pola yang normalnya ditemukan pada pria yang alat kelaminnya tidak jelas apakah pria atau wanita.

Di usia 25 tahun Pingping baru mengetahui bahwa dia tidak memiliki rahim maupun ovarium. Tapi alat kelamin prianya pun tak tumbuh sempurn dan dia juga tidak punya jakun.

"Kami juga tidak menemukan testis yang tersembunyi di tubuhnya. Mungkin karena dia sudah cukup berumur sehingga testisnya menurun dan berhenti tumbuh," ujar Dong Fengqin, dokter spesialis hormon yang memeriksa Pingping, seperti dikutip dari South China Morning Post.

Hasil tes lainnya menunjukkan bahwa Pinping mengalami hipertensi dan kadar potassium dalam tubuhnya sangat rendah. Gejala ini biasa ditemukan pada sebagian besar kasus congenital adrenal hyperplasia, sebuah kondisi yang menyebabkan gangguan pada perkembangan seksualitas.

Pingping Tumbuh Tak Seperti Anak Perempuan Pada Umumnya

Pingping memang tumbuh berbeda dengan anak-anak seusianya saat kecil. Ketika kebanykn gadis remaja sudah menstruasi di usia belasan tahun, dia tidak pernah mengalaminya. Orangtua Pingping sempat membawanya ke dokter namun kondisinya dinyatakan tidak ada masalah.

"Saat masih remaja ibu membawaku ke dokter. Dokter bilang pertumbuha seksualku hanya lebih lambat saja dari orang lain, dan aku akan menstruasi dalam beberapa tahun. Tapi setelah dewasa, masalah ini membuatku malu sehingga aku tidak merawatnya dengan serius," ujar Pingping.

Sejak kunjungan ke dokter saat dia remaja, Pingping tidak pernah lagi memeriksakan dirinya ke dokter, meskipun hingga dewasa dia tidak juga menstruasi. Sebab ia meyakini bahwa dia memiliki alat kelamin luar perempuan.

Sampai ia menikah, Pingping tidak juga mengetahui kalau dia sebenarnya adalah pria. Ia baru mempertanyakan kondisi tubuhnya ketika menikah dan tak juga memiliki anak. Padahal dia dan suaminya sudah mengikuti program hamil selama 12 bulan.

Kondisi Pingping yang unik ini dikenal dengan interseks. Istilah ini dapat diartikan sebagai Disorder Sex Development (DSD) atau istilah yang merujuk pada seseorang yang lahir dengan variasi karakteristik seks yang tidak cocok dengan definisi laki-laki atau perempuan. Kondisi ini juga bisa disebabkan karena genetika mosaik atau kromosom campuran.

(hst/hst)