Diprediksi Hanya Bertahan Beberapa Jam karena COVID, Ibu Ini Berhasil Sembuh

Hestianingsih - wolipop Sabtu, 19 Des 2020 07:14 WIB
Kematian Meningkat, Dokter Berusaha Tidak Gunakan Ventilator Untuk Covid-19 Ilustrasi wanita memakai ventilator. Foto: BBC Karangan Khas
Benton -

Keajaiban terkadang datang di waktu tak terduga. Ketika seseorang sudah pasrah dan merasa tak punya harapan lagi. Seperti kisah seorang pasien COVID-19 yang satu ini.

Rhonda Withem, diprediksi tidak akan bertahan hidup setelah sebulan lebih dirawat karena virus Corona. Namun setelah alat bantu napas dicabut dan ia hanya diperkirakan hidup dalam beberapa jam lagi, Rhonda membuka mata, dan berhasil mengalahkan virus. Ini dia kisahnya.

Rhonda Withem terinfeksi virus Corona pada awal November 2020 dan harus menjalani karantina mandiri di rumah. Gejalanya tak juga membaik, malah bertambah parah, sehingga dilarikan ke rumah sakit dan masuk ICU.

Nichole Brewer, anak dari Rhonda, mengatakan bahwa ibunya dirawat di ICU selama dua minggu dan bernapas dengan dibantu ventilator. Kondisi Rhonda tak kunjung membaik, ia bahkan tak merespons dokter selama dirawat.

Hingga akhirnya dokter menyatakan kalau wanita asal Benton, Arkansas, ini tidak akan bertahan hidup dan memutuskan melepas ventilator. Keluarga Rhonda diberitahu bahwa seorang pasien hanya akan bertahan selama beberapa jam setelah ventilator dilepas. Mereka pun sudah bersiap melepas kepergian sang ibu.

Tapi yang terjadi setelahnya sungguh di luar dugaan. Beberapa saat setelah dokter melepas ventilator, Rhonda membuka matanya untuk pertamakalinya sejak dirawat. Dia melihat ke sekeliling ruangan dan mencoba melambaikan tangan ke anak-anaknya, bahkan bisa tersenyum.

"Ini sebuah keajaiban. Dia hidup," kata Nichole, seperti dikutip dari thv11.

"Dokter bilang hanya beberapa jam dia hidup setelah semua alat bantunya dilepas," lanjutnya.

Kini Rhonda sedang dalam masa pemulihan agar benar-benar sembuh dari virus Corona. Dia masih akan dirawat hingga 26 Desember 2020. Keluarganya pun berpesan kepada orang-orang yang anggota keluarganya sedang berjuang melawan COVID-19 agar tidak pernah berhenti berharap dan menyerah.

"Tidak menyerah bahkan setelah melihatnya (di rumah sakit) selama sebulan, memberinya pelukan erat, dan meremas lehernya, ini benar-benar mengagumkan. Jangan menyerah dengan keyakinan atau harapanmu. Kami telah menyaksikannya," pungkas Nichole.

(hst/hst)