Cara Tepat Ikuti Intermittent Fasting, Pola Makan yang Bisa Bikin Turun BB

Vina Oktiani - wolipop Jumat, 16 Okt 2020 19:00 WIB
Intermittent fasting concept with clock on white plate, fork and knife on blue table Foto: iStock
Jakarta -

Intermittent Fasting adalah salah satu cara diet untuk menurunkan berat badan. Konsep dari diet ini adalah untuk mengurangi waktu makan. Jadi pengikut diet ini hanya diperbolehkan makan di waktu-waktu tertentu saja.

Diet yang satu ini sebenarnya cukup popular, beberapa selebriti luar negeri seperti mantan atlet Terry Crews, Jimmy Kimmel, Beyonce, Ben Affleck, Hugh Jackman, dan Nicole Kidman sudah pernah mencobanya. Tak hanya selebriti luar negeri, melainkan selebriti Indonesia seperti Nagita Slavina dan Melaney Ricardo pun telah berhasil menurunkan berat badannya dengan diet Intermittent Fasting.

Selain dapat membantu menunjang penampilan, pola makan yang satu ini juga dipercaya dapat memberikan efek positif bagi kesehatan. Diantaranya adalah untuk meningkatkan kesehatan jantung dan menurunkan risiko terserang kanker.

Seperti dikutip dari Healthline, umumnya pola makan Intermittent Fasting mengharuskan pengikutnya untuk puasa selama 16 jam setiap hari atau 24 jam setiap dua kali seminggu. Namun ada beberapa cara berbeda yang dapat diikuti jika ingin mencoba pola makan Intermittent Fasting. Berikut ini 3 cara yang paling umum untuk melakukan Intermittent Fasting.

1. Metode 16/8

Cara ini biasa disebut juga dengan protokol Leangains. Metode ini mewajibkan para pengikutnya untuk melewatkan sarapan pagi dan membatasi waktu makan harian hanya selama 8 jam. 16 jam sisanya akan dipakai untuk berpuasa.

2. Makan-Berhenti-Makan

Cara kedua ini mewajibkan para pengikutnya untuk berpuasa 24 jam sekali atau dua kali seminggu. Misalnya dengan memulai dari tidak makan dari mulai makan malam hingga makan malam keesokan harinya.

3. Diet 5:2

Cara yang ketiga mewajibkan pengikutnya untuk mengonsumsi hanya sekitar 500 hingga 600 kalori dalam dua hari seminggu, namun tidak pada hari yang berurutan. 5 hari lainnya bisa diisi dengan makan normal seperti biasa.

Selama mengikuti pola makan Intermittent Fasting tidak dianjurkan untuk mengonsumsi minuman berkalori. Kamu bisa meminum air putih, kopi, teh, atau minuman tidak berkalori lainnya. Tapi jangan menambahkan gula pada kopimu. Sebagai gantinya, kamu bisa menambahkan sedikit susu atau krim.

Dengan mengikuti pola makan ini diharapkan seseorang akan mengonsumsi makanan lebih sehingga secara otomatis mengurangi asupan kalori dalam tubuh. Selain itu, pola makan ini juga dapat mengubah kadar hormon untuk memfasilitasi penurunan berat badan.

Intermittent Fasting dapat menurunkan insulin dan meningkatkan kadar hormon pertumbuhan. Hal itu dapat meningkatkan pelepasan hormon pembakaran lemak norepinefrin (noradrenalin).

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa diet Intermittent Fasting bisa menjadi salah satu cara ampuh untuk menurunkan berat badan. Berdasarkan penelitian pada tahun 2014, Intermittent Fasting dapat menurunkan berat badan 3 hingga 8% selama 3-24 minggu. Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa seseorang yang mengikuti pola makan Intermittent Fasting akan kehilangan 4-7% lingkar pinggangnya yang mengindikasikan hilangnya lemak perut berbahaya.

Namun perlu diperhatikan bahwa Intermittent Fasting tidak dianjurkan untuk orang-orang yang memiliki kekurangan berat badan atau riwayat gangguan makan. Jadi ada baiknya sebelum mengikuti pola makan Intermittent Fasting kamu bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli kesehatan.

(vio/vio)