Cara Mengenali Minyak Zaitun Asli Atau Palsu

Lukita Wardani - wolipop Kamis, 29 Okt 2020 11:03 WIB
Olive oil bottle in the kitchen Cara mengenali minyak zaitun asli atau palsu. Foto: Getty Images/iStockphoto/MileA
Jakarta -

Bagi kamu pengguna minyak zaitun mungkin ada yang tidak mengetahui ciri minyak zaitun yang asli atau palsu. Karena banyak penjual yang memberi label pada produk mereka bahwa itu merupakan minyak zaitun asli, ternyata palsu. Padahal kita tahu bahwa minyak zaitun memiliki manfaat yang banyak seperti melindungi dari penyakit jantung, peradangan dan tekanan darah tinggi.

Jadi, bagaimana kamu bisa tahu apakah minyak zaitun itu 100 persen asli? Ada beberapa cara untuk mengenali minyak zaitun asli atau palsu. Seperti dari baunya, kemasannya hingga harganya.

Cara Mengenali Minyak Zaitun Asli Atau Palsu

1. Cium dan Cicipi

Minyak zaitun asli harus beraroma segar, seperti rumput atau sejenis buah. Hindari minyak zaitun yang berbau apak atau anyir, atau bahkan tidak berbau.

Selain penciuman, cobalah cicipi minyak zaitun tersebut. Saat mencicipinya, seharusnya kamu menemukan jejak rumput, buah, dan almond di lidahmu. Selain itu, pertanda baik jika minyaknya terasa agak pahit (tapi tidak terlalu banyak) dan juga memiliki rasa pedas (kamu mungkin bisa merasakannya di bagian belakang tenggorokan). Jangan terlalu khawatir tentang warna, warna minyak zaitu biasanya kehijauan atau jerami.

Olive oil bottle in the kitchenCara mengenali minyak zaitun asli atau palsu. Foto: Getty Images/iStockphoto/MileA

2. Lihat Tanggal Batch

Cara mengenali minyak zaitu asli atau palsu coba teliti tanggal batch. Tanggal ini tidak sama dengan tanggal kedaluwarsa. Lihat label botol untuk mengetahui 'tanggal batch', 'tanggal kemasan', atau 'tanggal panen'. Tanggal batch ini setidaknya dalam 18 bulan terakhir. Jika hanya memiliki tanggal kedaluwarsa dan tidak ada yang lain, kamu harus mempertimbangkan untuk tidak membelinya karena bisa jadi minyak zaitun tersebut telah diproduksi atau dibotolkan bertahun-tahun sebelumnya.

3. Perhatikan Cara Pengemasannya

Minyak zaitun harus disimpan di tempat yang gelap dan dingin, jadi jika botolnya bening, kamu sebaiknya menjauhi merek tersebut. Botol yang lebih gelap akan membantu mengawetkan minyak zaitun. Selain itu, minyak zaitun harus dikemas dalam botol kaca. Botol plastik terlalu berpori untuk melindungi dari panas, cahaya, atau kelembapan.

Olive oil bottle in the kitchenBotol kemasan minyak zaitun. Foto: Getty Images/iStockphoto/MileA

4. Baca Label dengan Hati-hati

Hanya karena minyak zaitun menyatakan 'dikemas' atau 'dibotolkan' di lokasi tertentu, bukan berarti zaitun ditanam di sana, atau bahkan minyak itu diproduksi di sana. Minyak zaitun bisa dibuat di negara lain dan kemudian dikirim ke Italia atau Yunani untuk dibotolkan. Lihat label untuk mencari tahu di mana tepatnya minyak zaitun diproduksi. Selain itu, label harus menyebutkan kata 'extra virgin'. Hindari membeli minyak zaitun yang di kemasannya tertulis istilah seperti pure, light, atau olive pomace oil karena berarti telah dimurnikan secara kimiawi.

5. Harga Minyak Zaitun

Minyak zaitun 'panen awal' (yang memiliki tingkat polifenol sehat tertinggi) adalah minyak yang diperas dari zaitun sebelum zaitun matang. Zaitun yang masih mentah menghasilkan minyak zaitun yang jauh lebih sedikit tetapi minyaknya jauh lebih berkualitas. Karena pabrikan menghasilkan lebih sedikit minyak, itu membuatnya lebih mahal. Jika kamu membeli di toko grosir, perhatikan labelnya dan hindari harga murah. Sayangnya, jika harganya murah, mungkin itu bukan minyak zaitun asli - jadi anggaplah itu sebagai investasi untuk kesehatan kamu!

Itulah lima cara mengenali minyak zaitun asli atau palsu. Semoga bermanfaat.



Simak Video "Goreng Makanan Jadi Lebih Sehat dengan Minyak Zaitun"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)