Perampok Gugat Balik Nana eks After School, Kini Ngaku Diimingi 40 Juta Won
Kasus perampokan rumah Nana eks After School masih terus bergulir. Setelah menggugat balik Nana atas tuduhan percobaan pembunuhan, kini tersangka mengatakan bintang drama Korea Mask Girl itu telah memaksanya untuk mengakui kesalahannya.
Insiden perampokan rumah Nana eks After School terjadi Sabtu (15/11/2025) pukul 6 pagi. Seorang pria datang ke rumahnya membawa senjata tajam, dan memakai tangga hingga mencapai teras rumah. Ia kemudian masuk lewat pintu yang tak terkunci.
Pria itu langsung mencekik ibu Nana eks After School begitu keduanya bertemu di dalam rumah. Mendengar teriakan ibunya, sang aktris terbangun dan langsung melawan perampok dengan bela diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam situasi yang mengancam nyawa, Nana eks After School berhasil menahan lengan perampok hingga polisi tiba di kediamannya. Akibat pertengkaran tersebut, Nana dan ibunya mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya. Tersangka yang berusia 30an juga menderita luka robek pada bagian rahang, yang disebabkan oleh senjata tajamnya.
Menurut laporan Star Today, Jumat (2/1/2026), tersangka tiba-tiba membalikkan pernyataannya. Ia semula mengaku telah merampok rumah Nana eks After School membawa senjata tajam. Namun, kini mengaku tidak membawa senjata bahkan menuduh Nana melakukan "percobaan pembunuhan."
Tak hanya itu, perampok rumah Nana eks After School juga mengirimkan surat panjang kepada kepala rubrik kriminal JTBC News lewat kenalannya.
Dalam suratnya, ia mengatakan "hanya berniat melakukan pencurian dan tidak menyiapkan senjata apa pun" demi mendapat biaya rumah sakit ibunya. Tersangka mengaku hanya memakai sarung tangan dan headset. Nana eks After School disebut-sebut menusuknya dengan senjata yang ada di rumah.
Yang mengejutkan, perampok rumah Nana eks After School mengaku ditawari 40 juta won atau setara Rp 463 juta untuk mengaku datang membawa senjata. Ada surat pernyataan yang mereka tanda tangani.
Namun, klaimnya bertentangan dengan hasil investigasi. Polisi mengkonfirmasi bahwa tersangka memanjat tangga untuk masuk ke teras rumah Nana eks After School, membawa senjata di dalam sarungnya. Ia juga mencekik ibunya yang lanjut usia.
Sejumlah pihak menduga tersangka menulis surat tersebut dari penjara sebagai upaya untuk mengurangi hukumannya. Agensi Nana eks After School juga membantah adanya kesepakatan dengan tersangka perihal tagihan rumah sakit, bayaran uang 40 juta won, atau senjata tajam.
(rcp/rcp)









































