Punya Kondisi Otak Langka, Wanita Ini Tak Bisa Mengenali Wajahnya Sendiri

Hestianingsih - wolipop Jumat, 16 Okt 2020 20:00 WIB
Elena penderita prosopagnosia Elena penderita prosopagnosia. Foto: Instagram/@mountain_of_caramel
Jakarta -

Kondisi langka dialami wanita asal Rusia ini. Dia tidak bisa mengenali wajah-wajah orang. Bahkan keluarga dan teman sendiri seperti orang asing yang baru pertama kali dilihatnya.

Wanita bernama Elena ini mengidap gangguan yang disebut prosopagnosia. Kondisi yang menyebabkan seseorang tidak bisa mengingat wajah baik itu suami, anak, teman, maupun dirinya sendiri.

Sejak kecil Elena memang kesulitan mengingat wajah orang-orang. Dia tidak bisa membedakan perbedaan wajah orang yang satu dengan lainnya. Saat menceritakan kondisinya tersebut kepada sang ayah dia hanya diingatkan agar lebih perhatian saat berbicara dengan orang lain atau mencoba melatih otak.

Elena penderita prosopagnosiaElena penderita prosopagnosia. Foto: Instagram @mountain_of_caramel

Setali tiga uang, ibunya pun memarahinya, dan memintanya agar jangan mengada-ngada. Padahal kala itu Elena pun bingung dengan keadaannya sendiri.

Baru sekitar satu tahun lalu, Elena akhirnya mengetahui kondisi medis yang dialaminya. Di usia 29 tahun ibu satu anak ini baru tahu kalau dia mengidap gangguan otak prosopagnosia atau istilah lainnya 'kebutaan wajah'.

"Saat usiaku 16 tahun, aku liburan di pantai dan ada sekelompok remaja yang pernah satu TK denganku mendatangiku. Aku tidak tahu sama sekali siapa yang ada di depanku, padahal mereka bercerita tentang kenangan masa lalu kami dan bilang hampir tidak ada wajah yang berubah. Bahkan ibuku tahu mereka. Lalu kami melihat-lihat foto masa kecil dan ibuku langsung mengenalinya. Dari saat itu aku sadar kalau aku melihat wajah orang-orang secara berbeda," jelasnya, seperti dikutip dari Brightside.

Saat remaja Elena juga kerap mengalami sakit kepala hebat yang mengakibatkan mimisan dan tekanan darah rendah. Beberapa spesialis syaraf yang memeriksanya kala itu tidak pernah mengira kalau sakit kepala yang dideritanya ternyata berkaitan dengan prosopagnosia.

Elena penderita prosopagnosiaElena penderita prosopagnosia Foto: Instagram @mountain_of_caramel

Tidak Mengenali Anak dan Suami Sendiri

"Suatu ketika aku mendatangi seorang anak kecil dan merapikan celananya. Aku baru sadar kalau anak yang berada di depanku itu adalah anak orang lain setelah anakku sendiri datang dan bilang, 'Ibu, rapikan celanaku juga,'" tutur Elena.

Tak mengenali wajah anak sendiri tentu jadi tantangan berat dalam kehidupan sehari-hari seorang Elena. Anaknya yang kini berusia 5 tahun pergi sekolah setiap hari dan dia harus mengingat pakaian warna apa yang dikenakan sang putra saat itu agar bisa mengenalinya saat dia menjemputnya dari sekolah.

"Aku membelikannya baju-baju warna terang karena memudahkanku mengenalinya di antara anak-anak lain yang seumuran. Untungnya dia selalu lari menghampiriku dan memanggil, 'Ibu!' ketika dijemput dari sekolah," lanjut Elena.

Dia juga pernah tidak mengenal suaminya saat jenggotnya dicukur. "Suamiku dengan atau tanpa jenggot seperti dua orang yang berbeda bagiku," keluhnya.

Bingung dengan Wajah Sendiri

Prosopagnosia juga membuat Elena tidak bisa mengenali wajah sendiri saat bercermin. Maka dia mengandalkan tahi lalat atau tanda lahir untuk tahu bahwa wajah yang ada di dalam cermin itu tidak lain dan tidak bukan adalah dirinya sendiri.

"Aku mengenali wajahku sendiri di foto dengan melihat tahi lalat yang ada di bawah alis, garis rambut, bekas luka di dagu dan hidungku yang bengkok," kata Elena.

Cara itu juga yang dia gunakan untuk bisa mengenali teman dan lawan bicaranya. Ketika berbincang dengan seseorang biasanya dia akan mengingat fitur wajah. Misalnya tahi lalat, warna mata, bekas luka dan tato.

Elena penderita prosopagnosiaElena penderita prosopagnosia Foto: Instagram @mountain_of_caramel

Elena jarang mengingat-ingat fitur wajah yang tidak permanen misalnya potongan rambut, warna pakaian atau jika orang tersebut memakai lensa kontak. Dia juga mencoba mengenali orang dari suaranya.

"Ingatanku sebagian besar adalah suara-suara. Suara adalah cara paling akurat untuk mengidentifikasi seseorang," ucapnya.

Kondisi Langka yang Hanya Dialami Segelintir Orang

Seperti dilansir New Scientist, Prosopagnosia merupakan kondisi langka yang hanya dialami 2,5 persen orang dari seluruh populasi di dunia. Biasanya orang yang mengidap gangguan ini tidak menyadari bahwa kondisinya tidak normal dan hanya menganggap lupa dengan seseorang.

"Beberapa bagian otak mereka bisa mengenali sebuuah wajah. Tapi otak gagal mengirimkan informasi ke tingkat kesadaran yang lebih tinggi," jelas spesialis syaraf dari Universitas Harvard, Brad Duchaine.

(hst/hst)