Barbie Genital, Operasi Plastik di Area Intim Wanita yang Meningkat 400%

Kiki Oktaviani - wolipop Rabu, 02 Sep 2020 13:49 WIB
miniatur makanan dan boneka barbie Foto: Instagram @sweetminidollhouse
Jakarta -

Operasi plastik tidak hanya di area wajah saja, prosedur kecantikan di area intim wanita ternyata kini juga banyak diminati. Prosedur bernama labiaplasty atau yang sering disebut Barbie genital itu kini banyak dicari wanita untuk menghasilkan bentuk area intim bak Barbie.

Prosedur tersebut untuk membentuk kembali area labia agar bentuknya simetris antara kanan dan kiri atau membuatnya lebih kencang. Seperti dikutip The Sun, operasi plastik tersebut meningkat 400% selama 10 tahun terakhir ini.

Mengejutkannya, pasien yang ingin melakukan opeasi plastik labia tersebut tidak hanya wanita dewasa atau ibu yang sudah punya anak, namun juga banyak remaja yang sudah melakukan prosedur tersebut. Dr. Gerard Lambe, ahli bedah plastik asal Manchester, Inggris melaporkan fakta tersebut.

ilustrasi vaginaIlustrasi area intim wanita Foto: iStock

"Banyak orang yang mengatakan bahwa mereka tidak menyukai penampilan labianya sejak sangat muda, dan berpikir untuk melakukannya. Aku telah melihat pasien dari berbagai usia. Ada yang sudah menikah dan memiliki anak, bahkan gadis muda yang datang bersama ibunya," ucap Dr. Gerald.

Labiaplasty dipercaya dapat meningkatkan kepuasan dalam bercinta. Dalam sebuah riset menunjukkan bahwa 97,2% wanita yang melakukan prosedur labiaplasty mengaku lebih puas dengan kehidupan seks mereka.

Meski sebagian besar responden yang pernah menjalani operasi vagina ini merasakan dampak positif pada kehidupan seks mereka, bukan berarti prosedur ini tidak berisiko. Dokter kandungan di Rumah Sakit London Bridge, dr Lawrence Mascarenhas, mengatakan banyak wanita yang menjalani labiaplasty menderita komplikasi. Dan menurutnya wanita tidak perlu mengambil risiko yang tidak perlu untuk menciptakan vagina yang sempurna.

"Tapi dengan pembedahan semua ada risiko. Ada sedikit ruang untuk kesalahan dengan prosedur seperti ini karena jika terlalu pendek Anda bisa memotong suplai darah ke klitoris, yang berarti hilangnya sensasi seksual, secara permanen," jelas Dr Mascarenhas.

Selain itu, seperti dikutip dari Mamashealth, risiko utama dari operasi peremajaan vagina adalah perdarahan yang berlebihan, infeksi, serta risiko jaringan parut yang dapat memicu komplikasi pasca operasi. Risiko jaringan parut biasanya menjadi masalah yang lebih serius pada operasi ini dibandingkan dengan operasi lain, hal ini karena sifat sensitif dari vagina.



Simak Video "Cantiknya Para Barbie di Dunia Nyata Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)