Benarkah Operasi Perbaiki Bentuk Vagina Bisa Tingkatkan Kepuasaan Seks?

- wolipop Selasa, 10 Des 2013 19:59 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta - Labiaplasty dan vaginoplasty merupakan dua jenis operasi untuk memperbaiki bentuk vagina. Operasi ini umumnya dilakukan wanita yang merasa tidak percaya diri lagi dengan bentuk vaginanya, apalagi jika sudah beberapa kali melahirkan secara normal. Wanita khawatir perubahan bentuk vagina bisa mempengaruhi kepuasaan seks pasangan dan diri mereka sendiri. Lantas, apakah setelah operasi kepuasaan seks jadi semakin bertambah?

Riset yang dimuat dalam Journal of Sexual Medicine mengungkapkan fakta mengenai pengaruh dari operasi vagina labiaplasty dan vaginoplasty. Labiaplasty sendiri adalah memperpendek labia bagian dalam yang menonjol dan vaginoplasty untuk memperketat dinding vagina.

Penelitian dilakukan dengan melihat dampak 341 prosedur operasi vagina terhadap 258 wanita yang dilakukan 12 ahli operasi bedah plastik genital di delapan negara bagian. Penelitian tersebut dipimpin oleh Michael P. Goodman M.D, seorang ahli bedah plastik genital.

Dari hasil riset diketahui, 97,2% wanita yang melakukan prosedur labiaplasty mengaku lebih puas dengan kehidupan seks mereka. Dan 91,2% wanita yang menjalani vaginoplasty baik di area luar atau dalam vagina mengungkapkan kepuasan yang sama.

Meski sebagian besar responden yang pernah menjalani operasi vagina ini merasakan dampak positif pada kehidupan seks mereka, bukan berarti prosedur ini tidak berisiko. Dokter kandungan di Rumah Sakit London Bridge, dr Lawrence Mascarenhas, mengatakan banyak wanita yang menjalani labiaplasty karena menderita komplikasi. Dan menurutnya wanita tidak perlu mengambil risiko yang tidak perlu untuk menciptakan vagina yang sempurna.

"Tapi dengan pembedahan semua ada risiko. Ada sedikit ruang untuk kesalahan dengan prosedur seperti ini karena jika terlalu pendek Anda bisa memotong suplai darah ke klitoris, yang berarti hilangnya sensasi seksual, secara permanen," jelas Dr Mascarenhas.

Selain itu, seperti dikutip dari Mamashealth, risiko utama dari operasi peremajaan vagina adalah perdarahan yang berlebihan, infeksi, serta risiko jaringan parut yang dapat memicu komplikasi pasca operasi. Risiko jaringan parut biasanya menjadi masalah yang lebih serius pada operasi ini dibandingkan dengan operasi lain, hal ini karena sifat sensitif dari vagina.

(eny/aln)