6 Penyebab Perut Buncit karena Kesalahan Gaya Hidup

Lukita Wardani - wolipop Selasa, 18 Agu 2020 06:00 WIB
Woman in Active Wear With Squeezed Measuring Tape on a Gray BackgroundWoman in Active Wear With Squeezed Measuring Tape on a Gray Background Ilustrasi penyebab perut buncit. Foto: iStock
Jakarta -

Memiliki perut buncit merupakan mimpi buruk dari semua orang, biasanya terjadi akibat penumpukan lemak di sekitar perut.

Perut buncit terjadi akibat penumpukan lemak di perut dan sekitarnya. Ada dua jenis lemak penyebab perut buncit, yang pertama visceral yakni lemak yang mengelilingi organ tubuh dan subkutan, lemak yang berada di bawah kulit.

Biasanya komplikasi kesehatan dari lemak visceral lebih berbahaya ketimbang lemak subkutan. Lemak perut yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, serangan jantung, tekanan darah tinggi, stroke, diabetes, kanker payudara, asma dan penyakit lainnya.

Lantas apa penyebab perut buncit? Ini tujuh penyebab perut buncit karena kesalahan gaya hidup.

1. Pola Makan yang Berantakan

Junkf oodIlustrasi wanita makan junkfood Foto: iStock

Sering makan makanan manis seperti kue dan permen, serta minuman, seperti soda dan jus buah, dapat menyebabkan penambahan berat badan dan memperlambat metabolisme seseorang. Pola makan rendah protein dan tinggi karbohidrat juga dapat memengaruhi berat badan.

Lemak trans, khususnya, dapat menyebabkan peradangan dan dapat menyebabkan obesitas. Lemak trans ada di banyak makanan, termasuk makanan cepat saji dan makanan yang dipanggang, misalnya gorengan, kentang goreng, muffin atau biskuit. The American Heart Association merekomendasikan agar mengganti lemak trans dengan makanan biji-bijian yang sehat, lemak tak jenuh tunggal, dan lemak tak jenuh ganda. Selain itu membaca label makanan dapat membantu seseorang menentukan apakah makanannya mengandung lemak trans.

2. Terlalu Banyak Konsumsi Alkohol

Bir Pletok, the traditional non-alcoholic beer from Betawi culture, Jakarta. The beer, that is basically a herbal concoction, is served with foam on top after being shaken with ice cubes. The beer is served in a old-fashioned glass filled with ice cubes and garnished with lemongrass and pandan leaf.Minuman beralkohol. Foto: iStock

Mengonsumsi alkohol secara berlebihan memang tidak baik dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit lever dan peradangan. Sebuah laporan tahun 2015 tentang konsumsi alkohol dan obesitas dari jurnal Current Obesity Reports menunjukkan bahwa minum alkohol berlebihan menyebabkan berat badan pria bertambah di sekitar perut mereka, meskipun hasil penelitian pada wanita tidak konsisten.

3. Kurang Olahraga

Kesal Suaminya Malas, Wanita Ini Sengaja Buat Daftar Belanja Makanan PalsuIlustrasi pria malas. Foto: iStock

Kurang olahraga dapat membuat seseorang sulit membakar lemak berlebih, terutama di sekitar perut. Jika kamu mengonsumsi makanan dengan kalori berlebih dan tidak ada pembakaran maka berat badan akan bertambah. Akibatnya, ini menjadi penyebab perut buncit.

4. Stres

Unhappy Woman Touching Her Head and Suffering From Headache. Portrait of an Attractive Young Woman Sitting on a Sofa at Home With a Headache, Feeling Pain and With an Expression of Being Unwell. People, Emotions, Stress and Health Care ConceptIlustrasi wanita stres. Foto: iStock

Hormon steroid yang dikenal sebagai kortisol membantu tubuh mengontrol dan mengatasi stres. Ketika seseorang berada dalam situasi berbahaya atau tekanan tinggi, tubuh mereka melepaskan kortisol, dan ini dapat berdampak pada metabolisme mereka.

Biasanya mereka menjadikan makanan sebagai pelarian untuk mendapatkan kenayaman dan mengurangi stres. Sehingga menyebabkan kelebihan kalori dan menciptakan lemak di sekitar perut dan area tubuh lainnya.

5. Kualitas Tidur Buruk

Seorang perempuan mengalami insomnia.Seorang perempuan mengalami insomnia. Foto: Thinkstock

Kualitas buruk dan durasi tidur yang singkat dapat berperan dalam perkembangan lemak perut dan menyebabkan perut buncit. Sebuah studi di Journal of Clinical Sleep Medicine mengaitkan penambahan berat badan dengan durasi tidur yang singkat dapat menyebabkan kelebihan lemak perut. Kurang tidur juga berpotensi menyebabkan perilaku makan yang tidak sehat, seperti makan secara emosional, atau makan karena ingin bukan karena butuh.

6. Merokok

penyebab payudara mengendurIlustrasi wanita merokok. Foto: Thinkstock

Para peneliti mungkin tidak menganggap merokok sebagai penyebab langsung perut buncit, tetapi mereka yakin itu adalah faktor risiko. Sebuah studi tahun 2012 yang diterbitkan dalam jurnal PloS one menunjukkan bahwa, meskipun obesitas sama antara perokok dan bukan perokok, perokok memiliki lebih banyak lemak perut dan viseral dibandingkan bukan perokok.



Simak Video "Tips Potong Rambut Anak Tanpa Rewel"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)