Big is Beautiful, Wanita Berisi Lebih Dipuja di Negara Ini

Daniel Ngantung - wolipop Senin, 22 Jun 2020 14:19 WIB
HAMILTON, NEW ZEALAND - OCTOBER 26: Tongan fans prepare for the match during the International Rugby League Test match between the Great Britain Lions and Mate Maa Tonga at FMG Stadium on October 26, 2019 in Hamilton, New Zealand. (Photo by Fiona Goodall/Getty Images) Potret perempuan Tonga. Di negara kepulauan tersebut, perempuan bertubuh gemuk menjadi standar kecantikan. (Foto: Getty Images/Fiona Goodall)
Nuku'alofa -

Standar kecantikan perempuan di setiap negara bisa berbeda-beda. Tubuh langsing bak model mungkin menjadi barometer di banyak negara, tapi tidak demikian di Tonga.

Tonga merupakan negara kepulauan dengan sistem pemerintahan monarki yang berada di Pasifik Selatan. Di sebelah barat, sekitar 630 km, negara yang terdiri dari 176 pulau kecil ini berbatasan dengan Fiji.

Tonga terkenal dengan pantai-pantainya yang eksotis, berikut gunung-gunung vulkanis yang masih aktif. Kultur khas Polynesia juga menjadi daya tarik tersendiri dari negara yang memiliki populasi sekitar 103 ribu jiwa ini.



Keunikan lain dari Tonga adalah bagaimana warga lokal memaknai sebuah kecantikan. Di Tonga, perempuan bertubuh gemuk justru paling dielu-elukan.

"Semakin besar badanmu, itu baru yang namanya cantik," ungkap Drew Havea, ketua sebuah organisasi masyarakat bernama Forum of Tonga, kepada BBC pada 2016 lalu.

Maka jangan heran bila kontestan kecantikan Tonga didominasi oleh perempuan bertubuh besar. Seperti yang terlihat di Miss Heilala, ajang pemilihan ratu kecantikan tingkat nasional di Tonga.

Dilihat di akun Facebook Miss Heilala, pemilihan terakhir kali digelar tahun lalu. Pemenangnya adalah Yehenara Soukop yang memiliki postur tubuh berbeda dari juara kontes kecantikan pada umumnya.

[Gambas:Instagram]





Di negara anggota Persemakmuran Inggris ini, berat badan ternyata juga menentukan status sosial seseorang. Punya badan kurus akan dianggap berada di kasta terendah.

Anggapan tersebut semakin dikuatkan dengan tubuh Raja Tupou IV dari Tonga. Memiliki bobot 200 kg, Raja Tupou IV yang wafat pada 2006 memegang rekor Guinness sebagai pemimpin monarki terberat yang pernah ada.

UNSPECIFIED - NOVEMBER 18:  HRH Prince Andrew sits with His Majesty, King Taufa'ahau Tupou IV in the Royal Palace during Prince Andrew's time in Tonga as part of the Prince's tour of New Zealand and the South Pacific.  (Photo by Phil Walter/Getty Images)Raja Tupou IV saat bertemu Pangeran Andrew dari Inggris pada 1998. (Foto: Getty Images/Phil Walter)



Di sisi lain, standar kesempurnaan yang ada di Tonga ini turut menjadi penyebab masalah obesitas.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2014 menunjukkan, perempuan Tonga memiliki nilai rata-rata indeks massa tubuh 33,5 kg/m2. Jauh dari batas normal yang dianjurkan, yakni 21 - 23 kg/m2.

Tonga lantas berada di urutan kedua negara yang memiliki populasi perempuan obesitas terbesar di dunia.




Simak Video "Para Model Plus Size Berpose di New York Fashion Week"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)