Tempat Fitness Ini Panen Hujatan karena Promosikan Olahraga 'I Can't Breath'

Vina Oktiani - wolipop Minggu, 14 Jun 2020 07:00 WIB
LONDON, ENGLAND - JUNE 09: Protesters with personal protective equipment (PPE) are gathering in Parliament Square to commemorate the life of George Floyd at 5pm, the time when his body will be laid to rest in Houston, Texas, where he grew up, on June 09, 2020 in London, United Kingdom. The death of an African-American man, George Floyd, while in the custody of Minneapolis police has sparked protests across the United States, as well as demonstrations of solidarity in many countries around the world. (Photo by Dan Kitwood/Getty Images) Foto: Twitter @cashewcruise
Jakarta -

Tempat fitness bernama Anytime Fitness yang berada di Wauwatosa, Wisconsin, Amerika Serikat mendapatkan banyak kecaman setelah mengiklankan latihan olahraganya yang bernama 'I Can't Breath' atau saya tidak bisa bernapas. Di dalam iklan itu juga terdapat gambar seseorang yang sedang berlutut.

Seperti dikutip dari Today, postingan itu diunggah Anytime Fitness di media sosial dan langsung banyak mendapat kritikan dari banyak orang. Dalam postingan tersebut terlihat beberapa gerakan olahraga yang perlu dilakukan untuk mengikuti sesi 'I Can't Breath' yang ditulis di atas sebuah papan tulis. Pada akhir kalimat juga tertulis, "jangan takut untuk berbaring."

Banyak netizen yang menganggap hal itu sebagai sebuah ejekan untuk kematian George Floyd, pria yang meninggal setelah kehabisan napas karena seorang petugas polisi berlutut di lehernya selama hampir sembilan menit. Pada saat kematiannya, George Floyd sempat mengatakan hal ini kepada petugas: "Tolong. Tolong. Tolong. Saya tidak bisa bernapas."

"Benar-benar prihatin @AnytimeFitness menganggap bahwa mengejek kematian George Floyd adalah hal yang tepat. Rasisme masih hidup di Wauwatosa #Milwaukee," tulis salah seorang pengguna Twitter yang memposting foto tersebut.

"Ini benar-benar menjijikkan. Saya sudah melihat ini sebelumnya dan langsung melongo. Saya sangat senang membatalkan keanggotaan saya dengan mereka," komentar pengguna Twitter lainnya.

Mengetahui kondisi tersebut, pihak Anytime Fitness yang memiliki lebih dari 4.000 cabang di 50 negara mengungkapkan permintaan maafnya. Pihaknya juga mengaku terkejut dan hancur karena hal itu.

Salah satu pemilik dan general manager Anytime Fitness di Wauwatosa, Jen Dunnington, menyatakan permintaan maafnya di Facebook karena telah menyinggung banyak orang melalui kata-kata, ilustrasi, dan tindakannya. Pihak Anytime Fitness juga mengatakan bahwa mereka menyadari masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk melatih pemilik cabang agar dapat berempati, menyebarkan cinta, dan rasa hormat.



Simak Video "Hijabers, Perhatikan 4 Bahan Pakaian Olahraga Kamu!"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)