Tips Olahraga saat Ramadhan, Hasil Tetap Maksimal Meski Puasa

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 05 Mei 2020 07:00 WIB
alat-alat rumah tangga yang bisa digunakan untuk olahraga. Ilustrasi olahraga saat puasa (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Menjalankan ibadah puasa seharusnya bukan penghalang untuk tetap berolahraga. Latihan fisik tetap dianjurkan untuk menjaga stamina tubuh saat puasa, apalagi di tengah pendemi COVID-19 seperti saat ini.

Sebenarnya, tak sulit untuk mendapatkan manfaat olahraga secara maksimal saat puasa asalkan ada komitmen dan terencana. Tanpa rencana, biasanya rutinitas akan berantakan yang akhirnya membuat kita malas melakukannya lagi. Dilansir oleh Sport360, berikut tahapan yang perlu dilakukan agar tubuh tetap sehat berkat olahraga di bulan puasa.

1. Porsi Olahraga

Ilustrasi tali sepatu lepas Foto: Thinkstock

Ketika Anda berpuasa, buatlah beberapa sesi latihan dengan jumlah yang konsisten dan bertujuan untuk menjaga tingkat olahraga yang dilakukan. Biasanya energi saat berpuasa lebih mudah habis sehingga tubuh menjadi cepat lelah dan membuat seseorang menjadi malas berolahraga. Satu set latihan yang stabil bisa menguatkan tenaga Anda. Anda tidak perlu membuat target atau rekor terbaru karena ini berarti Anda memaksakan diri untuk mencapai batas kemampuan dan tenaga Anda.



2. Tetapkan Waktu Olahraga

olahraga pakai perangkat atau smartwatch. Olahraga dengan beban atau angkat beban (latihan beban).Foto: ilustrasi/thinkstock

Keadaan tubuh setiap orang sebenarnya berbeda-beda. Ada yang mudah lemas di siang hari saat berpuasa atau ada yang mudah lemas ketika mendekati waktu berbuka. Pastikan Anda sudah menentukan waktu yang tepat di mana Anda bisa meminimalisasi kelelahan yang dirasa saat berolahraga. Jika Anda merasa kurang maksimal ketika berolahraga dengan energi sedikit dan fokus yang rendah, pilih waktu berolahraga setelah berbuka atau sahur.

3. Intensitas

alat-alat rumah tangga yang bisa digunakan untuk olahraga. Foto: thinkstock

Tidak hanya porsi olahraga, intensitas olahraga juga perlu disesuaikan dengan tingkat energi yang dimiliki. Anda bisa mengurangi beberapa jenis gerakan dalam tiap set olahraga yang Anda lakukan. Hindari olahraga intensitas tinggi atau angkat beban yang terlalu berat. Kurangi beban olahraga Anda dan pilih cara yang lebih aman untuk menstimulasi otot-otot Anda.



4. Asupan Air

A child is drinking clean water from a bottle. Hot summer day.Foto: Istock

Asupan air saat berolahraga perlu diperhatikan. Anda yang berolahraga di siang hari saat berpuasa, perlu tetap terhidrasi di malam sebelumnya, baik saat sahur maupun buka puasa. Dehidrasi bisa meningkatkan risiko cedera, membatasi performa olahraga, hingga memperlambat pemulihan dalam tubuh Anda. Jaga asupan air sepanjang waktu berbuka hingga waktu sahur, dengan total asupan minimal 2,5 liter air.

5. Porsi Makan

makanan sebelum olahraga Foto: Getty Images

Meskipun berpuasa dari pagi hingga sore, bukan berarti Anda bebas memakan apapun ketika berbuka dan sahur. Perhatikan porsi dan asupan makan Anda agar tidak berlebihan. Pilih makanan dengan kandungan serat, vitamin, dan mineral yang cukup. Penuhi kalori kebutuhan Anda, namun tetap tidak melebihi dari porsi yang diharuskan. Makan secukupnya untuk dijadikan sebagai energi olahraga sehingga tidak membuat Anda lemas karena makan berlebihan sebenarnya juga bisa membuat tubuh lesu dan pergerakannya melamban.



Simak Video "LDR sama Keluarga, Bikin Hampers Sendiri Yuk! "
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)