7 Klasifikasi Virus Corona yang Pernah Ada di Dunia

Vina Oktiani - wolipop Kamis, 23 Apr 2020 05:30 WIB
Klasifikasi virus Corona. Foto: infografis detikHealth Klasifikasi virus Corona. Foto: infografis detikHealth
Jakarta -

Pandemi Corona hingga saat ini masih terus berlangsung dan telah menyebabkan jutaan orang di dunia terinfeksi. Di Indonesia sendiri saat ini sudah ada 7.418 pasien terinfeksi Corona. Sebanyak 913 orang dinyatakan sembuh, sementara 635 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Seperti yang dikatakan oleh WHO, virus Corona berasal dari Coronaviruses (CoV) yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Sedangkan untuk Novel Coronavirus (nCoV) adalah jenis baru yang belum diidentifikasi sebelumnya pada manusia.

Virus Corona merupakan zoonosis, artinya ditularkan antara hewan dan manusia. Menurut penyelidikan yang telah dilakukan, SARS-CoV ditularkan dari kucing luwak atau yang lebih dikenal dengan musang ke manusia dan MERS-CoV dari unta ke manusia. Namun beberapa virus Corona juga dikenal beredar pada hewan-hewan yang sebelumnya belum pernah menginfeksi manusia.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC, ini bukanlah pertama kalinya virus Corona menginfeksi orang-orang di dunia. Virus Corona telah ditemukan dan diidentifikasi sejak pertengahan tahun 1960-an. Berikut ini 7 klasifikasi virus Corona yang dapat menginfeksi manusia.

Virus Corona yang Paling Sering Menginfeksi Manusia

1. 229E (alpha Coronavirus)
Klasifikasi virus Corona yang paling sering menginfeksi manusia yang pertama adalah HCoV-229E (alpha Coronavirus). Virus ini pertama kali ditemukan pada sekitar tahun 1960an. Gejala virus ini hampir sama seperti virus Corona yang telah menginfeksi banyak orang saat ini, yaitu menyerupai flu biasa. Virus HCoV-229E lebih banyak menyerang anak-anak dan orang berusia lanjut. Namun belum ada laporan korban jiwa yang ditimbulkan akibat terinfeksi virus ini.

2. NL63 (alpha Coronavirus)
Menurut jurnal yang diterbitkan pada 25 Mei 2010 oleh US National Library of Medicine National Institutes of Health, virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 2004 pada bayi berusia tujuh bulan di Belanda. Virus ini kemudian menyebar dan diidentifikasi di berbagai negara. HCoV-NL63 telah terbukti lebih banyak menyerang anak-anak dan orang dengan kelainan imun. Gejalanya bisa berupa masalah pernapasan ringan seperti batuk, demam dan rhinorrhoea, atau yang lebih serius seperti bronchiolitis dan croup, yang diamati terutama pada anak-anak yang lebih muda.

3. OC43 (beta Coronavirus)
Klasifikasi virus Corona yang paling sering menginfeksi manusia yang selanjutnya adalah HCoV-OC43 (betacoronavirus). HCoV-OC43 adalah salah satu virus Corona yang paling umum menyebabkan infeksi pada manusia. Virus ini dapat menyebabkan pneumonia pada manusia.

4. HKU1 (beta Coronavirus)
Klasifikasi virus Corona yang paling sering menginfeksi manusia yang keempat adalah HCoV-HKU1. Gejalanya hampir sama seperti jenis virus Corona lainnya, yaitu infeksi saluran pernapasan atas. Walaupun terkadang pneumonia, bronchiolitis akut, dan asthmatic axacerbation juga bisa timbul sebagai akibat dari virus ini. Durasi demam yang ditimbulkan dari virus ini cenderung lebih singkat, yaitu hanya sekitar 1,7 hari.

Selanjutnya
Halaman
1 2