Selain Droplet, Bisakah Kentut Manusia Tularkan Virus Corona?

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 16 Apr 2020 13:42 WIB
Closeup portrait headshot woman pinches nose with fingers hands looks with disgust something stinks bad smell situation isolated on gray wall background. Human face expression body language reaction Ilustrasi kentut (Foto: thinkstock)
Sydney -

Virus Corona yang menyebabkan COVID-19 terbukti pernah ditemukan di dalam feses manusia. Jika di feses ada, maka bisakah kentut manusia menularkan virus mematikan tersebut?

Korelasi tersebut menjadi sorotan seorang dokter di Australia dalam analisisnya terkait virus Corona atau SARS-CoV-2. Seperti dilansir The Sun, Rabu (15/4/2020), Andy Tagg, demikian nama dokter tersebut, melakukan tes terhadap sejumlah pasien COVID-19 awal tahun ini.


Dalam penelitian tersebut, ia merujuk pada sebuah penelitian medis yang mengungkap bahwa virus Corona terkandung dalam feses dari 55 persen pasien COVID-19 yang menjadi respondennya. "SARS-CoV-2 terdeteksi dalam feses dan bisa bertahan pada individu tanpa gejala hingga 17 hari setelah terinfeksi," tulis sang dokter.

Ia juga mengungkit tes lainnya yang telah menyebut pembuangan gas manusia lewat kentut memiliki kekuatan untuk menyemprotkan partikel kecil kotoran dalam jarak jauh. Andy pun menyimpulkan, "Mungkin SARS-CoV-2 bisa tersebar lewat kekuatan kentut. Kita masih membutuhkan bukti yang lebih banyak lagi."


Pandangan berbeda datang dari Dr Sarah Jarvis dari Patientaccess.com yang meragukan klaim tersebut. Menurutnya, sangat kecil kemungkinan orang dapat tertular virus Corona hanya karena menghirup kentut.

Sarah meyakini, bahwa droplet atau cairan pernapasan manusia yang bisa menularkan virus corona. "Anda hanya dapat tertular karena dekat orang yang batuk atau bersin atau tangan Anda menyentuh obyek yang telah terkontaminasi droplet tersebut," jelas dia.



Simak Video "Patricia Gouw Dibikin Kaget dengan Protokol Covid-19 di Luar Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)