India Lockdown, Pria India Dipukuli Polisi Saat Terpaksa Beli Susu Anak

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 30 Mar 2020 18:30 WIB
Beli Susu India Foto: Getty Images/iStockphoto/DimaSobko
Jakarta -

Pria berusia 32 tahun itu terpaksa keluar dari rumahnya untuk membeli susu anaknya saat pemerintah India menetapkan status lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus corona. Keputusannya keluar rumah itu malah membuatnya berakhir tragis.

Pria bernama Lal Swami yang tinggal di Howrah, Bengal Barat, India itu meninggal dunia setelah memutuskan keluar rumah untuk membeli susu pada Rabu (25/3/2020). Menurut pihak keluarga Swami, pria tersebut tewas karena dipukuli oleh polisi.

Keluarga menduga Swami dipukul polisi yang memang mendapat tugas menertibkan warga yang masih berada di jalanan saat India lockdown. Para polisi tanpa tendeng aling-aling memukul siapapun yang masih ada di jalanan, termasuk Swami.

India Lockdown, Pria India Dipukuli Polisi Saat Terpaksa Beli Susu AnakSituasi lockdown di India. Foto: AP Photo

Namun seperti dikutip India Today, polisi setempat membantah tuduhan keluarga Swami tersebut. Menurut mereka, Swami meninggal karena serangan jantung. Swami meninggal saat dibawa ke rumah sakit setempat.

Lockdown di India memang berakhir kacau-balau. Dikutip dari Deutsche Welle (DW) setelah resmi diberlakukan sejak Selasa, 24 Maret 2020 pekan lalu, ribuan buruh harian di kota-kota besar justru kehilangan pekerjaan dan berbondong-bondong pulang kampung. Ribuan buruh migran dalam rombongan besar memilih berjalan kaki meninggalkan kota-kota besar menuju kampung halaman.

Kebijakan lockdown di India juga memicu konsentrasi di beberapa titik. Warga menyebar dari kota yang terjangkit wabah ke desa yang belum terkena. Peristiwa tersebut justru meningkatkan risiko penularan ke warga lainnya. Sejumlah pakar khawatir India justru akan menghadapi tantangan berat dalam dua pekan mendatang.

Hingga Minggu, 29 Maret kemarin India melaporkan ada sekitar 1000 kasus warga terkena virus corona atau Covid-19. Diperkirakan jumlah tersebut akan terus meningkat.



Simak Video "Resepsi Nikah Ditunda karena Corona, Gimana Vendor Fotografi Menyikapinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)