Waspada COVID-19, Kenali Beda Gejala Corona dan Flu Biasa

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 20 Mar 2020 15:34 WIB
Flu Flu biasa dan gejala virus corona biasa hampir sama. Tapi apa bedanya? (Foto: iStock)
Jakarta -

Seperti di beberapa negara lain, Indonesia masih belum bebas dari virus corona. Kasusnya terus meningkat tiap hari, begitu pula dengan angka kematian. Meski pemerintah meminta rakyat untuk tetap tenang dan tidak panik, kita perlu mawas diri. Salah satunya dengan mengenali gejala virus corona yang hampir mirip dengan flu biasa.

Per 20 Maret pukul 09.30 WIB, data dari Kementerian Kesehatan menyebut kasus virus corona di Indonesia naik dari 227 menjadi 309. Sementara itu, 25 orang dinyatakan meninggal dan lima sembuh.

Hampir sebagian besar kasus COVID-19 ditemukan gejala yang mirip dengan flu biasa. Baik flu maupun corona, keduanya sama-sama disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan. Tak heran bila banyak orang bingung membedakan gejala virus corona dan flu biasa.

Waspada Virus Corona, Kenali Beda Gejala Virus Corona dan Flu BiasaIlustrasi pneumonia atau paru-paru basah. (Foto: iStock)



Seperti flu biasa, gejala virus corona dapat berupa batuk, nyeri otot, demam dan suhu tubuh mencapai 38 derajat celcius. Akan tetapi, flu biasa tidak akan menyebabkan kamu sesak napas sebagaimana halnya virus corona. Dalam situsnya, organisasi kesehatan dunia WHO menyebut gangguan saluran pernapasan sebagai salah satu simtom virus corona.

Pada kasus yang lebih parah, infeksi virus corona dapat menyebabkan pneumonia atau lebih dikenal sebagai paru-paru basah. Tidak menutup kemungkinan pula terjadi gangguan pada organ lain, seperti gagal ginjal yang bisa berujung kematian.

Ringan atau berat gejalanya bisa bergantung pada riwayat penyakit yang sudah dimiliki pasien. Mereka yang memiliki sejarah penyakit hipertensi, diabetes atau jantung, berpotensi mengalami gejala yang lebih buruk.

Virus yang bermula dari China ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia melalui cairan tubuh dari batuk atau bersin, sentuhan, atau berjabat tangan. Tanda terinfeksi Corona diperkirakan baru akan muncul antara dua hingga sebelas hari.

Waspada Virus Corona, Kenali Beda Gejala Virus Corona dan Flu BiasaPenanganan pasien virus corona di RSPI Sulianto Saroso, Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)



Penelitian terbaru dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health memperkirakan periode rata-rata inkubasi virus corona yang menyebabkan Covid-19 pada manusia terjadi selama lima hari setelah terpapar.

Analisis menunjukkan bahwa sekitar 97,5 persen orang yang mengalami gejala virus corona bisa dinyatakan positif dalam 11,5 hari setelah terpapar. Selain itu, para peneliti memperkirakan setiap 10 ribu orang yang dikarantina selama 14 hari, hanya sekitar 101 orang yang akan mengalami gejala setelah dilepaskan dari karantina.

Terpapar atau tidaknya dapat diketahui lewat tes kesehatan. Walau awalnya tidak semua orang bisa melakukan tes tersebut, Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah menginstruksikan para menteri dan Gugus Tugas COVID-19 untuk segera melakukan rapid test virus corona demi menekan angka penularan.

"Segera lakukan rapid test, tes cepat dengan cakupan lebih besar agar deteksi dini kemungkinan indikasi awal seseorang terpapar COVID-19 bisa dilakukan," kata Jokowi seperti dikutip detik.com dalam rapat terbatas yang disiarkan langsung melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (19/3/2020).

Tonton video, 'Kenali Gejala Virus Corona' di sini:

[Gambas:Video 20detik]


Sembari menunggu kebijakan itu berlaku, tidak ada salahnya kita mulai memproteksi diri sendiri. Sebagai langkah utama untuk mencegah penularan, sering-seringlah mencuci tangan. Durasi cuci yang disarankan oleh WHO adalah sama seperti menyanyikan "Happy Birthday" dua kali. Pemakaian hand sanitizer bisa menjadi opsi bila tak memungkinkan untuk cuci tangan.

Tak kalah penting, lakukan social distancing atau pembatasan sosial secara disiplin untuk meminimalisir risiko penularan baik terhadap diri sendiri maupun orang sekitar.

(dtg/dtg)