Minum Ibuprofen, Anak 4 Tahun Sakit Mirip Gejala Virus Corona

Daniel Ngantung - wolipop Rabu, 18 Mar 2020 13:15 WIB
Close-up thermometer. Mother measuring temperature of her ill kid. Sick child with high fever laying in bed and mother holding thermometer. Hand on forehead. Ibuprofen diduga memperubuk kondisi anak kecil yang sakit dengan gejala virus corona. (Foto: ilustras/iStock)
Bristol -

Mengonsumsi ibuprofen biasanya menjadi andalan untuk meredakan nyeri dan radang. Di sisi lain, obat tersebut diduga memiliki efek samping yang dapat memperburuk penyakit dengan gejala virus corona. Seperti yang dialami oleh bocah empat tahun asal Inggris ini.

Dalam sebuah unggahan di Facebook, Dan Collins berbagi cerita bagaimana ibuprofen berdampak buruk pada penyakit putri tirinya, Amelia, yang memiliki simtom COVID-19.

"Bagi Anda yang memiliki anak, mohon baca ini. Jika anak Anda memiliki gejala mirip virus corona, JANGAN berikan mereka ibuprofen," ungkap Dan seperti dikutip New York Post, Selasa (17/3/2020).

Minum Ibuprofen, Anak 4 Tahun Sakit Mirip Gejala Virus CoronaIlustrasi anak sakit (Foto: iStock)


Pria yang berdomisili di Bristol itu bercerita, putrinya demam disertai flu dan batuk. Suhu tubuh Amelia juga disebut memanas dan badannya lemas sampai sulit bangun.

"Dalam sejam setelah diberi ibuprofen, kondisinya langsung menurun drastis. Dia kesakitan dan sangat susah bernapas, denyut jantungnya sangat kencang, dia juga susah membuka mata dan mengangkat kepala. Tubuhnya gemetaran dan suhu badan melonjak," ungkap Dan.

Khawatir, Dan menelepon tim medis untuk menangani kondisi putrinya yang semakin parah. Saat menolong putrinya, tim medis, kata Dan, sempat memberinya peringatan untuk tidak memberikan ibuprofen kepada Amelia.

Minum Ibuprofen, Anak 4 Tahun Sakit Mirip Gejala Virus CoronaObat ibuprofen (Foto: iStock)



Dikabarkan AFP, organisasi kesehatan dunia WHO, kemarin, menyarankan mereka yang mengalami gejala virus corona untuk menghindari pengonsumsian ibuprofen. Anjuran tersebut menyusul pernyataan Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran yang menyebut ibuprofen dapat memperburuk gejala virus corona.

Ia merujuk pada studi terbaru di jurnal kesehatan The Lancet yang mengungkap obat antiperadangan seperti ibuprofen dapat merangsang enzim yang justru memfasilitasi virus corona untuk berkembang lebih agresif di dalam tubuh.

Juru bicara WHO Christian Lindmeier mengatakan, para ahli kesehatan di organisasi tersebut sedang mencari bukti lebih lanjut soal temuan tersebut. "Untuk saat ini, kami hanya merekomendasikan paracetamol, bukan ibuprofen sebagai pengobatan mandiri. Ini sangat penting," kata Christian.



Simak Video "Tahu Nggak Sih? Ini Daya Tahan Virus Corona di Berbagai Benda"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)