Cerita Pasangan Suami Istri Thalassemia Punya Anak Lewat Bayi Tabung

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 09 Mar 2020 18:13 WIB
diny paramitha Kisah Diny Paramitha, penderita thalassemia yang memiliki anak lewat bayi tabung. Foto: Dok. Instagram @dinyparamitha.
Jakarta -

Thalassemia merupakan ketidakmampuan memproduksi sel darah merah dan hemoglobin. Penyakit thalassemia ini merupakan kelainan darah genetik atau penyakit bawaan yang ditandai oleh kerusakan produksi sel darah atau struktur hemoglobin, protein ditemukan di dalam sel-sel darah merah. Seseorang yang terkena penyakit thalassemia dapat melakukan penambahan jumlah hemoglobin dalam darah dengan cara transfusi dan minum obat.

Penderita thalassemia ini tak bisa menikah tanpa melihat riwayat kesehatan calon pasangannya. Hal itu karena apabila seorang wanita yang mengalami thalassemia menikah dengan pria yang dengan riwayat penyakit sama, dikhawatirkan calon anak akan menderita thalassemia mayor. Anak tersebut harus melalukan transfusi darah dan menjalani pengobatan. Namun jika anak menderita thalassemia minor, tidak perlu transfusi darah, cukup dengan pengobatan saja.

Sesama penderita thalassemia bukan berarti tak bisa menikah dan memiliki keturunan. Namun memang perlu perjuangan tersendiri bagi sesama penderita thalassemia yang menikah untuk mempunyai anak.



Seperti kisah dari fotografer dan videografer Diny Paramitha, yang menikah dengan suaminya, sama-sama penderita thalassemia. Saat mengetahui mereka menderita thalassemia, keduanya langsung merencanakan untuk menjalani program bayi tabung setelah menikah agar sang buah hati tak ada riwayat thalassemia.

Cerita Pasangan Suami Istri Thalassemia Punya Anak Lewat Bayi TabungFoto: Dok. Instagram @dinyparamitha.



"Aku dan suami sebelum menikah itu tahu kalau kita ada penyakit bawaan thalassemia atau carrier thalassemia. Kalau kita sama-sama carrier ketemu dan berhubungan langsung terus punya anak, chance anaknya itu jadi thalassemia mayor. Dan kalau mayor seumur hidupnya akan transfusi darah terus kalau nggak dia bisa meninggal," ujar Diny kepada Wolipop saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Diny dan suaminya kemudian mencari tahu bagaimana untuk bisa menghindari thalassemia mayor tersebut. Setelah konsultasi dengan dokter, mereka mendapatkan solusi agar buah hati tak menjadi penderita thalassemia mayor. Solusi tersebut adalah Diny menjalani program bayi tabung.



"Akhirnya ada jalan bayi tabung, embrionya akan di-screening sama dokternya. Embrionya sebelum dimasukin ke aku lagi itu di-screening dan yang ada thalasemianya dibuang-buangin. Dan alhamdulillah dari 42 sel telur, 1 yang sehat walafiat, dan satu itu langsung dimasukin ke embrio transfer. Dan alhamdulillah jadi," ungkap Diny yang dinikahi suaminya pada 2018.

Diny dan suaminya merasa sangat bersyukur karena menurut dokter embrio yang ada di dalam tubuhnya sehat. Kini mereka pun memiliki anak yang terlahir sehat.

Diny yang menjadi pejuang bayi tabung itu mengatakan ketika berusaha memiliki anak, dia dan suaminya lebih banyak mendekatkan diri pada Allah SWT. Di samping berbagai ikhtiar yang dilakukan, menurutnya yang terpenting adalah memohon doa pada Yang Maha Kuasa. bagi wanita muslimah yang masih berjuang mendaoatkan dua garis biru adalah sebaiknya kamu terus mendekatkan diri terhadap Allah SWT.

"Karena apapun yang kita lakukan itu misalnya ikhtiarpun kalau kita belum dikasih sama Allah, nanti takutnya d itengah jalan ada kenapa-kenapa dan goyang. Alhamdulillahnya aku dikasih waktunya saat kemarin, Allah sudah mempersiapkan aku dulu, aku ikut kajian dan aqidahnya sudah mulai terbentuk. Dan ikhtiarnya aku mengincar ibadahnya. Jangan bergantung sama manusia, begitu ada apa-apa nanti malah kecewa sendiri," pungkas Diny.



Simak Video "Temuan Kepolisian soal Skandal yang Jerat Kris Wu"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)