Bukan karena Sakit Gigi, Ini Alasan Populer Orang Datang ke Dokter Gigi

Anggi Mayasari - wolipop Kamis, 20 Feb 2020 15:13 WIB
Ilustrasi seorang wanita yang sedang sakit gigi dan gusi Ilustrasi Foto: thinkstock
Jakarta -

Perubahan tren gaya hidup masyarakat membuat banyak orang mengunjungi dokter gigi bukan karena memiliki masalah dengan giginya. Di era saat ini masyarakat lebih banyak berfokus untuk estetika gigi.

Hal itu disebutkan oleh dokter gigi Andy Wirahadikusumah yang mengungkapkan bahwa sekarang tren kesehatan gigi lebih kepada untuk estetika atau keindahan. Bleaching hingga veneer agar gigi menjadi putih merupakan hal yang banyak diminati masyarakat saat ini.

"Sekarang lagi tren kali ya lebih ke kosmetik, lebih ke estetika. Tapi, sebenarnya nggak boleh kita beda-bedakan, estetika itu berhubungan sekali dengan fungsional juga," ungkap drg. Andy Wirahadikusumah di acara Dentist Talk 40th Cobra Dental di Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (20/2/2020)



"Tapi mungkin karena sekarang trennya artis-artis ya maunya giginya putih-putih, veneer. Awalnya mungkin dari artis-artis Hollywood terus kemudian ada beberapa artis di Indonesia yang mencoba ternyata bagus hasilnya, jadi mendorong semua masyarakat untuk ikut-ikutan walaupun belum tentu cocok untuk semua orang," ujarnya.

Menurut dokter gigi yang pernah menjadi host program televisi 'Dr. OZ Indonesia' ini yang menjadi masalah atas tren veneer gigi adalah permintaan masyarakat yang berlebihan. Tak sedikit dari mereka bahkan tak memperhatikan tentang kondisi kesehatan dan fungsional gigi.

"Yang jadi masalah ini yang jadi isu adalah terlalu berlebihan juga, gigi boleh-boleh saja diperbaiki supaya lebih cantik penampilannya, warnanya supaya lebih putih. Cuma kadang-kadang suka over kalau kita lihat belakangan di masyarakat. Jadi warnanya putih terus bentuknya kotak-kotak. Jadi kelihatan banget palsunya, tidak alami," terang drg. Andy Wirahadikusumah

"Kadang-kadang yang terpenting penampilannya bagus tapi ternyata pada saat fungsional pada saat dia makan, berbicara ternyata itu malah mengganggu. Akhirnya nggak bisa makan, bicara susah, tapi yang penting senyum bagus," imbuhnya.



Pria yang juga berprofesi sebagai pengajar dalam Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas Trisakti ini juga menambahkan agar masyarakat perlu berhati-hati saat ingin memutihkan gigi. Tindakan veneer perlu dilakukan oleh seseorang yang benar-benar telah menyelesaikan pendidikannya sebagai dokter gigi dan telah berpengalaman

"Banyak sekali yang mengerjakan untuk perawatan estetika pada gigi, itu bukan hanya tukang atau ahli gigi, bahkan di beberapa salon-salon kecantikan mengerjakan juga. Jadi mungkin ada seseorang yang punya salon terus dia panggil untuk mengerjakan veneer atau deep whitening di salonnya, tapi yang jadi masalah ini mereka ini bukan dokter gigi, bukan dokter jadi mereka tidak belajar di bidang kedokteran, yang jadi masalah itu tadi, bagus secara estetika tapi secara fungsional tidak bisa mengunyah makanan, tidak bisa bicara," tuturnya.



Simak Video "Mengapa Bersepeda Jadi Tren di Era New Normal?"
[Gambas:Video 20detik]
(agm/hst)