Dokter Sebut Pakai Masker Tak Efektif Cegah Virus Corona, Ini Cara yang Tepat

Hestianingsih - wolipop Kamis, 06 Feb 2020 15:19 WIB
Wabah virus Corona dari China memang cukup membuat warga di seluruh penjuru dunia harus bersiap siaga. Pasalnya, hingga kini ratusan korban jiwa telah menjadi korbannya. Ilustrasi wanita di China pakai masker untuk cegah virus Corona. Foto: AP Photo
Jakarta -

Permintaan masker wajah meningkat drastis sejak virus Corona mewabah hingga ke 25 negara. Orang berlomba-lomba memborong masker, khususnya masker tipe N95, demi mencegah terinfeksi virus Corona yang telah menewaskan 563 orang itu.

Stok masker di apotek, drug store maupun supermarket pun sudah banyak yang menipis bahkan kosong. Di tengah kepanikan masyarakat, ada saja oknum yang mengambil keuntungan, menjual masker wajah dengan harga setinggi mungkin.

Detikhealth melansir bahwa harga normal masker N95 Rp 20.000 - 30.000. Namun harga rata-rata saat ini mencapai Rp 1,5 juta/10 pcs di sejumlah toko obat. Bahkan ada toko online yang menjual masker N95 hingga Rp 3 juta/10 pcs.

Foto: AP Photo


Banyaknya orang yang berburu masker jadi perhatian bagi dokter spesialis paru dr. Erlina Burhan, SpP(K). Ia mengimbau agar masyarakat tidak panik berlebihan.

"Hati nurani gitu ya, jangan memanfaatkan keadaan. Saya imbau juga ke masyarakat jangan panik yang berlebihan dan jangan lebay, kita nggak ada kasusnya kok yang positif," ujarnya.


Sebab faktanya, memakai masker wajah tidak terlalu efektif untuk mencegah tertular virus Corona. Ada cara lain yang jauh lebih efektif agar tidak tertular virus yang bersumber dari Wuhan, China, tersebut.

David Powell, seorang dokter dan penasihat medis di International Air Transport Association, mengatakan bahwa cara terbaik menghindari tertular virus Corona adalah sering-sering cuci tangan dengan air dan sabun. Pemakaian masker justru berpotensi menambah risiko tertular virus Corona jika digunakan dengan tidak tepat.

"Masker berguna bagi mereka yang sedang tidak sehat untuk mencegah dia menularkan penyakit ke orang lain. Tapi pakai masker sepanjang hari akan jadi tidak efektif. Hal itu memungkinkan virus menular ke sekitar masker dan melalui masker," jelas David, seperti dikutip dari World of Buzz.


Selain itu ketika dipakai seharian, masker akan menjadi lembap, yang justru bisa mendorong pertumbuhan virus serta bakteri. Maka dari itu dia menyatakan bahwa masker wajah tidak ideal digunakan seharian untuk mencegah tertular virus Corona.

Foto: Rima Olyvia


Bagi orang-orang yang harus sering bepergian menggunakan pesawat karena urusan pekerjaan, David menyarankan cara yang lebih efektif, yakni selalu menjaga kebersihan tangan.

"Tangan jadi media penyebaran virus yang paling cepat. Cara terbaik adalah cuci tangan dan pakai hand sanitizer. Hindari menyentuh wajahmu," kata dia.

Lebih lanjut David menjelaskan saat batuk atau bersin, sangat penting menutupi mulut dan wajah dengan lengan. Atau lebih baiknya lagi, menggunakan tisu sekali pakai.


"Setelah itu pakai hand sanitizer lagi. Cuci tangan dan mengeringkannya adalah prosedur terbaik. Ketika dirasa sulit melakukannya, pakai hand sanitizer mengandung alkohol adalah opsi terbaik kedua," ujarnya.

Senada dengan David Powell, pakar penyakit penular dari UCLA Fielding School of Public Health juga mengatakan pemakaian masker tak efektif cegah virus Corona jika tidak dibarengi dengan penanganan yang benar dalam menjaga kebersihan. Dr. Jeffrey Klausner mengatakan bahwa memakai masker memang membuat orang merasa lebih aman tapi karena hal itulah, banyak yang jadi kurang memerhatikan higienitas tangan. Para ahli sepakat bahwa cara terbaik melindungi diri dari penularan virus seperti Influenza dan Corona adalah dengan cuci tangan menggunakan air hangat dan sabun.

Pusat Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga tidak terlalu menyarankan penggunaan masker untuk cegah tertular virus Corona. Dr. Amesh Adalja dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health mengatakan bahwa pemakaian masker juga tidak direkomendasikan saat terjadi penyebaran wabah virus H1N1, beberapa tahun lalu.

"Bahkan saat epidemik flu H1N1, tidak ada rekomendasi untuk memakai masker. Sebab mereka justru jadi merasa aman dalam pengertian yang salah dan kebanyakan orang tidak menggunakannya dengan benar," jelasnya.

Jadi, memakai masker mungkin bukannya tidak berguna sama sekali. Namun ada baiknya jika diikuti juga dengan menjaga tangan selalu bersih dan higienis.


Cara cuci tangan yang benar untuk cegah virus Corona, bisa disimak di sini.



Simak Video "Kata Mereka Soal Make Up Korea"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)