Agar Diet Efektif, Benarkah Harus Dilakukan Berdasarkan Kepribadian?

Akfa Nasrulhak - wolipop Senin, 09 Des 2019 12:40 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Memiliki tubuh yang ideal merupakan idaman banyak wanita. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memiliki tubuh ideal, namun salah satu cara yang termasuk mudah dan murah untuk dilakukan adalah diet.

Diet pun juga saat ini banyak dilakukan dengan beragam cara. Ada yang mengurangi porsi makan, memilih makanan sehat, ada juga yang mengonsumsi satu menu saja setiap harinya. Bahkan, ada juga yang berpikir kepribadian berpengaruh terhadap keberhasilan diet. Hal itu, karena tipe orang yang suka makan apapun, ataupun orang yang suka bergaul dinilai sulit untuk mengatur makanan mereka.

Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur, salah satu pola diet tersebut tidak bisa ditiru, karena setiap tubuh seseorang memiliki kondisi dan kebutuhan berbeda-beda. Selain itu, masing-masing pola diet pun juga memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.


"Tentunya setiap diet punya kekurangan dan kelebihan sehingga tidak bisa diberlakukan semua diet itu sama kepada seseorang. Seperti diet keto yang mungkin bagi beberapa orang merasa cepat menurunkan berat badan, tapi beberapa orang lain tidak cocok. Beberapa pasien juga setelah beberapa lama diet keto juga mengeluhkan kenaikan kolesterol darah, batu empedu atau keluhan lain," ujar dr Muliaman kepada Wolipop baru-baru ini.

Menurut dr Muliaman, diet berdasarkan kepribadian masih belum terbukti berpengaruh terhadap keberhasilan diet. Bahkan, ada juga diet yang berdasarkan golongan darah yang juga belum terbukti berpengaruh.

"Sampai saat ini diet berdasarkan keprinadian atau berdasarkan golongan darah belum terbukti. Jadi diet seimbang dengan mengontrol makananlah yang masih dianggap paling sehat," ujar dr Muliaman.

dr Muliaman melanjutkan, sebenarnya tujuan dan prinsip diet adalah untuk menurunkan berat badan. Sehingga cara terbaik adalah dengan mengontrol asupan makanan energi, bukan untuk mengurangi salah satu makanan.

"Makanya diet yang digunakan saat ini lebih fokus ke satu jenis makan saja seperti diet Keto, diet sayur, diet karbo, dan lain sebagainya," ucapnya.

Karena itu, dr Muliaman menyarankan agar semua makanan tetap dikonsumsi tapi jumlahnya yang dikontrol atau dibatasi. Jadi masih sesuai dengan kondisi tubuh karena tubuh masih butuh zat yang dihilangkan tersebut.

"Jadi diet yang terbaik adalah diet seimbang dengan mengatur pola makan. Biasanya kita mengkonsumsi 2.200 kcal sehari dan kurang gerak. Maka sekarang harus banyak beraktivitas budaya mager (males gerak) dikurangi minimal jalan atau exercise 30 menit sehari," jelasnya.

Selain itu, konsumsi makan seperti biasa dimulai pengambilan porsi 3/4 piring atau porsi sampai bisa membatasi 1/2 porsi ke level rata-rata asupan kalori 1200-1300 Kcal.

"Kalau kesulitan menghitung kalori gunakan meals replacement ganti sarapan atau makan malam dengan Makanan cair pengganti. Makan siang tetap dilakukan seperti biasa. Salah satu makanan pengganti berupa susu adalah Slim&Fit karena mengandung kalori yang terkontrol 200 kcal/gelas, protein tinggi, serat tinggi, kalsium tinggi vitamin dan mineral lengkap," bebernya.


Slim&Fit juga mengandung karbohidrat isomaltulosa yang membuat gula darah tetap stabil sehingga tidak cepat lapar. Selain itu, Slim&Fit juga tersedia dalam kemasan 'Cookies' yang hanya mengandung 90 kcal serta terbuat dari oat, multigrain, dan serat, sehingga bisa digunakan sebagai camilan untuk orang yang sedang diet. Kemasannya yang praktis juga bisa dibawa ke mana-mana.

Simak Video "Cerita Gracia Indri Turunkan Berat Badan hingga 23 Kg"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/eny)