Cara Mengatasi Penyakit Eksim Menurut Dokter Kulit
Vina Oktiani - wolipop
Jumat, 29 Nov 2019 06:33 WIB
Jakarta
-
Kulit bersih dan halus menjadi dambaan setiap orang. Namun pada kenyataannya tidak semua orang memiliki kulit yang indah. Banyak permasalahan-permasalahan kulit yang bisa timbul, salah satunya adalah eksim. Penderita penyakit eksim biasanya merasakan gatal, kulit merah dan kering atau bahkan pecah-pecah dan kasar. Penyakit ini bisa timbul karena faktor keturunan ataupun lingkungan. Tetapi kamu tidak perlu khawatir karena penyakit ini tidak menular.
"Kalau kulit eksim itu kan intinya adalah barrier kulit itu tidak utuh. Artinya apa, contoh misalnya negara yang masih perang jaman dulu itu ya kalau kita melihat mereka membentuk benteng, jadi kalau barrier kulitnya jelek itu kayak sebuah benteng yang bolong-bolong," kata Dr. Inneke Jane Hidajat, Sp.KK,MKes., saat ditemui dalam acara N'Pure Marigold di Wyl's Kitchen, Kebayoran Baru, Jakarta, pada Rabu (27/11/2019).
Dokter Inneke menjelaskan bahwa pelindung kulit yang tidak kuat dapat membuat bakteri mudah masuk. Oleh karena itu, hal pertama yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah eksim adalah dengan menambal dan memperkuat pelindung kulit terlebih dahulu. Caranya adalah dengan menggunakan pelembab.
"Pelembab yang mild dan aman untuk kulit. Jadi kalau misalnya kita baca, pelembab yang ada ceramides. Nah itu adalah pelembab yang sesuai untuk orang-orang eksim," kata Inneke.
Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin itu, orang-orang penderita eksim kekurangan kandungan ceramides, sehingga dirinya lebih menyarankan untuk menggunakan pelembab dengan kandungan ceramides. Selain itu para penderita eksim juga tidak direkomendasikan untuk menggunakan pelembab yang memiliki kandungan pewangi dan pengawet karena dapat berdampak buruk bagi kulit. Sedangkan untuk mengobati eksim yang sudah parah biasanya dokter akan meresepkan obat dengan kandungan steroid.
"Kalau steroid sendiri itu untuk mengatasi eksim yang memang berat. Jadi bukannya tidak boleh, tetapi harus di bawah pengawasan dokter," jelas Inneke.
Dokter Inneke menjelaskan bahwa pengunaan steroid tidak bisa sembarangan karena dapat menyebabkan kerusakan kulit. Penggunaan steroid jangka panjang bisa menyebabkan kulit menjadi kisut, atrofi atau kerusakan jaringan, kulit menjadi tipis, dan dapat menimbulkan stretch mark.
"Sebenarnya eksim itu kan karena reaksi inflamasi yang berlebihan. Jadi kita meredakan reaksi inflamasi otomatis sistem pertahanan kulit akan turun, jadi mudah infeksi, terus nanti kulitnya lama-lama jadi tidak respon lagi sama steroid itu," tutup Inneke.
(vio/vio)
"Kalau kulit eksim itu kan intinya adalah barrier kulit itu tidak utuh. Artinya apa, contoh misalnya negara yang masih perang jaman dulu itu ya kalau kita melihat mereka membentuk benteng, jadi kalau barrier kulitnya jelek itu kayak sebuah benteng yang bolong-bolong," kata Dr. Inneke Jane Hidajat, Sp.KK,MKes., saat ditemui dalam acara N'Pure Marigold di Wyl's Kitchen, Kebayoran Baru, Jakarta, pada Rabu (27/11/2019).
Dokter Inneke menjelaskan bahwa pelindung kulit yang tidak kuat dapat membuat bakteri mudah masuk. Oleh karena itu, hal pertama yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah eksim adalah dengan menambal dan memperkuat pelindung kulit terlebih dahulu. Caranya adalah dengan menggunakan pelembab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin itu, orang-orang penderita eksim kekurangan kandungan ceramides, sehingga dirinya lebih menyarankan untuk menggunakan pelembab dengan kandungan ceramides. Selain itu para penderita eksim juga tidak direkomendasikan untuk menggunakan pelembab yang memiliki kandungan pewangi dan pengawet karena dapat berdampak buruk bagi kulit. Sedangkan untuk mengobati eksim yang sudah parah biasanya dokter akan meresepkan obat dengan kandungan steroid.
"Kalau steroid sendiri itu untuk mengatasi eksim yang memang berat. Jadi bukannya tidak boleh, tetapi harus di bawah pengawasan dokter," jelas Inneke.
Dokter Inneke menjelaskan bahwa pengunaan steroid tidak bisa sembarangan karena dapat menyebabkan kerusakan kulit. Penggunaan steroid jangka panjang bisa menyebabkan kulit menjadi kisut, atrofi atau kerusakan jaringan, kulit menjadi tipis, dan dapat menimbulkan stretch mark.
"Sebenarnya eksim itu kan karena reaksi inflamasi yang berlebihan. Jadi kita meredakan reaksi inflamasi otomatis sistem pertahanan kulit akan turun, jadi mudah infeksi, terus nanti kulitnya lama-lama jadi tidak respon lagi sama steroid itu," tutup Inneke.
(vio/vio)
Pakaian Wanita
Inspirasi Outfit Clean Girl Simpel tapi Chic, 5 Item Wajib Ada di Wardrobe Kamu!
Elektronik & Gadget
Suara Lebih Jernih dengan MISENI Q8 Mic Kecil Jepit Clip on yang Wajib Dimiliki Content Creator!
Elektronik & Gadget
Review Anker Nano 10.000mAh 45W Powerbank Canggih Beda dari yang Lain!
Perawatan dan Kecantikan
Rambut Auto Fresh Tanpa Keramas dengan Dry Shampoo Andalan dari Batiste yang Praktis Banget!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Viral Office Air Theory, Penyebab Wajah Kusam saat di Kantor, Ini Kata Dokter
Viral Penyanyi Pamer Teknik Diet 'Vakum Perut' Saat Konser, Dikritik Dokter
5 Penyebab Kamu Masih Bau Badan Padahal Sudah Pakai Deodoran
Pecahkan Rekor Dunia! Bulu Mata Wanita Ini Tumbuh Sampai ke Pipi
Terbukti Bikin Awet Muda, Ini 3 Kebiasaan yang Wajib Kamu Coba!
Most Popular
1
Fakta Ngeri Model yang Dibunuh Eks Kekasih, Kini Kepalanya Hilang dari Peti
2
Intip Gaya Mahalini Liburan ke Jepang, Pesonanya bak Remaja
3
Lee Hi dan DOK2 Go Public, Persahabatan 10 Tahun Berubah Jadi Kisah Cinta
4
8 Jam Mewah Georgina Rodriguez, Pacar Ronaldo, Setara Rumah Miliaran
5
Rambut Putih Bukan karena Usia, Ini Kisah Wanita dengan Kondisi Genetik Langka
MOST COMMENTED











































