Lagi Turunin Berat Badan? Ini Beberapa Makanan yang Harus Dihindari

Akfa Nasrulhak - wolipop Selasa, 24 Sep 2019 20:44 WIB
Foto: shutterstock Foto: shutterstock

Jakarta - Salah satu cara untuk menurunkan berat badan adalah makan makanan yang lebih sehat. Mengetahui makanan mana yang boleh dikonsumsi dan mana yang harus dihindari dapat membantu seseorang mencapai atau mempertahankan berat badan ideal.

Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals, dr. Muliaman Mansyur, pada prinsipnya nutrisi itu ada 6 macam yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air. Semua nutrisi tersebut diperlukan oleh tubuh, termasuk bagi orang yang sedang ingin menurunkan berat badan. Secara umum, ketika kamu mencoba menurunkan berat badan, yang terbaik adalah mengurangi makanan yang padat kalori.

"Yang paling penting batasi kalori 1200-1300 kkal saja per hari dan biasanya lemak dan karbohidratnya yang dikurangi. Jangan menghilangkan jenis makanan dalam pola makan, tapi kurangilah lemak dan gula," ujar dr. Muliaman kepada Wolipop baru-baru ini.


Namun, jumlah kalori dalam makanan bukan satu-satunya faktor yang perlu dipertimbangkan. Makanan rendah kalori yang kekurangan nutrisi seperti serat dan protein masih bisa membuat seseorang merasa lapar, sehingga bisa membuatnya lebih sulit untuk menolak ngemil.

Minuman manis seperti soda, dan jus buah, bisa menambah kalori dalam diet, tetapi tidak membantu seseorang merasa kenyang.

Selain itu, contoh makanan yang mengandung lemak yaitu makanan yang digoreng seperti kentang goreng yang pada umumnya tinggi kalori, garam, dan lemak tidak sehat. Banyak restoran memasak kentang goreng mereka dengan deep fryer untuk memberikan mereka tekstur yang renyah, tetapi metode memasak ini menambahkan banyak lemak dan kalori. Meskipun demikian, karena makanan ini kekurangan serat dan protein, kentang goreng tidak membantu seseorang merasa kenyang terlalu lama.

"Protein, serat serta karbohidrat lepas lambat seperti isomaltulosa adalah nutrisi yang sangat berperan dalam mengontrol kalori yang masuk sehingga bisa mengontrol berat badan," ujar dr. Muliaman.

Selain protein, lanjut dr. Muliaman, beberapa mineral seperti kalsium juga masih diperlukan saat diet. Seringkali seseorang kekurangan kalsium karena tidak makan sesuatu atau kurang makan sesuatu sehingga terjadi kekurangan kalsium.

"Jadi asupan kalsium juga harus tetap dijaga," tambahnya.

Karena itu, menurut dr Muliaman, selain mengurangi makanan yang berlemak dan mengandung gula, konsumsi lah makanan mengandung protein tinggi seperti ikan dan putih telur. Selain itu pilih makanan yang kaya serat seperti buah, sayuran, dan biji-bijian.

Untuk mendapatkan energi, konsumsi karbohidrat lepas lambat seperti beras merah dan roti gandum. Jika kesulitan menemukan makanan tersebut dalam satu kemasan, cari alternatif pengganti makan atau yang sering disebut meal replacement.


Salah satu meal replacement yang bisa dipilih adalah Susu Slim&Fit yang bisa memberikan rasa kenyang lebih lama karena tinggi protein dan serat. Bahkan aman dikonsumsi oleh pejuang diet karena rendah lemak dan gula. Susu Slim&Fit ideal sebagai pengganti makan pagi dan malam serta tetap mendapatkan nutrisi tepat dan seimbang.

Tersedia juga Slim&Fit Cookies untuk cemilan sehat karena hanya mengandung 90 kkal per sachet, dengan pilihan rasa Dark Chocolate dan Raisin Cinnamon yang enak dan praktis.

Jadi pastikan Slim&Fit menemani kamu yang berusaha menurunkan atau mempertahankan berat badan ya.

Simak Video "Cerita Gracia Indri Turunkan Berat Badan hingga 23 Kg"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)