Riset: Orang yang Optimistis Lebih Panjang Umur
Vina Oktiani - wolipop
Senin, 09 Sep 2019 06:07 WIB
Jakarta
-
Jika kamu merupakan orang-orang yang optimistis maka berbahagialah. Menurut penelitian yang telah dilakukan di Amerika, mereka yang optimistis memiliki usia lebih panjang.
Orang-orang yang optimistis cenderung berpikir positif. Cara berpikirnya tersebut yang membuat mereka memiliki usia lebih panjang 11 hingga 15% dibanding orang yang pesimistis. Selain itu, orang yang optimitiss berpeluang besar mencapai usia hingga 85 tahun. Selain memiliki pikiran yang selalu positif, orang-orang yang optimistis juga terkenal pintar mengelola kondisi emosionalnya, sehingga mereka bisa menangani rasa stres dengan baik.
Penelitian mengenai sifat optimis ini dilakukan dengan melibatkan responden yang dibagi ke dalam dua kelompok yaitu 70,000 wanita dan 1,500 pria. Peneliti menelaah sifat optimistis dan kesehatan dari masing-masing responden, seperti dalam berolahraga, diet, dan seberapa banyak mereka merokok dan meminum minuman beralkohol.
"Temuan kami berbicara mengenai kemungkinan untuk meningkatkan tingkat keoptimisan dapat memperpanjang usia dan memperlambat penuaan," kata Lewina Lee, profesor psikiatri di Fakultas Kedokteran Universitas Boston yang bekerja pada penelitian ini, seperti dikutip dari Science Daily.
Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan, membayangkan masa depan yang baik atau terapi perilaku kognitif intensif dapat meningkatkat tingkat optimisme seseorang. Lee juga mengatakan bahwa orang-orang yang berpikiran positif memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk mencapai tujuannya dan lebih efektif dalam melakukan pemecahan masalah.
Professor Hood, ketua psikologi perkembangan dalam masyarakat di Universitas Bristol menegaskan bahwa sifat optimis bisa meredakan stres karena orang-orang tersebut cenderung menghindari merenung terlalu lama pada peristiwa negatif yang dialami.
Berbagai penelitian sebelumnya pun sudah mengungkapkan bagaimana stres dapat berpengaruh buruk pada kondisi kesehatan. Orang-orang yang mengalami stres memiliki kekebalan tubuh yang rendah sehingga lebih rentan terkena infeksi. Stres dapat berdampak pada komponen kromosom yang berpengaruh pada penuaan sel, risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Dan mereka yang optimistis cenderung terhindar dari stres ini sehingga bisa lebih sehat dan hidup lebih lama.
(vio/eny)
Orang-orang yang optimistis cenderung berpikir positif. Cara berpikirnya tersebut yang membuat mereka memiliki usia lebih panjang 11 hingga 15% dibanding orang yang pesimistis. Selain itu, orang yang optimitiss berpeluang besar mencapai usia hingga 85 tahun. Selain memiliki pikiran yang selalu positif, orang-orang yang optimistis juga terkenal pintar mengelola kondisi emosionalnya, sehingga mereka bisa menangani rasa stres dengan baik.
Penelitian mengenai sifat optimis ini dilakukan dengan melibatkan responden yang dibagi ke dalam dua kelompok yaitu 70,000 wanita dan 1,500 pria. Peneliti menelaah sifat optimistis dan kesehatan dari masing-masing responden, seperti dalam berolahraga, diet, dan seberapa banyak mereka merokok dan meminum minuman beralkohol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Temuan kami berbicara mengenai kemungkinan untuk meningkatkan tingkat keoptimisan dapat memperpanjang usia dan memperlambat penuaan," kata Lewina Lee, profesor psikiatri di Fakultas Kedokteran Universitas Boston yang bekerja pada penelitian ini, seperti dikutip dari Science Daily.
Foto: Thinkstock |
Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan, membayangkan masa depan yang baik atau terapi perilaku kognitif intensif dapat meningkatkat tingkat optimisme seseorang. Lee juga mengatakan bahwa orang-orang yang berpikiran positif memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk mencapai tujuannya dan lebih efektif dalam melakukan pemecahan masalah.
Professor Hood, ketua psikologi perkembangan dalam masyarakat di Universitas Bristol menegaskan bahwa sifat optimis bisa meredakan stres karena orang-orang tersebut cenderung menghindari merenung terlalu lama pada peristiwa negatif yang dialami.
Berbagai penelitian sebelumnya pun sudah mengungkapkan bagaimana stres dapat berpengaruh buruk pada kondisi kesehatan. Orang-orang yang mengalami stres memiliki kekebalan tubuh yang rendah sehingga lebih rentan terkena infeksi. Stres dapat berdampak pada komponen kromosom yang berpengaruh pada penuaan sel, risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Dan mereka yang optimistis cenderung terhindar dari stres ini sehingga bisa lebih sehat dan hidup lebih lama.
(vio/eny)
Home & Living
Rekomendasi Kulkas 1 Pintu Terbaik 2026: Bye-bye Bunga Es
Pakaian Pria
Satu Tas untuk Semua Aktivitas, Rekomendasi Tas Ransel Pria yang Siap Diajak Berpetualang Seharian!
Pakaian Pria
Tiga Pilihan Celana Pria yang Bikin Tampilan Makin Rapi, Proporsional, dan Siap Dipakai dari Kantor sampai Hangout!
Pakaian Pria
Tampil Elegan dan Berkelas di Bulan Ramadan dengan Baju Koko Signature Pilihan Terbaik!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
5 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Perempuan, Panjang Umur hingga BB Turun
Puasa Tanpa Bau Mulut! Ini Cara Tepat Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut
5 Makanan Buka Puasa Selain Gorengan, Lebih Sehat dan Bikin Kenyang
7 Cara Ampuh Cegah Bau Mulut Saat Puasa Ramadan
7 Ide Makanan Sahur untuk Diet, Tinggi Protein Bikin Kenyang
Most Popular
1
Sinopsis The Legend of Tarzan di Bioskop Trans TV, Dibintangi Margot Robbie
2
60 Tahun di Dunia Model, Begini Cara Twiggy Awet Muda di Usia 76
3
Selamat! Tiffany Girls' Generation Resmi Menikah dengan Byun Yo Han
4
Preppy Chic, Gaya Raisa di Milan Fashion Week yang Curi Atensi
5
Foto Pernikahan Virgoun & Lindi Fitriyana, Kompak Pamer Cincin di Jari Manis
MOST COMMENTED












































Foto: Thinkstock