Biar Nggak Dipenjara, Kenali 7 Perilaku Tak Terduga Body Shaming di Medsos
Hestianingsih - wolipop
Kamis, 22 Nov 2018 15:12 WIB
Jakarta
-
Perilaku body shaming di media sosial bisa dijerat UU ITE dan pelakunya bisa terancam penjara 4 tahun atau denda Rp 750 juta jika ada yang melaporkan. Tapi, seperti apa body shaming itu?
Body shaming merupakan tindakan mempermalukan seseorang dengan membuat komentar mengejek atau mengritik bentuk atau ukuran tubuh. Lantas, perbuatan seperti apa yang bisa dikategorikan body shaming?
Ternyata banyak bentuk tak terduga dari body shaming, yang mungkin secara tak disadari telah menyinggung atau menyakiti perasaan korbannya. Tidak hanya dengan cara frontal seperti mengejek bentuk tubuh atau mengomentari 'jelek' di media sosial. Ini ciri-ciri perbuatan body shaming yang perlu kamu ketahui.
1. Mengungkapkan Keprihatinan Terhadap Bentuk Tubuh Seseorang
Ungkapan seperti, "Punya badan jangan terlalu gemuk, nanti bisa kena diabetes" atau "Coba diet supaya badan kamu lebih sehat dan nggak gampang sakit," mungkin terkesan menunjukkan kepedulian atau perhatian. Tapi sebenarnya itu masuk kategori body shaming secara tak langsung.
"Beranggapan bahwa seseorang yang kelebihan berat badan itu tidak sehat, dietnya asal-asalan atau malas adalah sebuah prasangka dan ketidakpekaan. Mungkin saja mereka mengalami gangguan kesehatan, dan sebenarnya sudah menjalani gaya hidup sehat. Tapi kan mereka tidak harus memberitahumu tentang itu. Kecuali mereka membahasnya lebih dulu, kamu harus berhenti tanya-tanya," ujar Darrell Freeman, pendiri brand pakaian plus-size CurveWOW, seperti dikutip dari Independent.
2. Ekspresi Kaget Ketika Ada Orang Gemuk Olahraga
Berakting terkejut atau bahkan memberi selamat ketika tahu orang yang kelebihan berat badan berolahraga, tanpa disadari adalah sebuah bentuk body shaming atau lebih spesifiknya, fat shaming.
Orang gemuk atau kelebihan berat badan masih tetap bisa berolahraga dan melakukan berbagai aktivitas intens. Maka sebaiknya jangan memberi selamat atau berlaku kaget saat temanmu yang kelebihan berat badan memutuskan untuk olahraga demi kesehatannya.
3. Memberi Saran Soal Pakai Baju
Menyarankan teman bagaimana dia harus berpakaian agar terlihat lebih langsing atau nyaman beraktivitas bukannya membantu, tapi justru sebuah praktik body shaming yang mungkin bisa membuat tersinggung. Kecuali dia sendiri yang meminta saran berbusana dari kamu.
"Dengan begitu menyiratkan bahwa mereka tidak bisa memakai baju tertentu dan harus berbusana dengan cara-cara tertentu sesuai ukuran tubuh mereka. Boleh saja bersikap jujur dan membantu tapi jangan kamu yang memutuskan apa yang boleh dan tidak untuk dia pakai," tambah Darrell.
4. Menghakimi Cara Diet Seseorang
Apa yang orang ingin pakai, lakukan atau makan, adalah hak dan kebebasan mereka, terlepas dari apakah itu baik atau tidak bagi mereka. Bukanlah tempat bagi kamu untuk memutuskan apakah orang gemuk harus makan yoghurt atau es krim.
"Bagaimana orang bisa merasa bahagia dan percaya diri jika mereka terus-terusan ditekan untuk diet menurunkan berat badan?" kata Darrell.
5. Pujian yang Tidak Pada Tempatnya
"Wow, kamu cantik yang sekarang. Berat badanmu turun berapa kilo?"
"Kamu nggak gemuk kok, kamu cantik."
Sekilas dua kalimat di atas terkesan seperti memuji. Tapi komentar yang tampaknya 'positif' itu justru bisa dianggap sebaliknya. Dengan mengatakan 'kamu nggak gemuk, kamu cantik,' menyiratkan bahwa bertubuh gemuk itu memang sesuatu yang tidak baik. Artinya, 'seseorang tidak bisa bertubuh gemuk dan dianggap cantik'. Padahal kasusnya tidak selalu seperti itu. Seseorang bisa terlihat cantik dan bertubuh gemuk di saat yang bersamaan.
6. Skinny Shaming
Body shaming tidak hanya terjadi pada orang gemuk, tapi juga kurus. Perlu diingat, mengomentari tubuh orang dengan 'terlalu kurus', 'kurang gizi' atau 'banyak makan supaya sehat' juga merupakan bentuk body shaming.
Sebelum berkomentar atau mengejek tubuh seseorang terlalu kurus atau ceking, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui. Sebagian orang memiliki metabolisme tubuh yang cepat sehingga sulit bagi mereka untuk naik berat badan. Ada pula yang memang suka berolahraga hampir setiap hari sehingga tubuh mereka selalu terlihat kurus, dan mungkin juga karena mengalami gangguan pola makan dan sedang menjalani perawatan intensif. Kamu tidak akan pernah tahu, dan tidak perlu tahu jika mereka memang tidak ingin membeberkannya.
7. Kamu Lumayan Cantik untuk Ukuran...
"Kamu lumayan cantik ya untuk ukuran orang gemuk. Orang yang kulitnya hitam. Orang Asia. Orang kurus."
Perkataan seperti itu menunjukkan kalau standar kamu terhadap istilah 'cantik' sangatlah dangkal. Cantik bukan hanya milik wanita bertubuh ramping, berkulit putih atau berambut hitam-lurus. Tapi kecantikan bisa datang dalam berbagai bentuk, warna kulit dan ukuran tubuh.
Tonton juga 'Kata Psikolog Soal Perilaku Bully':
(hst/eny)
Body shaming merupakan tindakan mempermalukan seseorang dengan membuat komentar mengejek atau mengritik bentuk atau ukuran tubuh. Lantas, perbuatan seperti apa yang bisa dikategorikan body shaming?
Ternyata banyak bentuk tak terduga dari body shaming, yang mungkin secara tak disadari telah menyinggung atau menyakiti perasaan korbannya. Tidak hanya dengan cara frontal seperti mengejek bentuk tubuh atau mengomentari 'jelek' di media sosial. Ini ciri-ciri perbuatan body shaming yang perlu kamu ketahui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ungkapan seperti, "Punya badan jangan terlalu gemuk, nanti bisa kena diabetes" atau "Coba diet supaya badan kamu lebih sehat dan nggak gampang sakit," mungkin terkesan menunjukkan kepedulian atau perhatian. Tapi sebenarnya itu masuk kategori body shaming secara tak langsung.
"Beranggapan bahwa seseorang yang kelebihan berat badan itu tidak sehat, dietnya asal-asalan atau malas adalah sebuah prasangka dan ketidakpekaan. Mungkin saja mereka mengalami gangguan kesehatan, dan sebenarnya sudah menjalani gaya hidup sehat. Tapi kan mereka tidak harus memberitahumu tentang itu. Kecuali mereka membahasnya lebih dulu, kamu harus berhenti tanya-tanya," ujar Darrell Freeman, pendiri brand pakaian plus-size CurveWOW, seperti dikutip dari Independent.
Perbuatan body shaming di media sosial bisa dijerat UU ITE dan merupakan delik aduan. Pelakunya terancam penjara 4 tahun atau denda Rp 750 juta. Foto: Nadia Permatasari W |
2. Ekspresi Kaget Ketika Ada Orang Gemuk Olahraga
Berakting terkejut atau bahkan memberi selamat ketika tahu orang yang kelebihan berat badan berolahraga, tanpa disadari adalah sebuah bentuk body shaming atau lebih spesifiknya, fat shaming.
Orang gemuk atau kelebihan berat badan masih tetap bisa berolahraga dan melakukan berbagai aktivitas intens. Maka sebaiknya jangan memberi selamat atau berlaku kaget saat temanmu yang kelebihan berat badan memutuskan untuk olahraga demi kesehatannya.
3. Memberi Saran Soal Pakai Baju
Menyarankan teman bagaimana dia harus berpakaian agar terlihat lebih langsing atau nyaman beraktivitas bukannya membantu, tapi justru sebuah praktik body shaming yang mungkin bisa membuat tersinggung. Kecuali dia sendiri yang meminta saran berbusana dari kamu.
"Dengan begitu menyiratkan bahwa mereka tidak bisa memakai baju tertentu dan harus berbusana dengan cara-cara tertentu sesuai ukuran tubuh mereka. Boleh saja bersikap jujur dan membantu tapi jangan kamu yang memutuskan apa yang boleh dan tidak untuk dia pakai," tambah Darrell.
Body shaming bisa membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri hingga mengalami gangguan mental. Foto: iStock |
4. Menghakimi Cara Diet Seseorang
Apa yang orang ingin pakai, lakukan atau makan, adalah hak dan kebebasan mereka, terlepas dari apakah itu baik atau tidak bagi mereka. Bukanlah tempat bagi kamu untuk memutuskan apakah orang gemuk harus makan yoghurt atau es krim.
"Bagaimana orang bisa merasa bahagia dan percaya diri jika mereka terus-terusan ditekan untuk diet menurunkan berat badan?" kata Darrell.
5. Pujian yang Tidak Pada Tempatnya
"Wow, kamu cantik yang sekarang. Berat badanmu turun berapa kilo?"
"Kamu nggak gemuk kok, kamu cantik."
Sekilas dua kalimat di atas terkesan seperti memuji. Tapi komentar yang tampaknya 'positif' itu justru bisa dianggap sebaliknya. Dengan mengatakan 'kamu nggak gemuk, kamu cantik,' menyiratkan bahwa bertubuh gemuk itu memang sesuatu yang tidak baik. Artinya, 'seseorang tidak bisa bertubuh gemuk dan dianggap cantik'. Padahal kasusnya tidak selalu seperti itu. Seseorang bisa terlihat cantik dan bertubuh gemuk di saat yang bersamaan.
Mengomentari cara makan seseorang juga termasuk kategori perbuatan body shaming. Foto: Thinkstock |
6. Skinny Shaming
Body shaming tidak hanya terjadi pada orang gemuk, tapi juga kurus. Perlu diingat, mengomentari tubuh orang dengan 'terlalu kurus', 'kurang gizi' atau 'banyak makan supaya sehat' juga merupakan bentuk body shaming.
Sebelum berkomentar atau mengejek tubuh seseorang terlalu kurus atau ceking, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui. Sebagian orang memiliki metabolisme tubuh yang cepat sehingga sulit bagi mereka untuk naik berat badan. Ada pula yang memang suka berolahraga hampir setiap hari sehingga tubuh mereka selalu terlihat kurus, dan mungkin juga karena mengalami gangguan pola makan dan sedang menjalani perawatan intensif. Kamu tidak akan pernah tahu, dan tidak perlu tahu jika mereka memang tidak ingin membeberkannya.
7. Kamu Lumayan Cantik untuk Ukuran...
"Kamu lumayan cantik ya untuk ukuran orang gemuk. Orang yang kulitnya hitam. Orang Asia. Orang kurus."
Perkataan seperti itu menunjukkan kalau standar kamu terhadap istilah 'cantik' sangatlah dangkal. Cantik bukan hanya milik wanita bertubuh ramping, berkulit putih atau berambut hitam-lurus. Tapi kecantikan bisa datang dalam berbagai bentuk, warna kulit dan ukuran tubuh.
Tonton juga 'Kata Psikolog Soal Perilaku Bully':
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
Most Popular
1
TikTok Viral Verificator
Viral Momen Dosen Pertanian Mantu, Souvenir Bibit Tanaman Jadi Sorotan
2
Ramalan Zodiak 9 Januari: Capricorn Harus Sabar, Aquarius Lebih Teliti
3
Sudah Cerai, Kim Kardashian Masih Jadi Fans Sepatu Rancangan Kanye West
4
TikTok Viral Verificator
Viral! Pengantin Bagikan Souvenir 100 Anak Ayam Warna-warni, Tuai Kritik
5
Potret Moana Anak Ria Ricis, Sudah Jadi Juragan Kos-kosan di Usia 3 Tahun
MOST COMMENTED












































Perbuatan body shaming di media sosial bisa dijerat UU ITE dan merupakan delik aduan. Pelakunya terancam penjara 4 tahun atau denda Rp 750 juta. Foto: Nadia Permatasari W
Body shaming bisa membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri hingga mengalami gangguan mental. Foto: iStock
Mengomentari cara makan seseorang juga termasuk kategori perbuatan body shaming. Foto: Thinkstock