Viral Kisah Wanita Tertular HIV Diduga karena Facial, Ini Faktanya

Hestianingsih - wolipop Senin, 24 Sep 2018 12:55 WIB
Ilustrasi wanita melakukan facial. Foto: Thinkstock Ilustrasi wanita melakukan facial. Foto: Thinkstock

Jakarta - Kisah wanita yang mengaku tertular HIV diduga karena facial yang melibatkan pemencetan jerawat baru-baru ini viral. Berawal dari postingan influencer @catwomanizer di Instagram Story, yang kemudian disebarkan oleh seorang pengguna Twitter dan akhirnya ramai menjadi perbincangan netizen.

Banyak netizen merasa khawatir karena selama ini diketahui, HIV lebih berisiko ditularkan melalui hubungan seks dan penggunaan jarum suntik secara bergantian. Sementara penularan lewat perawatan kecantikan seperti facial dan manikur-pedikur sangat jarang terjadi.

"Literally bengong pas liat story ci @catwomanizer yang ini..... Wow bener2 gak kepikiran sampe situ!" tulis akun Twitter @indirdiv yang postingannya kemudian di-retweet sebanyak 2.800 kali.




Menanggapi postingannya yang jadi viral dan dianggap sebagai sesuatu yang 'horror', @catwomanizer pun angkat bicara. Influencer dan aktivis kesehatan seksual bernama Andrea Gunawan ini menegaskan bahwa faktanya tidaklah semengerikan yang dibayangkan.
Viral Kisah Wanita Tertular HIV Diduga karena Facial, Ini FaktanyaInfluencer dan aktivis kesehatan seksual Andrea Gunawan menjelaskan perihal postingannya tentang HIV yang viral di Twitter. Foto: Instagram/@catwomanizer

"Sebenarnya kalau saya pribadi setelah ngomong ke dokter kemungkinannya kecil banget. Virus itu kan kalau terekspos udara dan matahari langsung mati. Tapi sampai sekarang belum jelas juga matinya di bawah semenit atau dua menit, nggak ada yang tahu," kata Andrea saat dihubungi Wolipop, Senin (24/9/2018).

Wanita yang aktif menyosialisasikan tentang pentingnya peduli terhadap kesehatan seksual ini juga mengatakan, beberapa dokter memberikan penjelasan padanya bahwa tak hanya HIV, Hepatitis B dan C juga bisa ditularkan melalui facial, penggunaan alat cukur bergantian atau akupunktur. Ia pun me-retweet cuitan akun dokter yang menjelaskan tentang penularan penyakit-penyakit disebabkan virus tersebut.




"pada dasarnya alat apapun yang menyebabkan gesekan fisik dengan kulit dan beresiko kontak langsung dengan darah bisa menularkan virus atau kuman2 lain penyebab penyakit, termasuk alat cukur," tulis akun @docturnal.

Namun sekali lagi Andrea menegaskan, kemungkinan penularannya sangat kecil.

"Benar-benar kecil sekali. Virus itu cepat mati. Darah kering juga udah mati," tukas Andrea.

Menurut Andrea berdasarkan hasil diskusinya dengan sejumlah dokter, seseorang bisa tertular HIV dari facial kemungkinan karena tempat ia melakukan perawatan kurang steril. Peralatan dibersihkan seadanya, tanpa disterilkan di alat khusus terlebih dahulu.

"Mungkin tempatnya abal-abal. Dia rajin akupunktur, rajin suntik vitamin C. Tapi mungkin bukan di klinik khusus," ujar wanita 29 tahun ini.

Maka dari itu aktivis yang kini bekerjasama dengan Linkages Project, lembaga non-profit di bawah USAID ini, mengimbau agar berhati-hati saat memilih tempat untuk perawatan kulit maupun akupunktur.

"Cari tempat jangan yang abal-abal tapi klinik beneran, yang terapisnya expert di bidang itu. Aku sendiri kalau facial ke dokter kulit. Kalau dengan itu kan (kulitnya) dibenerin juga dari dalam. Pengobatannya dengan minum obat. Keluarin jerawatnya bukan ditusuk-tusuk karena nggak bagus buat kulit juga," saran Andrea.

Kalaupun seseorang sudah terlanjur tertular HIV, Andrea menjelaskan, itu bukan akhir dari segalanya. Kini sudah ada obat yang bisa menekan perkembangan virus penyerang sistem imun tubuh itu yang dinamakan antiretroviral (ARV).

"Tergantung jumlah virusnya. Kalau virus masih stadium 1 dan langsung diobati selama 6 bulan maka sudah tidak terdeteksi. Itu berarti sudah tidak menularkan. Tapi tetap seumur hidup obat itu harus diminum. Saya kenal dengan orang yang positif HIV dan punya anak secara normal, bukan lewat inseminasi buatan. Istri serta anak-anaknya semuanya negatif," pungkas Andrea.




Tonton juga 'Apa Bedanya HIV dan AIDS?':



(hst/hst)