Ini Mitos dan Fakta Kesehatan Seputar Puasa Ramadan
Anggi Mayasari - wolipop
Sabtu, 27 Mei 2017 03:48 WIB
Jakarta
-
Bagi setiap muslim puasa adalah hal yang wajib dilaksanakan selama Bulan Ramadan. Namun ketika menjalani puasa ramadan ada beberapa pemahaman keliru yang berkembang.
Ahli diet Riham Shamseddine, mencoba menjelaskan beberapa informasi keliru yang sering dipercaya dan sebaiknya mulai Anda tinggalkan.
Mitos Puasa 1 : Puasa Ramadan Membantu Menurunkan Berat Badan
Menurut Riham tujuan puasa Ramadan bukanlah untuk menurunkan berat badan atau membantu menurunkan berat badan. Sarapan umumnya memulai metabolisme dengan membantu membakar lemak lebih cepat, sedangkan puasa mengurangi asupan kalori secara keseluruhan dan memberi tahu tubuh bahwa kalori yang diserap kurang dari yang dibutuhkan.
Hal itu mendorong tubuh untuk memperlambat metabolisme dan menghemat energi agar tetap efisien, mengaktifkan mekanisme perlindungan alami tubuh untuk melawan rasa lapar. Puasa Ramadan memperlambat laju pembakaran kalori, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan apabila diet Anda banyak gula, lemak dan asupan kalorinya melebihi kebutuhan kalori harian.
Mitos Puasa 2 : Makan Sahur yang Banyak Mempermudah Puasa
Sahur seharusnya tidak perlu makan makanan yang berat. Makan besar yang penuh dengan kalori dan lemak sebagai santap sahur tidak dapat mengimbangi energi yang hilang selama waktu puasa Ramadan. Salah satu hal yang terpenting selama sahur adalah tidak mengonsumsi makanan yang digoreng dan makanan yang mengandung kadar garam tinggi untuk mencegah kehausan yang berlebihan ketika menjalani puasa.
"Bahkan jika kita makan lebih banyak dari biasanya, ada kecenderungan untuk merasa lemas atau kurang energi ketika berpuasa. Kunci untuk bertahan puasa selama seharian adalah makan makanan yang tepat. Sahur harus diimbangi dengan karbohodrat,protein, dan lemak baik, yaitu telur dadar dengan sayuran dan irisan roti ditambah dengan sayuran hijau atau sedikit alpukat," kata Riham kepada Arabian Bisnis.
Mitos Puasa 3 : Puasa Menghilangkan Racun dari Tubuh
Puasa tidak membantu tubuh mengeluarkan racun-racun karena sebenarnya makanan tidak memproduksi racun di tubuh. Yang terjadi ketika Anda makan tidak sehat adalah terjadinya stres oksidatif. Stres oksidafit adalah kondisi di mana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya. Akibatnya menimbulkan kerusakan sel maupun organ yang lebih banyak.
Baik puasa atau tidak, Anda perlu membatasi makanan yang tidak sehat dan menjaga diet kaya antioksidan. Hal ini dapat membantu melawan radikal bebas yang menyebabkan penyakit.
Pastikan mengonsumsi makanan super seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian, salmon, alpukat. Puasa Ramadan saja tidak cukup untuk mengeluarkan toksin, tapi harus disertai dengan makanan sehat dan seimbang.
Mitos Puasa 4 : Olahraga Saat Puasa Berbahaya
Berolahraga saat puasa Ramadan aman jika telah terbiasa berolahraga dengan perut kosong. Satu-satunya masalah dengan berolahraga saat berpuasa adalah tubuh tidak menerima energi dari makanan. Hal yang mungkin terjadi ketika berolahraga saat berpuasa adalah penipisan otot sehingga membuat energi yang sudah disimpan di kantong otot berperan sebagai glikogen.
"Jika perlu berolahraga saat berpuasa, kita bisa melakukannya langsung sebelum berbuka puasa dan kemudian mengisi kebutuhan energi dari makanan. Atau setelah satu sampai dua jam usai mengonsumsi makanan berbuka puasa dan kemudian setelah berolahraga penting juga untuk kembali mengisi energi dengan makanan yang kaya akan protein dan karbohidrat," terang Riham. (agm/hst)
Ahli diet Riham Shamseddine, mencoba menjelaskan beberapa informasi keliru yang sering dipercaya dan sebaiknya mulai Anda tinggalkan.
Mitos Puasa 1 : Puasa Ramadan Membantu Menurunkan Berat Badan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu mendorong tubuh untuk memperlambat metabolisme dan menghemat energi agar tetap efisien, mengaktifkan mekanisme perlindungan alami tubuh untuk melawan rasa lapar. Puasa Ramadan memperlambat laju pembakaran kalori, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan apabila diet Anda banyak gula, lemak dan asupan kalorinya melebihi kebutuhan kalori harian.
Mitos Puasa 2 : Makan Sahur yang Banyak Mempermudah Puasa
Sahur seharusnya tidak perlu makan makanan yang berat. Makan besar yang penuh dengan kalori dan lemak sebagai santap sahur tidak dapat mengimbangi energi yang hilang selama waktu puasa Ramadan. Salah satu hal yang terpenting selama sahur adalah tidak mengonsumsi makanan yang digoreng dan makanan yang mengandung kadar garam tinggi untuk mencegah kehausan yang berlebihan ketika menjalani puasa.
"Bahkan jika kita makan lebih banyak dari biasanya, ada kecenderungan untuk merasa lemas atau kurang energi ketika berpuasa. Kunci untuk bertahan puasa selama seharian adalah makan makanan yang tepat. Sahur harus diimbangi dengan karbohodrat,protein, dan lemak baik, yaitu telur dadar dengan sayuran dan irisan roti ditambah dengan sayuran hijau atau sedikit alpukat," kata Riham kepada Arabian Bisnis.
Mitos Puasa 3 : Puasa Menghilangkan Racun dari Tubuh
Puasa tidak membantu tubuh mengeluarkan racun-racun karena sebenarnya makanan tidak memproduksi racun di tubuh. Yang terjadi ketika Anda makan tidak sehat adalah terjadinya stres oksidatif. Stres oksidafit adalah kondisi di mana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya. Akibatnya menimbulkan kerusakan sel maupun organ yang lebih banyak.
Baik puasa atau tidak, Anda perlu membatasi makanan yang tidak sehat dan menjaga diet kaya antioksidan. Hal ini dapat membantu melawan radikal bebas yang menyebabkan penyakit.
Pastikan mengonsumsi makanan super seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian, salmon, alpukat. Puasa Ramadan saja tidak cukup untuk mengeluarkan toksin, tapi harus disertai dengan makanan sehat dan seimbang.
Mitos Puasa 4 : Olahraga Saat Puasa Berbahaya
Berolahraga saat puasa Ramadan aman jika telah terbiasa berolahraga dengan perut kosong. Satu-satunya masalah dengan berolahraga saat berpuasa adalah tubuh tidak menerima energi dari makanan. Hal yang mungkin terjadi ketika berolahraga saat berpuasa adalah penipisan otot sehingga membuat energi yang sudah disimpan di kantong otot berperan sebagai glikogen.
"Jika perlu berolahraga saat berpuasa, kita bisa melakukannya langsung sebelum berbuka puasa dan kemudian mengisi kebutuhan energi dari makanan. Atau setelah satu sampai dua jam usai mengonsumsi makanan berbuka puasa dan kemudian setelah berolahraga penting juga untuk kembali mengisi energi dengan makanan yang kaya akan protein dan karbohidrat," terang Riham. (agm/hst)
Kesehatan
Minuman Ungu yang Bermanfaat! Review Lengkap BITOVIN Cuka Buah Bit untuk Jantung & Penambah Darah
Perawatan dan Kecantikan
Cuma Pakai Alat Ini, Bulu Mata Bisa Terlihat Lebih Panjang dan Terangkat
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Kulit Glowing dari Toner Beras! Dua Produk Ini Lagi Banyak Dicari
Perawatan dan Kecantikan
Bulu Mata Badai untuk Bukber! 3 Fake Lashes Ini Bikin Tatapan Auto On Point
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Alasan Makan Kurma Saat Sahur Bikin Nggak Mudah Lemas
Sering Gelisah Saat Mau Tidur? Kenali Sleep Anxiety dan Cara Mengatasinya
Begadang dan Telat Makan, Ini Dampaknya ke Jam Biologis Hati Kamu!
5 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Perempuan, Panjang Umur hingga BB Turun
Puasa Tanpa Bau Mulut! Ini Cara Tepat Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut
Most Popular
1
Sosialita Petra Ecclestone Syok, Ungkap Detik-Detik Rudal Iran Hantam Dubai
2
7 Alasan Makan Kurma Saat Sahur Bikin Nggak Mudah Lemas
3
Model Ini Diburu Anggota Kartel Setelah Kematian Gembong Narkoba El Mencho
4
Most Popular: Pesona Elea, Putri Ussy-Andhika Pratama di Pemotretan Lebaran
5
Foto: Momen Kate Middleton Langgar Protokol Kerajaan Demi Peluk Anak-anak
MOST COMMENTED











































