Hati-hati, Hobi Pakai Baju Motif Garis Bisa Memicu Migrain
Hestianingsih - wolipop
Senin, 15 Mei 2017 12:35 WIB
Jakarta
-
Suka pakai dan mengoleksi baju motif garis-garis? Sebaiknya dari sekarang mulai kurangi kegemaran Anda membeli baju-baju tersebut.
Sebuah penelitian mengungkapkan, baju motif garis atau dalam istilah fashion disebut Breton berpotensi mengganggu kesehatan. Baju motif garis dihubungkan dengan faktor penyebab sakit kepala.
Para peneliti di University Medical Center Utrecht, Belanda, menemukan adanya relasi antara pandangan mata ketika melihat benda bergaris-garis dengan migrain atau sakit kepala sebelah yang tak tertahankan. Bagaimana bisa?
Untuk membuktikannya, peneliti menghubungkan kabel-kabel elektroda ke kulit kepala dan memonitor aktivitas otak ketika partisipan melihat gambar-gambar dengan visual yang berbeda-beda. Saat melihat objek motif garis-garis, ada peningkatan 'gamma oscillations' pada otak.
Gamma oscillations merupakan gelombang frekuensi yang berkaitan dengan munculnya rasa sakit pada kepala bahkan berpotensi memicu stroke atau epilepsi. Itulah sebabnya kenapa sebagian orang terkadang merasa pusing atau melihat motif garis-garis tampak bergoyang.
"Temuan kami menunjukkan dalam membangun gedung, mungkin penting untuk menghindari corak-corak garis pada gedung yang bisa mengaktifkan sirkuit ini dan menyebabkan rasa tidak nyaman, migrain atau epilepsi," jelas Dora Hermes dari University Medical Center, seperti dikutip dari Cosmopolitan.
Benda-benda bercorak garis yang bisa memicu migrain biasanya baju, gedung atau karya seni yang dipamerkan di publik. Motif garis-garis umumnya lebih dikhawatirkan menimbulkan migrain atau epilepsi pada orang yang memang sensitif terhadap cahaya. Tapi bukan berarti orang yang sehat atau normal tidak bisa terdampak.
"Bahkan orang yang sehat mungkin akan merasakan rasa tidak nyaman dari gambar-gambar yang biasanya memicu epilepsi pada orang yang sensitif terhadap cahaya," lanjut Dora.
Dr Dorothee Kasteleijn Trenite, seorang dokter spesialis epilepsi dari UMC Utrecht menambahkan, garis vertikal umumnya menimbulkan dampak yang lebih kuat ketimbang garis horizontal.
"Corak-corak yang berpotensi menimbulkan gangguan di keseharian adalah tangga berputar, tirai venesia, baju dan gedung bergaris,"pungkas Dorothee seperti dikutip dari Telegraph.
(hst/eny)
Sebuah penelitian mengungkapkan, baju motif garis atau dalam istilah fashion disebut Breton berpotensi mengganggu kesehatan. Baju motif garis dihubungkan dengan faktor penyebab sakit kepala.
Para peneliti di University Medical Center Utrecht, Belanda, menemukan adanya relasi antara pandangan mata ketika melihat benda bergaris-garis dengan migrain atau sakit kepala sebelah yang tak tertahankan. Bagaimana bisa?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Thinkstock |
Gamma oscillations merupakan gelombang frekuensi yang berkaitan dengan munculnya rasa sakit pada kepala bahkan berpotensi memicu stroke atau epilepsi. Itulah sebabnya kenapa sebagian orang terkadang merasa pusing atau melihat motif garis-garis tampak bergoyang.
"Temuan kami menunjukkan dalam membangun gedung, mungkin penting untuk menghindari corak-corak garis pada gedung yang bisa mengaktifkan sirkuit ini dan menyebabkan rasa tidak nyaman, migrain atau epilepsi," jelas Dora Hermes dari University Medical Center, seperti dikutip dari Cosmopolitan.
Benda-benda bercorak garis yang bisa memicu migrain biasanya baju, gedung atau karya seni yang dipamerkan di publik. Motif garis-garis umumnya lebih dikhawatirkan menimbulkan migrain atau epilepsi pada orang yang memang sensitif terhadap cahaya. Tapi bukan berarti orang yang sehat atau normal tidak bisa terdampak.
"Bahkan orang yang sehat mungkin akan merasakan rasa tidak nyaman dari gambar-gambar yang biasanya memicu epilepsi pada orang yang sensitif terhadap cahaya," lanjut Dora.
Dr Dorothee Kasteleijn Trenite, seorang dokter spesialis epilepsi dari UMC Utrecht menambahkan, garis vertikal umumnya menimbulkan dampak yang lebih kuat ketimbang garis horizontal.
"Corak-corak yang berpotensi menimbulkan gangguan di keseharian adalah tangga berputar, tirai venesia, baju dan gedung bergaris,"pungkas Dorothee seperti dikutip dari Telegraph.
(hst/eny)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Kisah Wanita 62 Tahun Hamil Lagi Setelah Anaknya Meninggal, Jadi Kontroversi
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
Most Popular
1
Ramalan Shio 2026
Hoki! 5 Shio Ini Diprediksi Sukses di Tahun Kuda Api 2026, Cek Peruntunganmu
2
Viral Influencer Singgung Ukuran Kelamin Mantan Suami, Berujung Digugat
3
8 Gaya Lily Anak Raffi-Nagita, Dress Fendi Hingga Tas Dior Curi Atensi
4
Kisah Wanita 62 Tahun Hamil Lagi Setelah Anaknya Meninggal, Jadi Kontroversi
5
Angelina Jolie Ingin Tinggalkan AS, Berencana Pindah ke Kamboja
MOST COMMENTED












































Foto: Thinkstock