Bukan karena Mistis, Pria Tidur Sekamar dengan Jasad Istri Selama 6 Hari
Eny Kartikawati - wolipop
Selasa, 09 Mei 2017 14:08 WIB
Jakarta
-
Pria asal Inggris ini bukan sedang melakukan hal mistis ketika memutuskan tidur sekamar dengan mendiang istrinya yang meninggal dunia karena kanker serviks. Dia melakukannya karena sebuah alasan yang mulia.
Russell Davison, asal Derby, Inggris, menjadi pembicaraan publik setelah diketahui tidak segera menguburkan atau melakukan kremasi pada istrinya, Wendy, yang telah meninggal dunia. Russell memilih mendiamkan jenazah sang istri di rumah mereka selama enam hari. Bukan hanya itu, Russell juga tidur di kamar yang sama dengan mendiang Wendy.
Kepada media lokal Derby Telegraph, Russell menjelaskan alasan dari tindakan yang dilakukannya. Dia mengaku hal tersebut bukan karena tengah melakukan ritual atau aktivitas berbau mistis.
Russell menceritakan, istrinya didiagnosa menderita kanker serviks pada November 2006. Saat itu mereka memutuskan untuk tidak menjalani pengobatan modern yaitu kemoterapi dan radioterapi. Wendy yang ketika itu divonis hanya punya waktu enam bulan untuk hidup lebih memilih pengobatan alami. Dan ternyata pilihannya itu memang benar lebih memperpanjang usianya.
Russell membawa Wendy keliling Eropa dengan mobil karavan. Mereka hidup ala gypsy. Namun perjalanan mereka harus berakhir pada September 2016 kemarin karena Wendy semakin sering merasakan sakit yang tidak dapat ditahannya. Dia dan anak-anak mereka pun merawat Wendy di rumah.
"Wendy merasakan sakit yang teramat sangat setiap hari. Tapi dia tidak pernah mengeluh ataupun mengasihi dirinya sendiri atau bilang bahwa kehidupan ini sungguh tidak adil untuknya," tutur Russell.
Lama kelamaan kesehatan Wendy terus menurun. Dia meninggal dunia pertengahan April 2017 dengan damai di pelukan Russell dan anak-anaknya. Setelah Wendy meninggal, Russell memandikan jenazah istrinya itu. Dia juga mendandani wanita berusia 50 tahun itu dengan dress cantik.
"Dia tampak sangat cantik, seperti biasanya. Tidak perlu usaha lebih seperti memakai makeup. Hanya kecantikannya yang bersinar," kata Russell.
Saat melihat istrinya yang sudah didandaninya dengan dress cantik dan dibaringkan di tempat tidur itu Russell mengaku tak kuasa menahan tangis. Setidaknya selama 10 jam dia menangis sedih.
Setelah berhasil mengatasi kesedihan mendalamnya, dia memutuskan untuk tidak langsung mengkremasi Wendy. Dia menyimpan jenazah sang istri di rumah mereka. Kenapa?
"Kematian selama ini jadi subyek yang tabu di masyarakat kita. Tidak ada orang yang senang membicarakannya. Tapi aku dan Wendy kami sering membicarakannya. Dan sudah lama aku memutuskan ketika Wendy meninggal, dia harus ada di rumah. Aku tidak ingin dia ada di rumah duka, dan diserahkan pada mereka. Aku ingin, kami (aku dan anak-anak) yang mengurusnya sendiri di rumah kami. Aku juga ingin dia ditaruh di kamar kami sehingga aku bisa tidur di ruangan yang sama dengannya," ucap Russell pajang lebar.
Ketika memutuskan tetap meletakkan jenazah Wendy di rumah selama enam hari pasca meninggal, Russell tahu benar keputusannya akan jadi kontroversi. Namun dia meyakinkan bahwa apa yang dilakukannya ini karena rasa cintanya dan untuk membuktikan pada masyarakat bahwa kematian bukan hal yang menakutkan. Berdiam diri bersama orang yang sudah meninggal juga bukan hal menakutkan.
"Aku justru merasa benar-benar kagum dengan apa yang terjadi. Dengan adanya jenazah Wendy di rumah dan bisa duduk dengannya sepanjang hari bersama teman dan keluarga yang datang, mengobrol dengannya atau membicarakan tentangnya. Pengalaman ini menjadi hal yang indah dan justru membantu aku dan anak-anak mengatasi kesedihan kami," tuturnya.
(eny/eny)
Russell Davison, asal Derby, Inggris, menjadi pembicaraan publik setelah diketahui tidak segera menguburkan atau melakukan kremasi pada istrinya, Wendy, yang telah meninggal dunia. Russell memilih mendiamkan jenazah sang istri di rumah mereka selama enam hari. Bukan hanya itu, Russell juga tidur di kamar yang sama dengan mendiang Wendy.
Kepada media lokal Derby Telegraph, Russell menjelaskan alasan dari tindakan yang dilakukannya. Dia mengaku hal tersebut bukan karena tengah melakukan ritual atau aktivitas berbau mistis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Russell membawa Wendy keliling Eropa dengan mobil karavan. Mereka hidup ala gypsy. Namun perjalanan mereka harus berakhir pada September 2016 kemarin karena Wendy semakin sering merasakan sakit yang tidak dapat ditahannya. Dia dan anak-anak mereka pun merawat Wendy di rumah.
"Wendy merasakan sakit yang teramat sangat setiap hari. Tapi dia tidak pernah mengeluh ataupun mengasihi dirinya sendiri atau bilang bahwa kehidupan ini sungguh tidak adil untuknya," tutur Russell.
Foto: Dok. Russell Davison |
Lama kelamaan kesehatan Wendy terus menurun. Dia meninggal dunia pertengahan April 2017 dengan damai di pelukan Russell dan anak-anaknya. Setelah Wendy meninggal, Russell memandikan jenazah istrinya itu. Dia juga mendandani wanita berusia 50 tahun itu dengan dress cantik.
"Dia tampak sangat cantik, seperti biasanya. Tidak perlu usaha lebih seperti memakai makeup. Hanya kecantikannya yang bersinar," kata Russell.
Saat melihat istrinya yang sudah didandaninya dengan dress cantik dan dibaringkan di tempat tidur itu Russell mengaku tak kuasa menahan tangis. Setidaknya selama 10 jam dia menangis sedih.
Setelah berhasil mengatasi kesedihan mendalamnya, dia memutuskan untuk tidak langsung mengkremasi Wendy. Dia menyimpan jenazah sang istri di rumah mereka. Kenapa?
"Kematian selama ini jadi subyek yang tabu di masyarakat kita. Tidak ada orang yang senang membicarakannya. Tapi aku dan Wendy kami sering membicarakannya. Dan sudah lama aku memutuskan ketika Wendy meninggal, dia harus ada di rumah. Aku tidak ingin dia ada di rumah duka, dan diserahkan pada mereka. Aku ingin, kami (aku dan anak-anak) yang mengurusnya sendiri di rumah kami. Aku juga ingin dia ditaruh di kamar kami sehingga aku bisa tidur di ruangan yang sama dengannya," ucap Russell pajang lebar.
Ketika memutuskan tetap meletakkan jenazah Wendy di rumah selama enam hari pasca meninggal, Russell tahu benar keputusannya akan jadi kontroversi. Namun dia meyakinkan bahwa apa yang dilakukannya ini karena rasa cintanya dan untuk membuktikan pada masyarakat bahwa kematian bukan hal yang menakutkan. Berdiam diri bersama orang yang sudah meninggal juga bukan hal menakutkan.
"Aku justru merasa benar-benar kagum dengan apa yang terjadi. Dengan adanya jenazah Wendy di rumah dan bisa duduk dengannya sepanjang hari bersama teman dan keluarga yang datang, mengobrol dengannya atau membicarakan tentangnya. Pengalaman ini menjadi hal yang indah dan justru membantu aku dan anak-anak mengatasi kesedihan kami," tuturnya.
(eny/eny)
Olahraga
Latihan Harian atau Game Akhir Pekan, Ini 3 Bola Voli yang Tetap Nyaman di Lapangan
Hobi dan Mainan
Commuting Tiap Hari atau Sering Butuh Fokus? Soundcore by Anker Q20i Bisa Redam Bising dan Nyaman Dipakai Seharian
Hobi dan Mainan
Bedanya Klakson Hella Blue Twin Tone dan Classic Disc! Alasan Keduanya jadi Andalan Banyak Pengendara
Health & Beauty
Rahasia Bibir Halus, Cerah, & Terawat dengan Rangkaian Lipcare yang Tepat!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Kisah Wanita 62 Tahun Hamil Lagi Setelah Anaknya Meninggal, Jadi Kontroversi
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
Most Popular
1
Foto Cantik BCL-Alyssa Daguise Hadiri Pernikahan 'Pangeran Jaksel' di Maroko
2
7 Gaya TWICE Jadi Model Victoria's Secret Usai Viral Istilah 'Tzuyu Bra'
3
Foto Vidi Aldiano Tampil Berkumis Jadi Groomsman Pernikahan Sahabat di Maroko
4
Tak Terduga, Ternyata Ini Inspirasi di Balik Nama Blue Ivy Putri Beyonce
5
Emily Ratajkowski Berhijab Sambut Wali Kota Muslim New York, Unggahan Dikritik
MOST COMMENTED












































Foto: Dok. Russell Davison